Selamat jalan Ibu...........

Selamat jalan Ibu...........

Tak terasa sudah dua puluh enma tahun dalam limpahan kasih sayang ibu,
menemani dalam keadaan suka dan duka, mendidik dan membesarkan agar
anaknya kelak bisa menjadi orang yang berguna tanpa mengharapkan balas jasa
dan tanggal 04 Agustus 2007 jam 15:30.ibu yang selama ini mengasihi harus pergi untuk
selama-lamanya sebelum sempat membahagiakannya

dengan semangat agar anak-anaknya menjadi orang yang secara ekonomi lebih baik
membantu menopang perekonomian keluarga dengan berjualan jajanan pasar setiap
dua hari sekali yang untungnya tak seberapa dan hanya cukup buat uang saku sekolah saja
dengan tabah ia berjualan di pasar kadang-kadang harus menanggung rugi tapi demi masa depan
anak-anaknya dan keluarga ia jalani semua itu dengan tabah dan tanpa mengeluh
bahkan sampai menjual barang-barang berharga untuk membiayai kami sekolah, yang barang
tersebut dari hasil berjualan ..

Dua bulan lebih ibu merasakan sakit, yang semula di kira penyakit mag biasa karena cuma muntah
dan mual , tapi setelah berobat kesana kemari baik ke dokter ataupun paranormal belum ada perubahan
sama sekali dan karena keadaan serius dan sakitnya tidak kunjung sembuh pada tanggal 26 juni 2007
aku di telpon supaya cepat pulang dan sesampainya di rumah langsung aku bawa ke rumah sakit pembantu
di Salaman , dokter mengatakan bahwa ibu kena infeksi rahim dan karena sakitnya tidak kumat lagi
maka di perbolehkan untuk pulang, karena sakitnya tidak kumat lagi maka aku pamit dan minta izin untuk
pulang lagi ke Bogor untuk kerja

hampir selama dua minggu tidak ada kontak dengan orang rumah karena hp yang ku berikan ke adiku sedang rusak
karena terdorong ingin tahu keaadan ibu maka tetangga aku hubungi dan ternyata keaadaan ibu belum jauh beda dengan
yang dulu bahkan sering kumat lagi

karena ibu mengiginkan adiku yang bekerja di Kerawang untuk pulang merawatnya maka adikku pun aku suruh pulang
walaupun belum gajian dan baru satu bulan bekerja , sesampainya adikku di rumah sedang di adakan pengaobatan tradisional
oleh seorang ustad dari Muntilan dan di wajibkan membaca Surat Yasin sebanyak lima puluh kali selama tiga hari
karena masih belum ada perkembangan maka atas saran paman maka di bawa ke RSU Tidar Magelang yang peralatanya
lebih modern dan alhamdullillah keadaan ibu ada sedikit perubahan kumatnya jarang dan mau sedikit makan
akan tetapi dunia ini seperti mau kiamat mendengar vonis dokter yang mengatakan bahwa ibu menderita penyakit
tumor hati dan di indonesia belum ada obatnya

dan terdorong ingin melihat ibu cepat sembuh maka saat gajian tiba ku belikan obat-obatan tianshi yang semuanya
habis 9.38.000.- untuk empat botol obat, dan karena setelah dua hari tidak ada perubahan maka di carikan pengobatan
alternatif lain oleh pamanku

setelah meminta pertimbangan dan saran dari keluarga maka pengobatan alternatifpun di tempuh untuk terapi dan salah satu
nya adalah terapi yang di lakukan oleh paguyuban tri tunggal Jogjakarta dengan mediasi kambing untuk memindahkan penyakit
dari manusia ke hewan dan keadaan ibu pun ada perubahan jadi tidak kumat lagi
karena sudah tidak kumat maka aku minta izin untuk pulang lagi ke Bogor untuk kerja

karena setelah pengobatan terapi di joga belum ada perubahan maka keesokan harinya di bawa lagi ke jogja untuk kontrol
tetapi setelah terapi yang kedua keadaan ibu tidak ada perubahan sama sekali bahkan sering kumat dan sampai esok harinya
malah kritis dan tepatnya jam 15.30 ibuku menghembuskan nafas yang terakhir kalinya

saat di kasih kabar ibu telah meninggal dunia aku masih kerja dan terpaksa saat itu aku buru- buru pulang
dalam perjalan bunyi sms dan telpo tak hentinya berbunyi yang ingin menanyakan masalah pemakaman menunggu
kedatangan ku atau tanpa kehadiranku berhubung hari sudah malam dan waktu tidak mungkin di tunda lagi
maka dengan ikhlas aku relakan aku tidak melihat jasad ibuku untuk yang terakhir kalinya

belum pernah aku merasakan menyesal seperti yang akau rasakan saat ini di saat ibu sakit kita tidak bisa mencarikan obat
yang mujarab untuk kesembuhannya , dan tidak bisa memberikan pengobatan yang maksimal

menyesal karena belum bisa membalas budi baiknya, pengorbanannya mendidik dan memebesarkanku dan belum sempat
membahagiakannay sampai saat terakhir hidupnya.dan saat sakitnya belum parah karena ada pilkades ibu menyuruh untuk
pulang tapi karena alasan kerja aku tak pulang
seandainya saat itu pulang mungkin ibu masih ada saat ini

masih teringat dalam benakku harapan dan pesan ibu setiap aku pulang kampung "jangan suka ikut mabuk-mabukan , jangan
lupa sholat, gajinya di tabung janga boros -boros " dan selalu mengucapkan terima kasih sambil,menangis setiap aku kirim uang
untuk keperluan rumah
dan yang nggak pernah aku lupakan saat ia ngomong dalam keadaan sakit "kalau aku sembuh akan manaqipan " dan semangat
nya untuk sembuh sangat tinggi walaupun setiap saat menahan rasa sakit yang ia derita
dan setiap aku pulang kampung selagi belum sakit selalu nyuciin baju dan dalam keadaan sakit pun ia masih sempet mau
ngerokin saat kepulanganku yang pertama dan sakitnya belum terlalu parah dan masih sempat mau ngasih oleh-oleh jeruk
yang aku beli di pasar

Ya Allah ya rabbi ....terimalah amal kebaikan ibu selama ia di dunia dan ampunilah dosa-dosa nya yang pernah ia perbuat
dan tempatkan ia di tempat yang jauh lebih bagus da lebih baik dari yang ia dapatkan di duniaMu yang fana ini

Ibu aku berjanji kakan selalu membimbing adik-adik supaya menjadi orang yang benar terutama mail dan mewujudkan keinginan
mu yang selama ini belum terwujud terutama harapan mu terhadap aku

Selamat jalan ibu doaku mengiringi mu menghadap ILLAHI

"IBU KASIH DAN SAYANG MU TIDAK AKAN PERNAH TERGANTIKAN
DAN TERLUPAKAN SEPANJANG
MASA "

1 komentar: