23 Juni 2016

Yuk Siapkan 5 Barang Untuk Mengusir Rasa Bosan Saat Mudik

Senang rasanya kembali ke kampung halaman pada momen lebaran tiba setelah menempuh jarak yang sangat jauh dan harus bermacet-macet lantaran biasanya pada momen mudik lebaran, jalan pun akan dipadati puluhan bahkan ribuan antrian kendaraan yang ingin mudik juga. Alhasil rasa bosan, mengantuk, suntuk, dan lelah pun akan menghampiri karena terlalu banyak menghabiskan waktu dijalan. Untuk itu perlu berbagai perlengkapan agar bisa mengusir rasa bosan saat mudik dengan barang-barang berikut ini. 

1. Smartphone 
Siapkan smartphone Anda. Pastikan semua fitur pada smartphone Anda berfungsi dengan baik agar Anda tidak mati gaya saat menempuh perjalanan dan tetap bisa berkirim kabar dengan sanak-saudara yang menunggu Anda dikampung halaman. Dengan smartphone, Anda juga mengusir rasa bosan dengan mencari voucher belanja online murah di Mataharimall.com. Toko online  terbesar dan terlengkap ini ampuh mengusir rasa bosan Anda ditengah-tengah perjalanan mudik. Semua kebutuhan ada di MatahariMall.com mulai dari gadget, kebutuhan rumah, fashion, dan lain-lain ada di toko online satu ini. 

2. Kamera
Banyak hal-hal yang tak terduga disaat-saat perjalanan mudik, jangan sampai momen yang seru tidak Anda bidik atau rekam. Momen yang seru selama perjalanan nanti bisa menjadi cerita nanti saat tiba di kampung halaman. Jangan lupa untuk upload di media sosial agar bisa berbagi pengalaman mudik dengan teman-teman Anda. 

3. Headset atau earphone
Barang ini sangat wajib dibawa. Headset atau earphone bisa menemani perjalanan Anda dengan memutar musik atau lagu-lagu favorit melalui smartphone kesayangan atau dari alat pemutar musik yang Anda miliki. Lantunan atau iringan nadanya bisa mengusir rasa bosan, suntuk, dan bisa mengusir rasa kantuk. 

4. Powerbank 
Terlalu sering menggunakan smartphone bisa membuat daya baterainya tidak bertahan lama. Untuk itu sangat penting membawa Power Bank atau Mobile Charger yang bisa digunakan saat Anda sangat membutuhkannya. 
Kalau keempat barang itu sudah Anda siapkan dijamin mudik pun menjadi menyenangkan meskipun harus berjibaku dengan kemacetan mudik lebaran. Yuk mudik!
Posted on Kamis, Juni 23, 2016 | Categories: ,

18 Juni 2016

Tarawih keliling Walikota Magelang di Kampung Ngentak Kwayuhan , Gelangan, Magelang


Kemaren malem (17/06/2016) di Mushola kami, Sirodjul Huda kampung Ngentak Kwayuhan kelurahan Gelangan RT 005 dan RT 006 RW 008 mendapat kehormatan menjadi tempat tarawih keliling Walikota Magelang Bapak H. Sigit Widyonindito bersama rombongan yang jumlahnya sekitar 50 orang, rombongan tarawih keliling bersama Bapak Walikota ini terdiri dari jajaran kepala Dinas di pemerintah kota Magelang, Kepala Kejaksaan, Kapolres, Kepala Kodim, dan Kepala Badan usaha milik daerah di Magelang seperti Direktur RSU Tidar, Direktur PDAM dan lain-lain. Juga hadir dalam Tarawih keliling tadi malem juga hadir Camat Magelang Tengah, Lurah Gelangan, dan tokoh masyarakat Kampung Ngentak Kwayuhan.

Dalam sambutannya Pak Walikota mengucapkan terima kasih kepada segenap masyarakat Gelangan atas partisipasinya dalam pemilihan walikota tanggal 09 Desember tahun lalu sehingga Bapak Sigit Widyonindityo kembali terpilih kembali kembali sebagai walikota untuk kedua kalinya. 

