17 Agustus 2016

3 tempat menarik yang wajib di kunjungi selama di Yogyakarta

3 tempat menarik yang wajib di kunjungi selama di Yogyakarta
Yogyakarta merupakan destinasi wisata kedua di Indonesia yang paling banyak di kunjungi setelah Bali, dengan kekayaan budaya dan tradisi yang masih terjaga sejak berabad-abad yang lalu, di tambah dengan keberadaan Keraton Yogyakarta yang merupakan penjaga dan pengawal tradisi di tengah masyarakat yang sudah banyak meninggalkan adat budaya  budaya ketimuran, terutama adat Jawa. Menjadikan Yogyakarta memiliki daya tarik tersendiri di bandingkan dengan daerah-daerah lain di Indonesia.

Dengan banyaknya tempat tujuan wisata di Yogyakarta, baik itu wisata Budaya, wisata alam yang tersebar di berbagai tempat,  seperti Gunung Kidul dengan berbagai macam keelokan pantainya, Bantul dengan pantai Parangtritis yang sudah terkenal sejak dahulu kala, di tambah dengan berbagai cerita mistis yang menyertainya dan di percaya oleh sebagian masyarakat di pesisir selatan pulau Jawa. Wilayah Sleman dengan wisata alamnya seperti Kaliurang dan Gunung Merapi. Dan tentu saja wisata Budaya yang dapat kita jumpai di kota Jogja seperti Sekaten, Grebeg Maulud, dan tradisi-tradisi lain yang hanya bisa kita saksikan di Yogyakarta.

Selain identik dengan wisata budayanya, Yogyakarta juga tidak bisa kita pisahkan dengan Angkringan yang terdapat hampir di setiap gang, Bakmi Jawa, Bakpia dan Gudeg. Selain terkenal dengan kota Gudeg, Yogyakarta juga terkenal dengan kota Pelajar. Tidak terhitung lagi jumlah perguruna tinggi yang ada di kota ini, Dari perguruan tinggi negri terkenal seperti UGM, UII, UIN Sunan Kali jaga, UPN Veteran, sampai berbagai Pondok pesanten terkenal juga terdapat di Yogyakarta.

Kembali berbicara tentang wisata sejarah dan budaya yang ada di Yogyakarta, kita tidak bisa melewatkan tiga destinasi wisata sejarah dan budaya di Jogja ini. Destinasi pertama yang wajib kita kunjungi selama di Jogja adalah Tugu Yogyakarta.

Tugu Jogja terletak di Jalan Jendral Sudirman Yogyakarta, merupakan monumen yang merupakan simbol dari kota Yogyakarta, Di bangun oleh Sultan Hamengku Buwono perama sesaat setelah mendirikan Keraton Yogyakarta. Tugu Jogja ini juga sering di sebut dengan Tugu Golog gilig karena bentuknya yang silinder. Tugu Jogja ini di bangun untuk menggambarkan semangat antara rakyat dan penguasa untuk mengusir penjajahan. Dahulunya Tugu Jogja ini tingginya mencapai 25 meter, tetapi karena gempa bumi yang melanda Yogyakarta tahun 1867 mengakibatkan bagian atas Tugu ini runtuh, sempat terbengkalai selama dua tahun akhirnya Tugu Jogja di renovasi lagi dengan ketinggian 15 meter. 

Hampir setiap hari Tugu Jogja ini tidak pernah sepi dari pengunjung, dari hanya yang sekedar foto-foto ataupun duduk-duduk di bangku yang tersedia di pojok, sambil membaca sejarah tentang Tugu Jogja yang terpajang pada sebuah batu berdinding kaca. Selain sejarah Tugu Jogja juga terdapat sejarah di pilihnya kota Yogyakarta sebagai ibu kota Keraton Yogyakarta.
3 tempat menarik yang wajib di kunjungi selama di Yogyakarta
Tempat menarik kedua yang wajib di kunjungi ketika berada di Yogyakarta adalah Malioboro. Malioboro adalah salah satu jalan yang membentang dari Tugu Yogyakarta sampai perempatan jalan Kantor Pos besar Yogyakarta. Jalan Malioboro ini terkenal dengan pedagang kaki lima yang menjajakan souvenir khas Jogja dengan harga murah meriah, Warung lesehan khas Jogja dengan Gudeg sebagai menu utamanya, Juga sering kita saksikan para seniman jalanan dengan berbagai musik khasnya. Di sepanjang Jalan Malioboro terdapat tempat menarik untuk di kunjungi seperti Stasiun Tugu, Gedung Agung, Pasar Beringharjo, Beteng Vredeburg, dan Monumen serangan 1 Maret yang berada di nol kilometer Jogja. 

Sekarang ini Jalan Malioboro sedang dalam renovasi besar-besaran, trotoar jalan yang selama ini sempit akan di perlebar dan di khususkan untuk pejalan kaki, sepeda motor yang selama ini parkir di sepanjang jalan Malioboro mulai di relokasi ke tempat parkir baru sehingga tidak mengganggu kenyamanan Malioboro. 

Tempat ketiga yang wajib di kunjungi selama di Yogyakarta adalah Keraton Yogyakarta Hadiningrat. Keraton Yogyakarta ini merupakan satu-satunya Keraton di Indonesia yang masih aktif dengan Sultan Hamengku Buwono X sebagai rajanya, Selain menjadi raja Sri Sultan juga menjabat sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta secara turun temurun. Keraton Yogyakarta di dirikan oleh Pangeran Mangkubumi atau Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1755 setelah perjanjian Giyanti. Di dalam Keraton kita dapat menyaksikan bagaimana budaya Jawa itu sebenarnya, sekaligus belajar sejarah periode raja-raja Keraton Yogyakarta mulai dari  Sri Sultan Hamengku Buwono I sampai Sri Sultan Hamengku Buwono X sekarang ini. 
3 tempat menarik yang wajib di kunjungi selama di Yogyakarta
Berlibur ke tempat-tempat menarik di Indonesia seperti Yogyakarta saat musim liburan tiba memerlukan persiapan khusus sejak jauh-jauh hari. Seperti memilih hotel, Tiket pesawat sampai travel yang akan mengantarkan kita dari tempat wisata yang satu ke tempat wisata yang lainnya. Tapi jangan khawatir, Di era serba digital seperti sekarang ini kita tidak usah bingung-bingung mempersiapkannya, Tiket Pesawat, Hotel, Kereta Api bisa kita pesan secara online di Traveloka melalui Aplikasi di Smartphone kita atau bisa juga Klik Disini. Dengan memesan tiket jauh-jauh hari sebelum keberangkatan harganya akan lebih murah daripada belinya dadakan. 

06 Juli 2016

Shalat Idul Fitri 1437 H di Masjid Agung Kauman Magelang


Alhamdulillah,  tahun ini kembali bisa menjalankannya shalat Idul Fitri di kampung halaman Magelang, setelah setahun yang lalu harus Shalat Ied di Yogyakarta, yaitu di Alun-alun Kidul. Walau masih sama seperti tahun-tahun yang lalu, lebaran masih kerja. Tapi masih bersyukur lebaran tahun ini Shalat Idul Fitri di Magelang.

Alhamdulillah,  tadi pagi saya dan ribuan warga Magelang bisa hadir di areal komplek Masjid Agung Kauman Magelang untuk ikut melaksanakan shalat Idul Fithri 1437H, halaman masjid, jalan raya depan masjid sampai Alun- alun sampai penuh oleh warga Magelang yang akan melaksanakan shalat Idul Fitri.


Masjid Agung Kauman adalah salah satu tempat favorit untuk melaksanakan shalat Idul Fitri dan Idul Adha di Magelang setelah Lapangan Rindam Diponegoro yang ada di kelurahan Gelangan, Magelang Tengah.
Masjid Agung Kauman ini sudah berdiri sejak ratusan tahun yang lalu, termasuk Masjid tua di Magelang, dulunya selain untuk tempat ibadah dan syiar Islam, sering di gunakan oleh para ulama di Magelang untuk tempat pertemuan para pejuang mengatur strategi melawan Belanda.

