29 Januari 2009

Maraknya warung-warung ber AC


Pembukaan cabang mini market memang marak sekali saat ini. Persaingan di usaha ini pun begitu ketat, terutama oleh dua pemain lama seperti Alfamart , Indomaret dan Yomart di Jawa Barat


Jarak antara satu mini market dengan yang lain saat ini begitu berdekatan.bahkan tak jarang di satu jalan saja terdapat dua atau tiga mini market dengan brand yang sama Persaingan terbuka tak bisa dihindari.

Bagaimana nasib warung-warung kecil yang modalnya pas-pasan ? Apakah mereka bisa bersaing dengan warung ber AC itu?

Dapat di pastikan, setelah banyak dibukanya warung-warung moderen itu, satu per satu mereka akan kehilangan pelanggan yang lari ke tempat yang lebih nyaman, produknya lengkap dan manajemen modern itu.


Sebagai pengusaha, tentu mereka mencari peluang dan laba yang setinggi-tingginya. Tapi, kalau itu harus mematikan "orang kecil", kok rasanya sangat tidak adil


Usaha mini market ini memang menjanjikan bagi yang investor . Bayangkan, dengan menyediakan dana beberapa ratus juta saja, mereka bisa menikmati passive income belasan juta rupiah per bulan.Usaha ini benar-benar bisa berjalan dengan sendirinya,mereka tinggal menerima laporan usahanya sambil ongkang-ongkang kaki di rumah


Di sisi lain kehadiran Mini market tersebut banyak menyerap lapangan kerja, misalnya Alfamart yang punya cabang lebih dari 2.500 toko, dengan rata-rata karyawan sepuluh orang setiap tokonya,bisa di bayang kan berapa orang yang kehilangan pekerjaan bila salah satu dari mereka gulung tikar.


kehadiran Mini market berdampak matinya para pedagang kecil yang menggantungkan hidupnya dari warung-warung sederhana itu, tapi juga menjadi ladang penghidupan bagi yang lainnya,

0 komentar:

Poskan Komentar