Walikota berharap selama Ramadhan ini warga agar semakin meningkatkan ketaqwaannya terhadap Allah SWT, karena menurut beliau dengan taqwa dan keyakinan insya Allah segala hajat kita akan di kabulkan oleh Allah SWT.

Selain itu walikota berpesan agar warga memanfaatkan Jamkesda yang ada, karena selama ini banyak warga yang cuek dengan program tersebut, setelah sakit baru bingung ngurus Jamkesda. Selalu menjaga kesehatan dan kebersihan, karena kesehatan itu mahal, walaupun sekarang sudah ada Jamkesda. 

Menurut pak wali lagi, kebersihan dan kerapian kota merupakan prioritasnya karena dengan kota kita bersih dan rapi, akan banyak yang berkunjung ke Magelang, dengan banyaknya pengunjung secara tidak langsung perekonomian masyarakat juga ikut maju dan berkembang. Beliau mengajak warga Kampung Ngentak Kwayuhan untuk selalu menjaga kebersihan dan kerapihan lingkungannya. Magelang sudah menjadi langganan Adipura, sudah selayaknya masyarakat ikut mendukung program tersebut. 
Kata pak Walikota lagi, selama periode pertama kepemimpinannya sudah berjalan dengan baik, pasar Rejowinangun di bangun kembali dan mulai ramai, sarana dan prasarana juga mulai di bangun. Pak Walikota meminta agar masyarakat ikut mendukung program kerja kedua kepemimpinannya. Di periode kedua ini harus lebih baik daripada periode yang pertama, karena kata Ulama hari ini harus lebih baik daripada kemarin, kalau masih sama termasuk yang rugi. 

Sayangnya dalam kesempatan tersebut tidak ada sesi tanya Jawab pak Walikota dengan masyarakat, tentu menarik kalau ada sesi tanya jawab. Apalagi sekarang sedang rame- ramenya di sosial media tentang penolakan masyarakat terhadap Penghentian Pasar Paingan di Alun-alun kota Magelang, yang berlangsung hanya 35 hari sekali. Bertepatan dengan pengajian Ahad Paing di Masjid Agung Magelang.

Tarawih keliling Walikota Magelang bersama jajaran nya ini rutin diadakan tiap tahun selama bukan Ramadhan. Dan Mushola Sirodjul Huda tahun ini untuk kedua kalinya menjadi tuan rumah tarawih keliling. Dalam acara tarawih keliling ini juga di berikan bantuan uang senilai 5 juta rupiah dari Badan Amil Zakat Nasional ( BAZNAZ), alat- alat sholat seperti sarung, sajadah dan mukena dari Bank Jateng dan bantuan Al-Quran dan jam dinding dari Bank Jateng Syariah cabang Magelang.

 Dalam sambutannya takmir mushola Sirodjul Huda Bapak H. Buhtari mengucapkan terima kasih atas di percaya kembali Mushola Sirodjul Huda sebagai tuan rumah Tarawih keliling Walikota Magelang. Beliau berharap agar Mushola Sirodjul Huda semakin ramai dengan jamaah setiap harinya. Karena keberkahan Allah SWT akan datang apabila masyarakatnya selalu bertaqwa dan mendekatkan diri kepadaNya. 
Mushola Sirodjul Huda di bangun sekitar sepuluh tahun yang lalu dan di resmikan oleh Wali kota saat itu Bapak Fachrianto. Selain sebagai tempat ibadah shalat lima waktu, belajar mengaji anak-anak setiap sore, setiap bulannya juga diadakan pengajian rutin bapak- bapak dan ibu- ibu warga kampung Kwayuhan yang menghadirkan Ustad dan Ustadzah terkenal di Magelang.

06 Juni 2016

27 Mei 2016

Dari Peluncuran Buku Cakap Bermedia Sosial Di Hotel Melia Purosani Yogyakarta


Hari Jum'at ( 27/05/2016) saya salah satu peserta yang beruntung dari sekian banyak peserta yang bisa hadir dalam peluncuran buku Cakap bermedia sosial yang di selenggarakan oleh kementrian Komunikasi dan Informasi di hotel Melia Purosani Yogyakarta. Saya tahu informasi tentang peluncuran buku ini lewat informasi di grup WA yang di bagikan teman.

