20 September 2016

Festik2016: Sistem informasi Desa dan keterbukaan Pemerintah

Festik2016: Sistem informasi Desa dan keterbukaan Pemerintah
 Masih dari Festik 2016 di Gedung Grahatama Pustaka DIY, Setelah mengikuti pembukaan Festik 2016, di lanjutkan dengan Seminar ke-2 dengan judul Internet cerdas, Kreatif dan Produktif  dengan pemateri dari Dirjen Pemberdayaan Informatika, Bareskrim Polri dan BNN. setelah sesi ke-2 ini selesai di lanjut dengan istirahat. Karena pas hari Jum'at, selepas selesai acara saya langsung menuju ke sebuah masjid yang tepat berada di Gedung Grahatama Pustaka DIY.

Setelah shalat Jum'at dan istirahat, saya langsung menuju ke Ruang B, lantai 2 gedung Grahatama Pustaka DIY untuk mengikuti sesi ke-3 seminar Sistem informasi Desa dan Keterbukaan Pemerintah dengan pemateri Bupati Pemalang H. Junaedi, Nana Sturada dari Pemkot Semarang, Andry Johandry dari Relawan TIK Pemalang dan Septriana Tangkary dari Dirjen Pemberdayaan Informatika.

Ini adalah seminar yang saya tunggu-tunggu, karena saya sangat tertarik dengan sesuatu yang membahas tentang informasi Desa. Karena saya sendiri orang desa, dan tau sendiri perkembangan sistem informasi di daerah saya. Masih tertinggal di banding dengan desa-desa di daerah lain.  Materi pertama di sampaikan oleh Andry Johandry dari Relawan TIK Pemalang. 

Mas Johandry berbagi pengalaman bagaimana memajukan desa-desa di Pemalang menjadi desa berbasis TIK. Hebatnya selain melakukan pendampingan ke perangkat desa supaya melek dengan TIK, Relawan TIK Pemalang juga membuat apilkasi sistem informasi desa sendiri dengan nama Sidekem. Sidekem sendiri adalah singkatan dari sistem informasi desa kawasan Pemalang. 

Selain di tingkat Kabupaten, di Pemalang di setiap Kecamatan terdapat Relawan TIK cabang yang tugasnya membimbing perangkat desa di wilayah kecamatan tersebut dalam menggunakan aplikasi Sidekem dan pemanfaatan TIK di masing-masing desa. Setelah Mas Johandry, di lanjutkan dengan pemaparan Bupati Pemalang H. Junaedi dalam memanfaatkan TIK bagi tata kelola informasi desa di Kabupaten Pemalang.
Bupati Pemalang H.Junaedi berbagi pengalaman pemanfaatan TIK bagi kemajuan desa. Foto oleh +Relawan TIK Magelang 
Bupati H. Junaedi menjelaskan dirinya yang tadinya tidak paham dengan dunia TIK sama sekali, menjadi paham dan mengaplikasikannya di 211 desa yang ada di Pemalang berkat kerja keras Relawan TIK Pemalang. Saat ini 211 desa dan 10 kelurahan di Pemalang sudah punya website desa dengan domain go.id. Semua potensi desa seperti tempat wisata, produk pertanian, UKM sampai jumlah KK bisa di lihat disana. 

Dalam aplikasi Sidekem yang di gunakan oleh desa- desa di Pemalang isinya menyangkut Administrasi, Keuangan, Komunikasi desa, Surat menyurat, Rekening desa, RPJM Desa, RKP Desa, APBD Desa, Penyusunan Perdes dan penyusunan LPJ Desa. Aplikasi Sidekem ini juga bisa di gunakan oleh daerah lain secara gratis. Menurut Bupati Junaedi di Pilkades Desember nanti Kabupaten Pemalang akan di laksanakan secara e-voting secara serentak. Keberpihakan adalah yang paling penting bagi seorang pemimpin kata Pak Bupati, makanya di Pemalang ada sekertariat gedung Puspindes yang di dalamya ada fasilitas lengkap seperti komputer dengan jaringan internet yang bisa di gunakan masyarakat luas secara gratis.

Setelah Andry Johandry dan H. Junaedi dari Kabupaten Pemalang menjelaskan pemanfaatan TIK bagi kemajuan desa, sesi selanjutnya di isi oleh Nana Sturada dari Pemkot Semarang yang menjelaskan tentang keterbukaan pemerintah. Pak Nana menjelaskan bahwa yang membutuhkan informasi tentang Semarang tidak hanya masyarakat Semarang saja tapi juga ada masyarakat di luar Semarang seperti wisatawan, pengusaha yang akan berinvestasi di Semarang, dan pihak-pihak lainnya.

Menurut beliau, sebuah kota di bisa di canggih kalau sudah terbebas dari banjir, macet dan ada keterbukaan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi secara terbuka. Untuk menjadikan kota Semarang sebagi sebuah kota yang maju, Pemkot Semarang sudah memulainya dengan membuat aplikasi yang mempermudah operasional sehari-hari bagi aparat di lingkup Pemerintah kota Semarang. Sekarang ini semua jajaran pemerintah baik di tingkat Pemkot sampai RT/RW datanya bisa di lihat secara online di www.semarangkota.go.id 

Semua SKPD dan kurang lebih 14.000 pegawai di pemerintahan kota semarang dan anggota DPRD sudah menggunakan email dengan domain ... @semarangkota.go.id. Semua instruksi bisa di lakukan dalam hitungan menit dan sudah sampai ke level terendah sistem birokrasi dari Pemkot sampai ke kelurahan. 
Ibu Septriana Tangkary Dirjen Pemberdayaan Industri Informatika, menjelaskan dukungan pemerintah untuk sistem informasi desa dan keterbukaan pemerintah. Foto oleh +Relawan TIK Magelang 
Tidak hanya itu saja, sekarang sudah ada ratusan titik wifi gratis di kota Semarang dan akan di tambah lagi setiap tahunnya. Selain wifi gratis di komplek Pemkot semarang juga sudah di sediakan gedung dengan fasilitas lengkap seperti Komputer, Internet, alat musik, dan sarana lain yang bisa digunakan oleh masyarakat semarang secara gratis. 

19 September 2016

Festik2016: Internet Cerdas, Kreatif dan Produktif

Festik2016: Internet Cerdas, Kreatif dan Produktif
Hari Jumat (17/09/2016) yang lalu saya di beri kesempatan untuk bisa hadir sebagai peserta Festival TIK 2016 yang berlangsung dari tanggal 16-18 September 2016 di Gedung Grahatama Pustaka DIY, Jalan Raya Janti No 344 Gedong Kuning, Bantul, Yogyakarta. Festival TIK (Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi) adalah Festival tahunan yang di selenggarakan oleh Relawan TIK Indonesia bekerja sama dengan Kominfo dan pihak-pihak lain yang bergerak dalam dunia IT.

Festik di Yogyakarta kali ini adalah Festik yang ke-5, setelah satu tahun sebelumnya diadakan di kota Bandung, Jawa Barat. Festival TIK diadakan karena semakin berkembangnya dunia teknologi informasi komunikasi (TIK) berkembang sangat pesat, termasuk Indonesia. Terlihat dari banyaknya konten yang ada dan tersedia di lingkungan masyarakat, baik untuk kegiatan sosial maupun bisnis. Yang berimbas pada tumbuh dan berkembangnya para pelaku profesional di bidang TIK. Pemahaman TIK secara umum di gunakan untuk mendukung kegiatan akademis, bisnis, media dan pemerintahan. Namun dalam perkembangannya, pemanfaatan TIK di sekitar kemasyarakatan justru sangat menunjukkan peningkatan yang sangat tajam, karena dengan adanya teknologi informatika tersebut, menjadikan perubahan dalam kehidupan masyarakat yang berdampak pada gaya hidup mereka.  Begitu yang di sampaikan oleh ketua panitia Festik 2016 Muhammad Said Hasibuan dalam kata sambutan bagi undangan peserta Festival TIK via email beberapa hari sebelum Festik di gelar.

Setelah mengikuti pembukaan Festik 2016 yang di hadiri oleh perwakilan dari Kementrian Kominfo, Sultan Jogja, Kemenko PMK dan Direktorat Pemberdayaan Informatika ibu Septi. Berikutya saya mengikuti seminar Internet Cerdas, Kreatif dan Produktif  dengan Pemateri Direktorat Pemberdayaan Industri Informatika.

Sesi pertama di isi oleh Kepala BNN  Yogyakarta, beliau mengungkapkan seluk beluk sindikat narkoba di Yogyakarta. Jogja merupakan sasaran empuk bagi sindikat narkoba, karena Jogja sebagai kota pelajar, banyak mahasiswanya menjadi pasar empuk bagi mereka. Seperti beberapa waktu yang lalu di tangkapnya gembong narkoba asal Nigeria di daerah Taman siswa.
Peserta Seminar Internet Cerdas, Kreatif dan produktif di ruang B, Lantai 2 Gedung Grahatama Pustaka DIY
Sesuai dengan perkembangan jaman yang semakin maju, BNN pun juga menggunakan IT untuk menelusuri jaringan narkoba. Tidak heran apabila akhir-akhir ini banyak sindikat dan pemakai narkoba yang tertangkap lewat penelusuran media sosial seperti Facebook, Twitter dan lainnya.
Pemakai narkoba berawal dari persoalan keluarga yang menjadi masalah suatu wilayah. Dalam kesempatan tersebut Kepala BNN Yogyakarta berharap agar masyarakat aktif terlibat dalam pemberantasan narkoba, apabila mengetahui ada transaksi narkoba bisa menghubungi BNN Yogyakarta.

Sesi berikutnya di isi oleh Direktur pemberdayaan Informatika Ibu Septi Tangkary. Beliau mejelaskan mengenai banyaknya transformasi terjadi dengan adanya internet seperti dunia pendidikan, Budaya dan Sosial di tengah masyarakat. Sekarang ini sedang terjadi kecenderungan di masyarakat membeli gadget mahal, tapi hanya di gunakan untuk hal yang remeh temeh seperti up date status di media sosial. Seharusnya kita bertransormasi dengan gadget yang kita punya. Misalkan gadget yang kita beli 3 juta rupiah. Bagaimana caranya uang  3 juta itu balik lagi dalam waktu singkat. syukur-syukur bisa menghasilkan pendapatan sehari-hari. Misalnya dengan berjualan di marketplace yang lagi marak sekarang ini.

Menurut hasil survey terbaru, Populasi penduduk Indonesia sekarang ini adalah 259 juta jiwa. Dari jumlah tersebut 88, 1 juta adalah pengguna internet aktif. Sungguh suatu yang sangat luar biasa apabila bisa memperdayakannya. Tapi dari jumlah tersebut mayoritasnya atau sekitar 79,1 juta hanya aktif di media sosial. Up date status, up load foto dll.

Istilah yang mengatakan gadget mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat adalah benar adanya. Oleh karena itu beliau mengajak, teruama bagi orang tua agar mengurangi penggunaan gadget ketika bersama keluarga, karena banyaknya gejala penyakit masyarakat seperti LGBT, Fedofil, Radikalisme, Narkoba dan lainnya karena kurang perhatian dan kasih sayang orang tua. Selalu luangkan waktu untuk ngobrol dengan anak, minimal 10 menit.

Selain itu, orang tua juga harus paham bahaya tersembunyi cyber bulying, Cyber Fraud, Porn, Cyber Gambling, Cyber Stalking. Dampingi anak saat berselancar di dunia maya, minimal kontrol dengan sesekali lihat gadgetnya. Karena banyak kode-kode rahasia yang perlu di ketahui orang tua seperti kode sex dll. Kita sebagai orang tua juga harus paham tanda-tanda anak kecanduan pornografi seperti: Di tegur marah, mulai impulsif, sulit konsentrasi, bila di ajak bicara menghindari kontak mata, menyalahkan orang lain, menutup diri, prestasi akademis menurun, hilang empati dan apapun yang di minta harus di turuti.
kode-kode internet yang perlu di ketahui orang tua
Kode-kode di Internet yang sebaiknya di ketahui Orang tua Foto oleh +Relawan TIK Magelang 
Sesi terakhir di seminar Internet cerdas, kreatif dan produktif di isi oleh Bapak Bambang Tjahyono dari Keminfo yang menjelaskan tentang whitelist nusantara. DNS Whitelist nusantara merupakan program untuk mendukung internet sehat yang dapat di akses oleh seluruh kalangan pelajar mulai dari SD, SMP maupun SMA. Saat ini terdapat sekitar 90 ribu lebih konten yang di masukan dalam daftar putih yang dapat di akses masyarakat. Konten-konten ersebut telah di kaji dan di verifikasi oleh tim yang memastikan tidak ada hal-hal negatif yang bebahaya di dalamnya.


18 September 2016

Ngobrol bareng Blogger Yogyakarta: dari Artwork sampai Sakuku BCA


Ngobrol bareng Blogger Yogyakarta: dari Artwork sampai Sakuku BCA
Di era serba digital seperti sekarang, tidak terlalu sulit bagi yang  mau belajar dan beradaptasi dengan teknologi yang dari hari ke hari sangat berkembang dengan sangat cepat. Kalau jaman dahulu hanya orang yang punya jaringan luas dan terkenal saja yang bisa memasarkan produknya secara luas, walaupun punya bakat ataupun produk yang bagus tapi tidak punya jaringan dan terkenal secara luas jangan harap produk atau bakat kita akan di kenal orang.

Hampir setiap hari ada saja postingan viral beredar di linimasa tentang keberhasilan seseorang dalam memasarkan produk maupun jasanya lewat internet khususnya Facebook, Instagram maupun Twitter. Dari hanya berjualan pakaian, kuliner, sampai menawarkan jasa desain. Bahkan ada yang sudah merambah pasar global. Mereka rata-rata masih muda belia, bahkan ada yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Dari sederet kisah-kisah sukses mereka di linimasa, ada satu kebiasaan yang sama yang mereka lakukan sehingga menuai kesuksesan yaitu mau belajar, pantang menyerah dan konsisten dengan passion mereka.

Ngomong-ngomong tentang mereka yang telah berhasil sukses dengan memanfaatkan sosial media, baru-baru ini saya mendapat kesempatan untuk hadir dan belajar di acara Ngobrol Bareng Blogger Yogyakarta yang diadakan di Roaster & Bear, Jl. Margo Utomo No. 52, Gowongan, Jetis, Yogyakarta. Salah satu pembicara yang hadir adalah anak muda Jogja yang telah berhasil dan sukses menjual karya-karya ilustrasinya lewat sosial media. Namanya Mas Cyndo  atau yang lebih terkenal di Instagram dengan akun @yehezkielcyr.

Karya-karya Mas Cyndo yang di bagikan ke sosial media seperti Scrape Frame, Boneka Jepang Mokumoku. Awal mulanya dia hanya iseng membagikan karyanya ke Instagram, ternyata banyak yang tertarik. Hanya bermodal kemampuannya tersebut dia sekarang punya galeri sendiri di daerah Demangan, Yogyakarta.

Ngobrol bareng Blogger Yogyakarta: dari Artwork sampai Sakuku BCA
 Yang mengagumkan Mas Cyndo ini tidak punya latar belakang dunia seni sama sekali. Dia pelajari semuanya secara otodidak dan bergabung dengan komunitas-komunitas seni yang sesuai dengan passionnya. Menurutnya setiap orang punya bakat untuk menggambar, hanya saja mau mengembangkannya atau tidak. Dalam kesempatan tersebut Mas Cyndo juga berbagi tipsnya bagi yang ingin menjadi seniman sukses, yaitu dengan personal branding di Sosial media. Seing-seringlah berbagi apa yang menjadi passion kita. Contohnya di akun Instagramnya Mas Cyndo ini isinya hanya karya-karya ilustrasinya saja.

Sesi kedua dari Ngobrol bareng Blogger Yogyakarta ini adalah tentang inovasi baru dari BCA, yaitu Sakuku. Mas Richard dari BCA menjelaskan bahwa Sakuku ini  baru tahun kemaren di launching. Sakuku adalah dompet elektronik yang dapat di gunakan bertransaksi melalui aplikasi smartphone seperti berbelanja dan isi pulsa.

Selain untuk berbelanja dan isi pulsa. Kita juga bisa bertransaksi  perbankan lain seperti, Top Up/ Cash In pada ATM BCA, Klik BCA individu, BCA mobile, Info Saldo, Mutasi transaksi, Khusus pengguna Sakuku Plus kita bisa Transfer ke sesama pengguna Sakuku, SplitBill atau berbagi tagihan, Tarik tunai di ATM BCA, Melihat teman-teman kita yang juga menggunakan Sakuku, Ubah Profile Picture, Cover Picture, PIN, Aktivasi Sakuku Plus, dll.

Hanya dengan mendoanload Aplikasi Sakuku di Playstore maupun iOS, kemudian mendaftar dengan nomer handphone,  melengkapi data diri seperti nama, tanggal lahir, dan alamat email. Setelah itu kita akan di minta membuat PIN Sakuku yang terdiri dari 6 digit numerik. Praktis dan mudah, karena tidak perlu repot-repot datang ke kantor BCA.  Hebatnya tidak ada biaya adminitrasi bulanan. 

Kita bisa langsung melakukan Top Up/ Cash In rekening Sakuku dengan maksimum saldo adalah 1 Juta dan 5 Juta untuk Sakuku Plus. Terus bagaimana kalau kita ingin mendapatkan layanan Sakuku Plus? Caranya sangatlah gampang. Apabila nomer handphone kita sama antara Sakuku dan m-BCA dan aktif bertransaksi dalam satu bulan terakhir, Kita akan di tawarkan untuk up grade menjadi Sakuku Plus.

Cara kedua, kalau kita memiliki Kartu Paspor/ ATM BCA dapat mengakses menu setting/ Aktivasi Sakuku atau dengan memilih menu SplitBill/ Transfer/ Tarik tunai pada Aplikasi Sakuku. Maka kita juga akan mendapat penawaran untuk melakukan aktivasi Sakuku Plus. Sementara bagi yang bukan nasabah BCA dapat membawa identitas diri  ke cabang BCA terdekat. Bagi yang belum memiliki Sakuku segera download, Dengan Sakuku kita tidak perlu ribet bawa dompet. Karena Sakuku sudah bekerja sama dengan 900 lebih merchant di berbagai kota di Indonesia. Setelah pulang dari acara Ngobrol bareng Blogger Yogyakarta ini saya langsung Download Sakuku lho :)

Ngobrol bareng Blogger Yogyakarta: dari Artwork sampai Sakuku BCA
Setelah Mas Richard selesai menjelaskan tentang Sakuku, acara di lanjutkan dengan stand up comedy, bagi-bagi hadiah dari BCA. Senang sekali saya di beri kesempatan untuk hadir dan mengikuti acara Ngobrol bareng Blogger Yogyakarta ini. Bisa bertemu dengan rekan-rekan Blogger dari Jogja dan sekitarnya, belajar dari dari Mas Cyndo yang sukses dengan karya-karya di Instagram dan yang tidak kalah penting bisa tahu inovasi BCA terbaru yaitu Sakuku langsung dari pihak BCA. Terima kasih untuk Bblog, teman-teman KBJ, dan BCA untuk keseruan acara Ngobrol bareng Blogger Yogyakarta kemaren :)

12 September 2016

Shalat Idul Adha 1437 H di Lapangan Rindam IV Diponegoro Magelang


Alhamdulillah, hari ini masih di beri kesempatan untuk bisa berjumpa kembali dengan hari raya Idul Adha 1437 H. Seperti tahun-tahun sebelumnya hari ini kami sekeluarga melaksanakan shalat Idul Adha di lapangan Rindam IV Diponegoro. Khutbah shalat Idul Adha di bawakan oleh DR.IR. H.Bambang Surendro, M.T., M.A dari Universitas negeri Tidar Magelang.

Shalat Idul Adha di mulai tepat jam 07:00 pagi di ikuti oleh jajaran Kodam IV Diponegoro, Kapolres Magelang dan ribuan masyarakat umum yang tinggal di sekitar lapangan Rindam IV Diponegoro.

Sudah menjadi rutinitas tahunan, di hari- hari besar Islam, Lapangan Rindam IV Diponegoro menjadi tempat shalat Idul Fitri dan Idul Adha. Selain ribuan masyarakat Magelang shalat Idul Fitri dan shalat Idul Adha juga di ikuti oleh jajaran pejabat teras di kota Magelang seperti Walikota, Ketua DPRD, Kepala Kejaksaan, Kapolres dan jajaran kepala Dinas di pemerintah kota Magelang.

Dalam khutbahnya H. Bambang Surendro mengatakan bahwa  hari raya Idul Adha adalah kisah sejarah tentang sebuah keluarga mulia yang di abadikan oleh Allah Azza wa Jalla untuk peradaban manusia. Kisah Ibrahim ' alaihissalam. Melalui kisah beliau Allah Azza wa Jalla menunjukkan kepada kita betapa pentingnya posisi keluarga dalam membangun sebuah peradaban yang besar. Masyarakat yang bahagia, sejatera dunia dan akhirat. 

Selain itu, Idul Adha juga merupakan hari yang bersejarah bagi umat manusia. Karena hari ini merupakan hari kemenangan seorang nabi penemu konsep ketauhidan. Sebuah penemuan maha penting di jagad raya, tidak tertandingi nilainya di bandingkan dengan penemuan para saintis dan ilmuwan. Karena berkat ketauhidan yang di temukan nabi Ibrahim As, manusia dapat menguasai alam dengan menjadi Khalifah alal ardh. Setelah Nabi Ibrahim As menyadari bahwa Allah Azza wa Jalla adalah the Absolute One, Dzat yang paling Esa, maka sejak itu umat manusia tidak di benarkan menyembah matahari, menyembah bintang, menyembah batu dan alam. Ajaran ke-Esaan yang di bawa nabi Ibrahim As telah mengangkat derajat manusia atas alam seisinya. 

Kalau melihat sejarah yang tertulis di Alquran, menunjukan bahwa proses pencarian yang di lakukan nabi Ibrahim As sangatlah berat. Meskipun pada akhirnya nabi Ibrahim As menemukan tuhan Allah Azza wa Jalla, tuhan sekalian alam. Tuhan yang berada sangat dekat dengan manusia baik ketika terpejam maupun ketika terjaga. 

Selain sebagai orang yang menemukan konsep ketauhidan. Beliau juga salah seorang hamba tersukses  di dunia yang mampu menaklukkan nafsu duniawi demi memenangkan kecintaanya kepada Allah sang maha suci.Fragmen ketaatan dan keikhlasannya untuk menyembelih Ismail sebagai anak tercinta yang di idam-idamkannya, adalah bukti kepasrahan total kepada Allah SWT. Bisa di bayangkan Ismail adalah anak yang telah lama di nanti dan di idamkan, Ismail adalah anak tercintanya namun demikian semua itu di tundukan oleh nabi Ibrahim As demi memenangkan cintanya kepada Allah SWT.

Dari penemuan Nabi Ibrahim As atas ke- Esaan Allah SWT dan penyembelihan atas anak tercinta merupakan suatu perlambang bahwa ruang dimana nabi Ibrahim As hidup adalah garis batas yang memisahkan antara kehidupan brutal dan kehidupan berkeprimanusiaan. Penyembelihan terhadap Ismail yang kemudian di ganti dengan domba merupakan tanda bahwa semenjak itu tidak ada lagi proses penyembahan dengan cara mengorbankan manusia ( sesajen). Karena manusia adalah makhluk paling mulia yang tidak pantas di korbankan secara cuma-cuma, meskipun dilakukan secara sukarela. Karena Allah SWT sendiri yang tidak memperbolehkannya, dengan kuasa Allah SWT  Ismail di ganti dengan seekor domba. Itulah beberapa hal yang harus di kenang dari nabi Ibrahim As. 

Allah SWT menganjurkan manusia untuk mengingat dan meneladani kehidupan nabi Ibrahim As terutama ketika merekonstruksi Ka'bah sebagai baitullah. Sehingga berbagai ibadah dan ritual penyembahan kepada Allah SWT menjadi kewajiban bagi umat muslim sedunia yang mampu menjalankannya. Itulah ibadah haji.

Ibadah haji merupakan salah satu ibadah yang sarat dengan simbol dan perlambang. Oleh karena itu jika ibadah haji di laksanakan tanpa mengerti makna yang tersimpan di dalamnya sangatlah percuma, karena hanya menyisakan kelelahan belaka. Kelelahan yang kerontang tanpa kesadaran. 

Meskipun kita jauh dari tanah haram, bukan berarti kita tidak bisa meneladani nabi Ibrahim As. Karena keteladanan itu tidaklah bersifat fisik. Namun sejatinya keteladanan itu berada dalam semangat yang tidak mengenal batas ruang dan waktu. Keteladanan atas ibadah haji dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari ketika kita berinteraksi dengan tetangga, teman, saudara dan umat manusia pada umumnya. 

Ibadah haji di mulai dengan niat yang di barengi dengan menanggalkan pakian sehari-hari di gantikan dengan dua helai kain putih yang di sebut dengan pakaian ihram yang terselip banyak makna. 

Demikian sebagian isi khutbah shalat Idul Adha yang di bawakan oleh bapak H. Bambang Surendro dalam shalat Idul Adha 1437 H tadi pagi di lapangan Rindam IV Magelang. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dan meneladani perjalanan nabi Ibrahim As dari mulai menemukan ketauhidan, merekonstruksi Ka'bah dan pengorbanan dan keikhlasannya memenuhi perintah Allah SWT. Amin 

05 September 2016

Hidup berkah tanpa riba, kembali ke titik nol bersama Saptuari Sugiharto

Hidup berkah tanpa riba, kembali ke titik nol bersama Saptuari Sugiharto
kemaren siang ( Ahad, 04/09/2016) di masjid Asy Syifa' rumah sakit islam kota Magelang, tepatnya sehabis dzuhur, saya bersama ratusan jamaah dari Magelang dan sekitarnya menghadiri seminar Hidup berkah tanpa riba, kembali ke titik nol dengan pembicara Founder Komunitas Sedekah Rombongan Mas Saptuari Sugiharto. Acara ini di selenggarakan oleh Komunitas pengusaha tanpa riba (PTR) Jogja-Jateng. Seminar ini pertama kali diadakan di Magelang oleh komunitas pengusaha tanpa riba setelah beberapa kali menyelenggarakan acara yang sama di kota-kota lain.

Ustad Wawan, selaku ketua komunitas pengusaha tanpa riba Jogja-Jateng dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini di selenggarakan karena semakin maraknya riba di tengah masyarakat, bahkan sudah wajar dan di anggap sebagai sebuah kebutuhan, seperti hutang mobil, hutang motor lewat leasing, cicil rumah lewat KPR dan lain sebagainya. Padahal dalam Al-quran sudah di jelaskan mengenai bahaya dan dosanya riba, bahkan dosa teringan akibat riba seperti menzinai ibu kandung sendiri. Dengan diadakannya acara semacam ini kata Ustad Wawan, akan semakin banyak masyarakat yang meninggalkan riba.

Setelah sambutan dari Ustad Wawan, di lanjutkan dengan Mas Saptuari dengan materi Hidup berkah tanpa riba, kembali ke titik Nol. Mas Saptuari mengatakan banyak dari kita di kepung oleh riba tapi tidak menyadarinya, tawaran penuh jebakan. bukan kebutuhan nekad hutang, hidup menumpuk utang. Ngomong-ngomong tentang riba banyak dari kita yang belum tau apa itu yang di maksud dengan riba? Riba adalah semua utang yang memberikan manfaat. Sudah jelas-jelas di terangkan dalam Al-quran, banyak hadist yang membahas tentang riba. MUI sebagai salah satu lembaga yang menaungi umat islam di Indonesia juga telah mengeluarkan fatwa tentang haramnya riba. yaitu fatwa No. 1 tahun 2004. Akan tetapi entah kenapa banyak yang tidak tau tentang fatwa MUI tersebut.