Dari tahun ke tahun Masjid Agung Kauman ini masih sama persis bentuknya dengan pertama kali di dirikan, hanya di perluas seperti yang bisa kita saksikan sekarang ini, yang dulunya hanya berupa langgar kecil. Konon kalau tidak salah Masjid Agung Kauman ini termasuk salah satu cagar budaya yang ada di Magelang.


Dalam khutbahnya, khatib mengajak jamaah untuk istiqomah dengan amalan kebaikan yang selama ini di kerjakan selama bulan Ramadhan seperti Shalat malam, baca Al-Quran, Beramal dan lain sebagainya. Sebagai umat muslim, seharusnya kita tidak harus berlomba-lomba berbuat amal kebaikan di bulan Ramadhan saja, tapi kalau bisa setiap hari. Karena dalam Al-Quran dan hadist yang mewajibkan untuk beramal soleh setiap hari.

Selain menjaga keistiqomahan amalan- amalan kebaikan selama bulan Ramadhan, beliau juga mengajak untuk memperkuat tali silaturahmi, apalagi di bulan Syawal ini, sudah menjadi tradisi di masyarakat Indonesia khususnya dan Magelang pada umumnya untuk bermaaf-maafan, bersilaturahmi berkunjung ke teman, sanak famili. Bahkan sampai di bela-belain mudik puluhan kilometer dengan biaya yang tidak sedikit. Tetap jaga tali silaturahmi walaupun bulan Syawal telah berlalu dan lebaran hanya sebulan.


Shalat Idul Fitri 1437 H di masjid Agung Kauman tadi di mulai sekitar jam 07:00, semua jamaah tampak khusuk bertakbir menyerukan kebesaran Allah SWT, atas nikmat yang telah di berikan.

Saya dan keluarga mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1437 H, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Amin

02 Juli 2016

Ngabuburit Di Masjid Agung Al-aqsa Klaten


Beberapa yang lalu bersama teman, saya singgah ke Masjid Agung Al-aqsa di Klaten.kebetulan di siang harinya kami ada meeting tentang program baru di kantor Delanggu Klaten. Meetingnya relatif sebentar karena hanya mendengarkan presentasi tentang toko Virtual yang baru saja di launching beberapa bulan yang lalu. Ternyata meetingnya selesai lebih awal dari jadwal sebelumnya, dan jam tiga sore meetingnya sudah selesai. Sudah sedari awal kami sudah berencana sepulangnya dari Delanggu akan mampir ke Masjid Agung Al-aqsa di daerah Jonggrangan Klaten Utara.

Jam lima sore kami sampai di komplek Masjid Agung Al-aqsa, di sekitar masjid sudah ramai warga yang ngabuburit menunggu waktu Buka puasa tiba, beberapa tampak asyik foto-foto dengan latar belakang Masjid Agung Al-aqsa. Banyak warga yang antusias berkunjung ke Masjid Agung Al-aqsa ini, karena Masjid Agung Al-aqsa ini baru di buka untuk umum tanggal 03 Juni yang lalu di tandai dengan shalat perdana yang di ikuti oleh ribuan warga Klaten.

Karena waktu terbukanya masih lama, kami juga menyempatkan diri berfoto-foto dengan latar belakang Masjid Agung Al-aqsa. Sudah lama saya ingin mampir ke Masjid ini, karena waktu itu proses pembangunannya belum selesai, saya hanya bisa melihat-lihat dari kejauhan saat lewat menuju ke kantor di daerah Delanggu.

Konon Masjid Agung Al-aqsa ini merupakan masjid termegah di seantero Solo raya, di bangun dengan anggaran APBD kabupaten Klaten senilai 65 Milyar rupiah, sesuatu yang sangat fenomenal untuk sebuah Masjid. Tapi juga sebanding dengan dana yang di keluarkan, masjid ini terlihat megah seperti Masjid Dian Al- Mahri di Depok Jawa Barat. Beberapa bagian masjid masih dalam tahap pengerjaan seperti Menara Masjid, tampak beberapa pekerja sibuk bekerja mengerjakan Menara Masjid walaupun dalam suasana bulan Ramadhan.

Masjid Agung Al-aqsa ini mempunyai tiga lantai, ketika masuk ke dalam masjid kita akan si suguhkan kemegahan interior masjid yang jarang kita lihat seperti pintu besi berukuran raksasa dengan tulisan arab kuning emas, ruang transit bagi jamaah, kantor takmir masjid, kamar mandi dan tempat kencing yang layaknya di hotel berbintang, kolam di samping kanan dan kiri masjid, ada lift untuk menuju ke lantai dua dan tiga Masjid Agung Al-aqsa ini. 

Dari ruang transit menuju lantai dua selain bisa lewat lift, bisa juga dengan menaiki anak tangga, menariknya di masjid ini bagi para penyandang disabilitas juga di sediakan jalan bagi mereka yang berkursi roda, baik untuk menuju ke tempat wudhu maupun ke ruangan utama masjid.

Di bagian utama masjid kita dapat menyaksikan beberapa pilar megah yang menyangga masjid, dengan penerangan yang lengkap ruangan utama masjid tampak terang sekali terutama di bagian kubah yang bertuliskan kaligrafi bertuliskan lafadz Allah SWT. Di bagian utama Masjid ini kita juga dapat menyaksikan mihrab unik bertuliskan lafadz Al- Fatihah dan Al- Isra berwarna kuning emas. Sedangkan bagian atas mihrab tertulis Al- Aqsha yang juga berwarna kuning emas. 

Tak terasa melihat-lihat interior Masjid Al-Aqsha ini, waktu sudah menunjukkan adzan Maghrib untuk daerah Klaten dan sekitarnya. Tampak puluhan jamaah berkumpul di ruang transit di bagian depan masjid membentuk kelompok-kelompok kecil sambil menikmati aneka takjil untuk berbuka puasa. Karena tidak membawa bekal untuk berbuka, dan di sekitar masjid juga tidak ada pedagang yang jualan. Untuk membatalkan puasa kami pergi ke Alfamart yang kebetulan letaknya persis di seberang jalan depan Masjid Agung Al-aqsa ini.

Teh manis dan sepotong roti yang kami beli di Alfamart menjadi hidangan berbuka puasa sore itu. Setelah selesai kami menuju ke ruangan utama masjid menunaikan shalat Maghrib. Karena masih ada keperluan lain kami langsung pulang kembali ke Jogja, tampak jamaah mulai berdatangan untuk mengikuti shalat tarawih berjamaah, parkiran masjid terlihat penuh dengan kendaraan.

30 Juni 2016

Berkunjung Ke Kampung Ramadhan Jogokariyan Yogyakarta


Salah satu keberuntungan tinggal di kota-kota besar seperti Yogyakarta adalah saat bulan Ramadhan tiba, dan itu yang selalu saya syukuri selama ini. Tinggal di Yogyakarta memungkinkan kita untuk bisa mendapatkan ilmu dan pencerahan dari para ulama terkenal di berbagai masjid yang ada di Yogyakarta. Beda jauh kalau selama Ramadhan hanya berdiam diri di kampung halaman, setiap hari Ustadnya pasti itu-itu saja, dan cermahanya sudah dapat kita tebak seperti apa. Bukannya ustad di kampung halaman kita tidak bagus, tetapi dengan mengikuti ceramah ustad yang belum pernah kita kenal sebelumnya ataupun yang sering muncul di televisi akan berbeda apabila kita sudah kenal penceramahnya setiap hari.

Salah satu masjid di Yogyakarta yang mempunyai manajemen bagus adalah masjid jogokariyan Yogyakarta. Di hari- hari biasa saja syiar agama berjalan dengan baik, terbukti dengan jamaah yang selalu penuh saat waktu shalat tiba, termasuk shalat subuh dimana di tempat lain jamaahnya hanya bisa di hitung dengan jari.