Latar belakang di terbitannya buku Cakap bermedia sosial ini di karenakan semakin banyaknya dampak negatif dari media sosial di tengah masyarakat. Media sosial bagaikan pisau bermata dua, bisa berdampak positif maupun sebaliknya bisa berdampak negatif tergantung tergantung kita dalam memanfaatkannya. Sedikit sekali yang tahu dampak negatif dari aktifitas kita bermedia sosial.

Acara peluncuran buku Cakap bermedia sosial ini di hadiri oleh Kepala Humas Kominfo Yogyakarta yang mewakili Walikota Yogyakarta yang berhalangan hadir, Ibu Rosmiati dari jajaran Kominfo, Bapak Ismail Cawidu Kepala Humas Kominfo, Bapak Sudaryono dari kepala biro Indosiar Yogyakarta, Bapak Prof, Dr, Henry Subiakto Guru besar Komunikasi dari Universitas Erlangga Surabaya yang juga sekaligus staf ahli Kominfo. Selain blogger dan Nitizen hadir juga hadir siswa dan pendidik dari salah satu sekolahan di Klaten.

Sekarang ini, menurut hasil survey masyarakat Yogyakarta memiliki setidaknya lebih dari satu smartphone untuk menunjang aktifitasnya sehari-hari, selain untuk berinteraksi dengan rekan kerja dan teman-temannya, media sosial di Yogyakarta banyak di gunakan oleh warganya untuk mempromosikan potensi daerah dan wisata yang ada, salah satunya dengan mempromosikan kampung-kampung wisata yang ada di Yogyakarta, kata Kepala Humas Kominfo Yogyakarta.

Dalam sambutannya ibu Rismiati, dari Kominfo mengatakan bahwa Pemerintah dalam hal ini Kominfo lewat dirjen Informasi publik adalah penyedia informasi, negara hadir dalam kehidupan masyarakat. Dan di harapkan masyarakat dapat ikut ambil bagian dalam penyebaran informasi positif tentang daerah dan tempatnya tinggal. Dan nantinya di harapkan informasi positif tersebut akan menyebar dan di tiru di daerah lain. Dengan aktifnya masyarakat aktif menyebarkan informasi positif ini di harapkan akan semakin mempercepat laju pembangunan sampai ke daerah-daerah yang terpencil.


Sementara itu Bapak Ismail Cawidu selaku kepala Humas Kominfo mengatak, Untuk mengantisipasi kejahatan yang di timbulkan oleh media sosial, pemerintah telah mempersiapkan undang-undang cyber crime, yang sudah di siapkan sejak tahun 2000. Salah satu kasus mencolok yang berhubungan dengan media sosial adalah kasus Prita Mulyasari, komplain beliau tentang pelayanan sebuah Rumah sakit di Tangerang berujung dengan jeruji penjara, karena pihak rumah sakit merasa di permalukan. Kasus berikutnya yang sedang hangat adalah kasus Flowrence Sihombing, mahasiswi di Yogyakarta yang berkata kasar di media sosial tentang kota Yogyakarta. Yang berujung dengan banyak protes dan tuntutan dari masyarakat Yogyakarta terhadap Flowrence Sihombing. Agar kasus- kasus serupa tidak terulang lagi, makanya buku Cakap bermedia sosial ini di terbitkan.

Yang aktif di Facebook pasti paham, sekarang ini mulai banyak feed Facebook yang berisi Contoh video dan gambar senonoh di banding dengan kabar yang positif dan membangun. Tidak hanya di Facebook, di media lain seperti Twitter juga marak tweet yang isinya menebarkan kebencian, apalagi sejak pilpres beberapa tahun yang lalu, Twitter seperti menjadi ajang propaganda untuk saling menjatuhkan antar kandidat presiden. Walaupun pilpres sudah lewat dan presiden sudah terpilih, dengan pak Jokowi sebagai presiden terpilih. Akan tetapi benih-benih kebencian belum bisa hilang begitu saja dari timeline. Hal tersebut di paparkan oleh pak Henry menanggapi hiruk-pikuk media sosial sekarang ini.