Sebagaimana kita ketahui selama ini tidak ada tempat di Televisi bagi Ustad-ustad Fiqih Muamalah yang membahas tentang riba. Tapi setelah meledaknya internet dan adanya sosial media seperti Facebook, Twitter, You tube dan lain sebagainya banyak bermunculan ustad-ustad ahli fiqih muamalah yang membahas tentang riba di chanel-chanel mereka. Dan disinilah mulai awalnya banyak masyarakat yang faham tentang hukum riba, sehingga banyak bermunculan di tengah masyarakat komunitas-komunitas anti Riba, salah satunya adalah komunitas pengusaha tanpa riba.

Kita selama ini mungkin sangat antipati dengan alkohol dan daging babi yang di haramkan, akan tetapi sangat toleran dengan riba dan sama haramnya dengan babi dan alkohol. Padahal sudah jelas-jelas dalam Al-quran ancaman bagi para pelaku riba seperti pemakan, nasabah, penyetor, saksi, pencatat dan penyetor riba. Bahkan dalam sebuah hadist shahih, Nabi Muhammad SAW bersabda dosa riba paling ringan adalah seperti berzina 36 kali walau harta riba yang kita makan hanya 1 dirham saja. Banyak jamaah yang hadir termasuk saya di buat terkesima dengan pemaparan mas Saptuari tentang riba ini, karena hampir dari semua yang hadir pernah bersentuhan dengan yang namanya riba. Mas Saptu mengatakan bahwa bisnis bukan hanya soal rugi atau untung tapi juga soal surga atau neraka, maka jangan sampai hanya untuk kesenangan sesaat kita mengorbankan kepentingan yang abadi di akhirat kelak. 

Bukan hanya para jamaah saja yang pernah bersentuhan dengan riba, Mas Saptuari sendiri adalah salah seorang yang pernah terpuruk hidupnya karena riba ini. Kehidupan beliau yang tadinya ayem tentrem mendadak banyak masalah bermunculan setelah tanda tangan riba. Masalah pertama muncul yaitu di tipu karyawannya sendiri senilai 33 juta dan usahanya mulai bankrut, mesin percetakan yang di beli dengan uang riba seharga 80 juta bukannya menambah penghasilan tapi malah merugi 100 juta karena mengalami kersakan di sana sini, duit tabungannya senilai 350 juta juga ludes hanya dalam tiga bulan karena salah perhitungan dalam jual beli forex. Tidak hanya sampai di situ saja, ruko yang selama ini menjadi kantornya sehari-hari di bobol maling, kerugian yang dia derita mencapai ratusan juta belum lagi komplian dari pelanggannya yang orderannya belum di kerjakan karena tidak ada alat produksi. Selang tidak begitu lama beliau mengalami kecelakaan di daerah Purwokerto, Mobilnya masuk jurang. Istrinya juga ikut-ikutan kecelakaan saat mengendarai motor. 

Selain mengisahkan dirinya sendiri yang terpuruk, masalah demi masalah mendatanginya tanpa henti setelah bersentuhan dengan riba. Mas Saptuari juga bercerita banyak orang dari yang hanya sopir  angkot sampai Vice Presiden di salah satu bank nasional dengan gaji puluhan juta perbulan yang akhirnya memutuskan resign hanya karena bersentuhan dengan riba setiap harinya. Salah seorang jamaah bertanya Di jaman yang serba kapitalis seperti sekarang ini apakah kita bisa hidup tanpa riba? Mas menjawab dengan menyampaikan sabda Nabi Muhammad SAW, Bahwasanya akan hadir di suatu masa semua orang akan memakan riba, sampai-sampai yang tidak makan riba akan kena debunya. 

Ada jamaah lain yang bertanya bagaimana hukumnya dengan berhutang ke bank syariah? apakah tergolong riba juga sementara bank tersebut sudah menerapkan prinsp-prinsip syariah? Mas Saptuari mengatakan bahwa bank Syariah di Indonesia belum murni syariah, karena terpentok dengan aturan Bank Indonesia. Jadi walaupun namanya syariah, masih ada riba di dalamnya. Seperti bagi hasil  yang telah di tetapkan keuntungannya di depan, sementara dalam prisip syariah dalam bagi hasil harus siap untung dan juga harus siap rugi. Mas Saptuari mengajak kepada jamaah yang hadir untuk meninggalkan hal-hal yang berbau riba karena dosanya ngeri banget.