Sebenarnya sudah dari beberapa Ramadhan tahun lalu saya ingin mengunjungi masjid jogokariyan, akan tetapi karena ada beberapa hal yang tidak bisa di tinggalkan niat tersebut belum terlaksana. Dan akhirnya keinginan saya untuk mengunjungi masjid jogokariyan terlaksana di bulan Ramadhan tahun ini, saya berkunjung bersama teman dari Magelang yang juga tertarik untuk ke jogokariyan setelah melihat profil masjid jogokariyan di sosmed. Masjid Jogokariyan memang rajin membagikan segala kegiatannya di sosmed seperti Facebook, Twitter, Instagram, Telegram dan lain sebagainya.

Salah satu yang menarik dari masjid Jogokariyan adalah namanya, umumnya nama- nama masjid sangat kental dengan nuansa Islam seperti Attaqwa, Al Muhajirin, Al Muttaqin dan lain sebaginya, tetapi Masjid Jogokariyan ini tetap memakai nama Jogokariyan seperti nama daerah di mana masjid ini berada. Selain keunikan namanya masjid Jogokariyan juga memiliki sederet program untuk pemberdayaan umat di lingkungan Jogokariyan, misalnya apabila ada jamaah yang sedang kesulitan keuangan bisa meminjam dana khas masjid untuk keperluan sehari-hari, saat masjid ada tamu dari luar daerah yang studi banding, untuk urusan konsumsi pihak masjid memilih warung-warung yang ada di sekitar masjid secara bergiliran, sehingga semua dapat kebagian jatah.

Dakwah pegiat masjid Jogokariyan tidak hanya di kampung Jogokariyan saja, tetapi juga daerah-daerah lain di sekitar Yogyakarta seperti Magelang, Gunung Kidul, Bantul dll. Pegiat dakwah Masjid Jogokariyan mendampingi pegiat masjid atau musholla di daerah-daerah tadi  dengan manajemen seperti yang ada di Jogokariyan sesuai dengan Visi kampung Ramadhan Jogokariyan membangun Indonesia dari kampung.
 Dan masih banyak sederet program dakwah masjid Jogokariyan yang benar-benar bisa membawa keberkahan bagi masyarakat Jogokariyan dan sekitarnya.

Kampung Ramadhan Jogokariyan adalah salah satu program dari masjid Jogokariyan untuk menyemarakan bulan suci Ramadhan, dan program kampung Ramadhan ini sudah berjalan 12 tahun lamanya setiap bulan Ramadhan tiba. Salah satu kegiatan kampung Ramadhan di masjid Jogokariyan ini seperti sore berkisah, Nasyid asyik, workshop remaja kreatif, nobar dan talkshow, bedah buku, angkringan Ramadhan, talkshow parenthing, buka bersama anak yatim ( buryam) , ngobrol perkara iman (ngopi), Jogokariyan got talent, dan tarawih ala Madinah yang di imami langsung oleh syeikh dari Gaza Palestina di awal Ramadhan.

Masjid Jogokariyan tidak jauh berbeda dengan masjid-masjid lainnya, bangunan masjid juga biasa saja seperti masjid-masjid lain di Yogyakarta, memiliki 2 lantai dan halaman yang luas, di halaman yang sering di sebut dengan plaza Jogokariyan inilah talkshow dan kegiatan lainnya berlangsung sebelum waktu Buka puasa tiba.

Yang membedakan masjid Jogokariyan dengan masjid lainnya adalah jamaahnya, jamaah masjid Jogokariyan selalu penuh setiap waktu shalat tiba. Seperti beberapa waktu yang lalu saat saya berkunjung kesana, walau Ramadhan sudah berlangsung beberapa hari, tetapi jamaah shalat tarawih masih penuh. Jamaah datang ke masjid lebih awal, membaca Alqur'an sambil menunggu waktu shalat Isyak dan Tarawih.

Sehabis shalat Tarawih di depan masjid Jogokariyan setiap harinya masih ada kegiatan tentang dunia dakwah. Saat kemaren saya berkunjung kesana acaranya adalah nonton bareng Serangan- serangan maut Al-Qassam di kota jalur Gaza Palestina. Acara nonton bareng ini diadakan oleh yayasan sahabat Al-aqsa yang ketuanya juga merupakan takmir masjid Jogokariyan.