Tapi beliau mengajak masyarakat untuk memilih informasi yang positif dan membangun, meninggalkan informasi yang berbau fitnah, adu domba, kebencian dan lain sebagainya. Karena informasi positif di sosial media tak kalah banyaknya. Tinggal kita memilahnya. Jadikan media sosial untuk komunikasi, interaksi sosial, informasi dan pengetahuan, komunitas, hiburan, sampai marketing dan bisnis.


Buku Cakap bermedia sosial ini layak di baca untuk panduan aktif sosial media anda, tulisannya enak di baca dan di mengerti oleh semua kalangan, baik anak muda maupun orang tua. Di sajikan dalam bentuk komik di serati dengan tips bermedia sosial dan contoh kasus yang boleh dan tidak boleh kita lakukan dalam bermedia sosial. Buku ini tidak di jual bebas, tetapi bagi komunitas dan masyarakat yang pengen memilikinya bisa kirim email ke Kominfo terlebih dahulu atau mention @kesrakominfo.

21 Mei 2016

Festival Pelajar kota Magelang 2016

Festival Pelajar kota Magelang 2016
Tadi siang, (21/05/2016) di Alun-alun kota Magelang ribuan pelajar se- kota Magelang mulai dari TK sampai SMA hadir memenuhi Alun-alun kota Magelang dalam rangka mengikuti serangkaian acara Festival Pelajar kota Magelang 2016.
Festival Pelajar kota Magelang 2016
Berbagai lomba diadakan untuk memeriahkan Festival Pelajar tahun 2016 ini, diantaranya Lomba kreasi karya daur ulang barang bekas untuk murid SLTP dan SMU, lomba mewarnai untuk siswa TK dan SD, lomba suporter untuk pelajar SD sampai SMU, lomba tarian kolosal dan lomba mewarnai yang di ikuti oleh siswa sekolah taman kanak-kanak- kanak.

Untuk bisa mengikuti serangkaian lomba di Festival Pelajar ini, terbilang cukup mudah dan murah, misalnya untuk lomba mewarnai siswa hanya di pungut biaya 2 ribu rupiah untuk biaya pendaftaran, dan saat pendaftaran ulang uang tersebut di kembalikan lagi oleh panitia, dan para peserta juga masih mendapat snack dan minum. Berbagai hadiah menarik di sediakan dalam festival pelajar ini seperti Laptop, Smartphone dan berbagai hadiah menarik lainnya.
Festival Pelajar kota Magelang 2016
Selain berbagai lomba di atas, dalam acara Festival Pelajar ini juga di Kampanyekan bahaya anti narkoba. Para pelajar di beri penjelasan mengenai bahaya narkoba bagi manusia. Dengan adanya kampanye anti narkoba ini di harapkan pelajar kota Magelang terhindar dari bahaya narkoba. Karena setidaknya setiap hari 10 orang meninggal dunia karena kecanduan memakai narkoba.

Selain kampanye bahaya narkoba, pihak penyelenggara juga mengajak para pelajar yang hadir untuk tetap optimis, tetap semangat belajar dan mempunyai cita- cita yang tinggi dan menjauhi hal-hal hal negatif yang akhir-akhir ini sedang semarak terjadi di kota-kota besar di Indonesia, yaitu pergaulan bebas dan tawuran pelajar.
Festival Pelajar kota Magelang 2016
Kebetulan saya tadi siang juga hadir bersama istri di Alun-alun kota Magelang ikut menyaksikan acara Festival Pelajar 2016 ini, sambil menemani Putri kecil saya Disa ikut lomba mewarnai. Sebenarnya acara semacam ini terlalu berat untuk anak saya yang masih berumur tiga tahunan, tapi karena anaknya ngotot pengen ikut lomba bersama teman-temannya, ya terpaksa kami ikut daftarkan dalam lomba mewarnai. Hasil mewarnai Disa anak saya agak berantakan, dan kurang rapi. Karena tidak ada persiapan seperti anak yang lainnya, karena krayonnya aja beli saat acara di mulai. Tapi setidaknya dengan mengikuti Lomba mewarnai ini anak kami jadi tambah pengalaman, tambah berani tampil di depan khalayak banyak.