Di akhir acara Mas Saptuari berbagi tips agar terbebas dari riba
1.Taubat
2.Berazam/ bercita-cita sampai mentok meninggalkan riba
3.Perbaiki ibadah secara total. baik ibadah wajib maupun yang sunah terutama shalat, karena sabar dan shalat sebagai penolong
4.Perbanyak doa dan dzikir 
5.Minta doa kepada kedua orang tua terutama ibu, apabila sudah meninggal bisa beramal dengan di niatkan pahala buat mereka
6.Naikan pendapatan
7. Tunda kesenangan 
8.Perbanyak sedekah, dalam sebuah hadist Nabi Muhammad SAW bersabda kalau doa kita penge di kabulkan bantulah orang lain. 

Sebelum mengakhiri tausyiahnya Mas saptuari mengajak jamaah agar semakin mendekat ke Allah SWT, Ikuti aturannya jangan ngeyel. Insya Allah keberkahan akan menghampiri kita. 

31 Agustus 2016

Berkunjung ke Masjid Pangeran Puger di Mantrijeron Yogyakarta

Yogyakarta selain banyak memiliki tempat wisata yang sudah terkenal seperti Keraton, Malioboro maupun Tugu Jogja yang sudah menjadi tujuan wajib setiap berkunjung ke Yogyakarta. Tapi juga banyak memiliki tempat wisata religi yang tersebar di berbagai tempat di Yogyakarta. Salah satu wisata religi yang layak di kunjungi setelah masjid Agung Keraton Yogyakarta adalah Masjid Pangeran Puger di daerah Mantrijeron Yogyakarta.

Beberapa waktu yang lalu, ketika berkunjung ke kantor teman yang ada di daerah Pojok beteng Yogyakarta. Pas lihat-lihat sekeliling jalan Pojok beteng, ada sebuah masjid yang unik namanya Masjid Pangeran Puger. Sekitar tiga tahunan yang lalu, saya pernah lewat dekat masjid ini naik bus trans Jogja , melihat namanya terbersit dalam hati suatu saat nanti akan saya kunjungi. 

Dan karena sebuah kebetulan atau apa beberapa hari yang lalu, saya berhasil mengunjungi Masjid Pangeran Puger ini, karena waktu itu saya berkunjung waktu pagi hari kondisi masjid sangat sepi tidak ada jamaah yang berada dalam masjid. Sebenarnya saya pengen tahu banyak mengenai asal usul Masjid Pangeran Puger ini. Melihat namanya kita tentu akan mengaitkannya dengan nama besar bangsawan keraton Yogyakarta dahulu yang namanya juga Pangeran Puger. 

Bisa jadi masjid ini di bangun oleh Pangeran Puger, seperti namanya Masjid Pangeran Puger. Seperti banyak sejarah yang menceritakan banyak masjid atau tempat ibadah yang di namai dengan nama pembuatnya. Setelah saya keliling melihat keadaan di dalam masjid, saya mampir ke beberapa ruko yang letaknya persis di samping masjid Pangeran Puger. 

Ketika saya tanya asal usul sejarah nama Pangeran Puger, semuanya mengatakan kalau tidak tau sejarah mengenai asal-usul masjid ini. Ada yang mengusulkan agar saya berkunjung ke salah satu ruko yang jaraknya tidak jauh dari masjid, karena pemilik ruko tersebut merupakan salah satu keturunan pengelola masjid Pangeran Puger. Sayapun mengunjungi ruko yang si maksut, tapi mungkin karena belum beruntung pemilik ruko tersebut sedang tidak ada di rumah.

Masjid Pangeran Puger terletak di Jl. Letjend MT Haryono No.81 Suryodiningratan, Mantrijeron Yogyakarta. Masjid ini unik sekali, selain karena namanya tapi juga letaknya karena kanan kirinya di apit oleh ruko-ruko di Jalan MT. Haryono, bahkan masjid ini terlihat dari depan hanya seperti sebuah ruko dengan pintu gerbang dan papan nama yang bertuliskan masjid Pangeran Puger. Tapi setelah masuk ke dalam masjid, ternyata cukup luas, bahkan bangunannya terdiri dari dua lantai, jadi selain di apit kanan kiri oleh ruko masjid ini juga persis di belakang ruko-ruko tadi.
Terlihat dari bangunannya, Masjid ini sudah berusia puluhan tahun, bisa juga berusia ratusan tahun sebagaimana namanya yang mengambil nama dari Pangeran Puger. Sebenarnya akan lebih bagus lagi kalau masjid ini juga di lengkapi dengan papan informasi tentang sejarah asal-usul masjid ini di bangun, akan semakin banyak orang penasaran seperti saya yang berkunjung kesana, karena tentu saja selain untuk beribadah kepada Allah SWT, banyak yang ingin tahu sejarah asal-usul masjid ini sebagaimana nama besar Pangeran Puger.