Nonton bareng Serangan-serangan maut Al-Qassam ini juga menghadirkan Ustad dzikrullah yang dulunya seorang wartawan dan pernah tinggal lama di Gaza dan Suriah. Ustad dzikrullah berharap dengan nonton bareng ini jamaah yang hadir akan semakin semangat dalam beribadah dan berdakwah. Karena banyak pelajaran positif dari para pejuang Al-Qassam ini yang patut kita teladani dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah semangat beribadah dalam keadaan perang jihad membela agama Allah SWT, tetapi semangat mereka dalam beribadah seperti shalat qiyamullail, Tahajud, baca Al-Quran selalu mereka laksanakan setiap malamnya, sambil berdoa meminta pertolongan Allah SWT.

Para pejuang Al-Qassam ini berjuang tidak di bayar, malah sebagian besar dari mereka mengeluarkan harta bendanya dalam jihad ini. Mereka berjuang di malam hari secara bergantian sedangkan siangnya menjadi menjadi guru ngaji, relawan, pelajar dan lain sebagainya. Hanya satu niat mereka berjuang membela agama Allah SWT, dan berharap menjadi Sahid. Keluarga yang di tinggalkan juga hanya punya dua pilihan, pulang dengan selamat atau Sahid dan berharap bertemu kembali di surga salah satu rahasia keberhasilan dan keramaian pejuang- pejuang Al-Qassam di Gaza Palestina adalah mereka selalu menjaga Shalat berjamaah, shalat qiyamullail, Tahajud, Dhuha, membaca Al-Quran dan setiap saat berdzikir kepada Allah SWT. Di akhir nonton bareng Serangan-serangan Al-Qassam, jamaah yang hadir berdonasi untuk penduduk di Gaza Palestina, donasi terkumpul 2 juta lebih, nantinya akan di belikan obat-obatan untuk warga Gaza. Puasa tinggal beberapa hari lagi, tapi masih ada kesempatan untuk menimba ilmu di kampung Ramadhan Jogokariyan, ngabuburit sambil belajar menimba ilmu dari setiap acara yang di selenggarakan oleh Masjid Jogokariyan Yogyakarta.

27 Juni 2016

Bukber di Alun-alun kota Magelang


Boleh di bilang puasa Ramadhan tanpa buka bersama atau yang lebih sering di sebut dengan bukber bersama keluarga, sanak famili, teman sekolah, teman kerja, puasa kita kurang afdhol, selain amalan di bulan puasa lain seperti shalat tarawih, tadarus Al-Quran, itikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan. Bukber ini menjadi wajib bagi sebagian orang apalagi di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, dimana tunjangan hari raya ( THR) sudah di bagikan dan sebagian teman-teman kita sudah mudik untuk merayakan hari lebaran bersama keluarga dan sanak saudara di kampung halamannya.

Acara bukber ini selain niatnya berbuka puasa bareng, juga menjalin tali silaturahmi yang selama ini telah terbina antar keluarga, sanak famili, teman-teman kita. Apalagi yang selama ini tinggalnya berbeda daerah dengan kita. Di momen menjelang lebaran ini mereka yang sudah mudik ke kampung halaman, acara bukber ini juga di jadikan sebagai ajang reuni. Melepas kangen sambil bercerita tentang kehidupan masing-masing, biasanya yang sering di bicarakan selain nikah dan punya anak berapa adalah pekerjaan kita.

Salah satu tempat bukber di Magelang yang wajib di kunjungi selama bulan Ramadhan adalah Alun- alun kota Magelang, banyak orang Magelang di perantauan bilang belum di katakan mudik kalau belum ngabuburit dan bukber di alun-alun Magelang.
Banyak tempat favorit untuk bukber di Magelang dari yang kelas lesehan, angkringan sampai restoran-restoran mewah. Tapi rasanya ada yang kurang kalau belum menyempatkan diri ke Alun-alun Magelang untuk berbuka puasa bareng keluarga, teman maupun kenalan.