02 Mei 2016

Masjid Al-Falaah Jongkang, Sariharjo, Ngaglik, Sleman Yogyakarta

Selain untuk tempat ibadah warga Jongkang dan sekitarnya, Masjid Alfalaah ini juga di pakai untuk mengaji anak-anak di sore hari. Remaja masjidnya juga termasuk aktif memakmurkan masjid dengan menyelenggarakan kegiatan rutin saat peringatan hari-hari besar Islam. Ternyata Masjid Alfalaah ini juga aktif di media sosial, berinteraksi dengan warga. Mensosialisasikan kegiatan masjid di Twitter dan Facebook.
Jalan Tentara Pelajar, merupakan salah satu jalan tersibuk di Sleman selain Jalan Kaliurang. Setiap hari ribuan kendaraan hilir mudik melewati jalan ini, Berbagai tempat usaha juga banyak berdiri di sepanjang jalan, dari Angkringan, Warung makan Tradisional, Berjejer-jejer minimarket seperti Indomaret, Alfamart, Circle K sampai Restoran dan Hotel berbintang ada di sepanjang Jalan Tentara Pelajar ini. Bahkan lebih dari itu, Panti Pijat sampai tempat Karaoke juga ada. Boleh di kata segalanya bisa di dapatkan dengan gampang dan mudah di sepanjang jalan ini, selagi ada uang. 

Selain bejejer-jejer tempat hiburan, Hotel, Minimarket yang dapat kita temui dengan mudahnya di sepanjang Jalan Palagan Tentara Pelajar Sleman ini, Di sepanjang Jalan ini juga terdapat banyak Masjid dan Mushola, hampir setiap 500 meter terdapat Masjid. Yang mengagumkan hampir setiap waktu Shalat tiba masjid-masjid tersebut selalu ramai oleh jamaah yang akan menjalankan kewajiban Shalat, sembari beristirahat setelah istirahat setelah lelah dengan rutinias sehari-hari.

Salah satu Masjid yang ada di Jalan Palagan Tentara Pelajar tersebut adalah Masjid Al-Fallaah Jongkang, Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman. Saat waktu Shalat tiba, terutama waktu Shalat Dhuhur, Masjid ini selalu ramai oleh jamaah menjalankan Shalat Dhuhur. Bahkan jamaah shalat Subuh juga tidak kalah banyaknya, malah lebih banyak di banding dengan waktu shalat seperti Maghrib maupun Isyak.

Arsitektur Masjid Alfalaah ini tidak beda jauh dengan umumnya masjid-masjid di Yogyakarta, berbentuk limasan dengan atap berundak. Tidak tahu kapan masjid Alfalaah ini di bangun, melihat bangunannya masjid sudah cukup lama di bangun, akan tetapi karena terawat dengan baik membuat masjid ini masih terlihat bagus dan selalu bersih. 

Beribadah Masjid Alfalaah Jongkang ini sangat nyaman, tidak usah khawatir kepanasan. karena selain beberapa kipas angin yang ada setiap pojok ruangan, Masjid ini juga telah di lengkapi dengan AC yang menyala di setiap waktu shalat tiba. 

Selain untuk tempat ibadah warga Jongkang dan sekitarnya, Masjid Alfalaah ini juga di pakai untuk mengaji anak-anak di sore hari. Remaja masjidnya juga termasuk aktif memakmurkan masjid dengan menyelenggarakan kegiatan rutin saat peringatan hari-hari besar Islam. Ternyata Masjid Alfalaah ini juga aktif di media sosial, berinteraksi dengan warga. Mensosialisasikan kegiatan masjid di Twitter dan Facebook.