Sambil menunggu waktu berbuka puasa kita bisa lesehan di tikar- tikar yang telah di sediakan oleh para pedagang kaki lima di alun-alun sambil menunggu hidangan pesanan kita di siapkan. Melihat anak-anak anak berlarian main layangan, para pedagang asongan menawarkan dagangannya, dan tentu saja para pengamen yang setiap harinya ikut mengais rejeki di sekitar alun-alun. Hal tersebut tidak bisa kita jumpai saat kita bukber di rumah makan ataupun restoran.

Segala macam kuliner mudah kita dapatkan di alun-alun Magelang, seperti Kupat Tahu, nasi goreng, bakmi godog, mie ayam, bakso dan lain sebagainya. Setiap harinya selama bulan Ramadhan ini ratusan orang bukber di alun-alun Magelang, membeli dagangan para pedagang kaki lima di sini. Bisa di bayangkan berapa ratus juta uang mengalir ke para pedagang ini. Dengan buka puasa di alun-alun Magelang ini secara langsung kita telah membantu perekonomian mereka, yang kebanyakan dari mereka adalah masyarakat kelas menengah kebawah.

Selain itu setelah buka puasa selesai kita bisa segera menunaikan shalat Maghrib di Masjid  agung Magelang yang letaknya di sebelah Utara alun-alun. Alhamdulillah kemaren sore, saya bisa bukber bersama anak dan istri di Alun-alun Magelang. Bukber bersama di Alun-alun Magelang  sudah menjadi agenda tahunan selama bulan Ramadhan, bahkan sejak Putri kami dalam kandungan.

23 Juni 2016

Yuk Siapkan 5 Barang Untuk Mengusir Rasa Bosan Saat Mudik

Senang rasanya kembali ke kampung halaman pada momen lebaran tiba setelah menempuh jarak yang sangat jauh dan harus bermacet-macet lantaran biasanya pada momen mudik lebaran, jalan pun akan dipadati puluhan bahkan ribuan antrian kendaraan yang ingin mudik juga. Alhasil rasa bosan, mengantuk, suntuk, dan lelah pun akan menghampiri karena terlalu banyak menghabiskan waktu dijalan. Untuk itu perlu berbagai perlengkapan agar bisa mengusir rasa bosan saat mudik dengan barang-barang berikut ini. 

1. Smartphone 
Siapkan smartphone Anda. Pastikan semua fitur pada smartphone Anda berfungsi dengan baik agar Anda tidak mati gaya saat menempuh perjalanan dan tetap bisa berkirim kabar dengan sanak-saudara yang menunggu Anda dikampung halaman. Dengan smartphone, Anda juga mengusir rasa bosan dengan mencari voucher belanja online murah di Mataharimall.com. Toko online  terbesar dan terlengkap ini ampuh mengusir rasa bosan Anda ditengah-tengah perjalanan mudik. Semua kebutuhan ada di MatahariMall.com mulai dari gadget, kebutuhan rumah, fashion, dan lain-lain ada di toko online satu ini. 

2. Kamera
Banyak hal-hal yang tak terduga disaat-saat perjalanan mudik, jangan sampai momen yang seru tidak Anda bidik atau rekam. Momen yang seru selama perjalanan nanti bisa menjadi cerita nanti saat tiba di kampung halaman. Jangan lupa untuk upload di media sosial agar bisa berbagi pengalaman mudik dengan teman-teman Anda. 

3. Headset atau earphone
Barang ini sangat wajib dibawa. Headset atau earphone bisa menemani perjalanan Anda dengan memutar musik atau lagu-lagu favorit melalui smartphone kesayangan atau dari alat pemutar musik yang Anda miliki. Lantunan atau iringan nadanya bisa mengusir rasa bosan, suntuk, dan bisa mengusir rasa kantuk. 

4. Powerbank 
Terlalu sering menggunakan smartphone bisa membuat daya baterainya tidak bertahan lama. Untuk itu sangat penting membawa Power Bank atau Mobile Charger yang bisa digunakan saat Anda sangat membutuhkannya. 
Kalau keempat barang itu sudah Anda siapkan dijamin mudik pun menjadi menyenangkan meskipun harus berjibaku dengan kemacetan mudik lebaran. Yuk mudik!