Pantai Apra Cianjur


Apra memang aneh kedengarannya untuk sebuah pantai.saya sendiri baru mendengarnya dari penduduk sekitar ketika berkunjung kesana kemaren.Nama Apra sendiri berasal dari Angkatan Perang Ratu Adil (APRA). Sebuah Laskar perang di zaman kemerdekaan dulu.tempat ini  menjadi sejarah terjadinya pertempuran Laskar APRA

Apra salah satu pantai di Cianjur yang terletak di kecamatan Sindang Barang atau sekitar 115 Kilometer dari Kota Cianjur.sementara jarak antara Sindang Barang dengan kota kecamatan terdekat  sekitar 20 Kilometer yaitu Tanggeung.

Untuk sampai ke Apra kalo dari Cianjur bisa naik Mini bus dengan tarif sekitar 60-70 ribu, Cukup mahal kalo menurut saya, sama kayak tarif dari Sukabumi ke Magelang dengan Bus ekonomi.dan itupun harus menunggu berjam-jam lamanya karena jumlah Mini bus yang terbatas.Mini bus ini merupakn satu-satunya kendaraan yang menuju ke Cianjur Selatan yaitu Sukanagara, Pagelaran,Tanggeung dan khususnya Sindang Barang dan sekitarnya

Selain jumlah angkutan yang terbatas,akses menuju ke Cianjur selatan  khususnya pantai Apra tergolong sulit,karena di beberapa ruas jalan banyak yang rusak,berlobang yang di tutupi pakai batu kali..jadi kalo yang bawa kendaraan sendiri harus berhati-hati karena jalannya naik Turun,ada beberapa jurang di sepanjang perjalanan,dan masih sepinya jalan karena di kanan-kiri kebanyakan berupa hutan belantara.

Tapi perjalanan yang berliku-liku dan melelahkan itu terbalaskan setelah menginjakan kaki di Apra.Suasana pantai yan indah masih alami belum tercemari sama sekali,Hamparan pasir yang luas,angin dan ombak yang kencang.Muara sungai yang menakjubkan dan menikmati Matahari tenggelam sudah siap menyambut kita 

Sayangnya suasana pantai yang indah dan alami tersebut belum di manfaatkan oleh pemerintah Cianjur sebagai obyek wisata yang bisa menambah pendapatan daerah dan warga di sekitarnya.karena pantai tak terurus, warung-warung yang mulai gukung tikar karena sepinya wisatawan yang berkunjung.

19 komentar:

  1. wah, agaknya perlu ada perhatian dan sentuhan khusus dari pemda setempat, nih, mas ikhsan. sungguh disayangkan kalau pantai apra yang eksotis seperti itu dibiarkan tak terurus.

    BalasHapus
  2. iya pak Sawali,mudah-mudah dengan terpilihnya Bupati yang baru Apra tidak terlantar lagi :)

    BalasHapus
  3. lha bupati anyar e iseh si tjetjep money politic angel kang, jabatan kedua dia pasti agendanya ngumpulin duit balik modal plus bunga-bunganya, sama seperti bosnya yg lg jadi RI-1.

    cianjur sudah saatnya dimekarkan seperti juga sukabumi, sebenarnya wacana cianjur selatan jadi kabupaten sudah lama dengan cidaun sebagai ibukotanya, karena jangkauan yg jauh dari pusat kota kabupaten seperti sekarang akan sangat sulit utk dikembangkan terlebih orientasi pembangunan pemerintah kabupaten sekarang NOL BESAR.

    Walau pemekaran tidak menjamin langsung makmur tapi paling tidak akses antar kota dan kabupaten akan lebih diperhatikan.

    Kapan-kapan touring motor yo rono meneh, muleh e liwat kabupaten bandung hihi..

    BalasHapus
  4. Sampeyan nyalon bupati Cianjur selatan wae :)

    Wah nek touring pake motor gak kuat,jalane rusak parah, kemaren aja arep muntah je :D

    BalasHapus
  5. Wah syarat bupati itu hrs masuk partai, masuk partai brarti bayar upeti, ketika jd bupati bakalan mikirin balikin modal bukannya bekerja untuk kesejahteraan rakyat.

    ada bupati yg independent, selama 2 thn tdk bs membangun apa2 karena kebijakan selalu dijegal oleh DPRD yg diisi orang-orang partai, sebagus apapun kebijakan untuk rakyat akan ditentang, kalo tetep maju nglawan? bisa2 Impeachment tuh bupati krn alasan melanggar undang-undang.

    cukup berkiprah diluar ring birokrasi aja deh, insya allah kalo sudah menetap di cianjur upaya itu akan aku lakukan.

    makane kang touring e nganggo motor, nek arep muntah kan gari leren trs klekaran sek delok pemandangan.. hihi

    BalasHapus
  6. terus kapan menetap nang Cianjure?..hehe

    BalasHapus
  7. foto yang terakhir itu indah sekali mas :)
    jadi pingin berada di sana :)

    BalasHapus
  8. @ mas nanang: ho'oh katanya kalau orang yang lahir di Bandung gak boleh berenang di sana
    @ Majalah Masjid: silahkan ke sana mas :)

    BalasHapus
  9. sunset nya bagus..

    sayang,jauh bangettt!!

    BalasHapus
  10. segera kang, jd warga cianjur kembali hehe.

    @sang nanang : klo nyi roro kidul markas utamanya di Pelabuhan Ratu Sukabumi, klo pantai ini tempat mandi sinar mataharinya dia hihi.

    BalasHapus
  11. bener,pemerintah kurang memperhatikan nasib tempat wisata,,
    selain pantai apra masih banyak tempat wisata lain yang berpotensial,namun akses jalannya masih sulit di tempuh,karena jalan menuju kesana yang bisa di bilang maaf 'tidak layak'

    kalau terusus,pasti pantai APRA ini bisa jadi tempat wisata fav keluarga,dan bahkan bisa sampai mancanegara,seperti yang di blitung

    BalasHapus
  12. Kelihatannya anda ada kekeliruan mengartikan dan menempatakan APRA. APRA bukan singkatan dari Angakatan Perang Rakyat Semesta, "seingat saya adalah ANGKATAN PERANG RATU ADIL, sebuah laskar pimpinan Westeerling. Laskar ini disiapkan untuk melakukan Kudeta tehadap pemerintah Indonesia, pada tgl 23 Janurai 1950. 94 tentara Indonesia tewas dalam aksi mereka.

    BalasHapus
  13. @ Anonymous
    terima kasih koreksinya sudah saya ganti :)

    BalasHapus
  14. APRA adalah Laskar yang dibentuk Mantan Kapten KNIL Weterling. APRA ingin membuat Negara Federal Pasundan, dan meminta diakuinya APRA sebagai Tentara negara tersebut.

    Mereka melakukan pemberontakan, dan berhadapan dengan Tentara RI, banyak korban tewas si kalangan TNI.

    Itu "sepengetahuan saya". Jadi APRA bukan berperang dengan Belanda, tapi justru memerangi Tentara Indonesia. APRA bukan laskar perjuangan kemerdekaan, tapi yang ingin membuat negara federal Pasundan...!

    BalasHapus
  15. terima kasih infonya sudah saya perbarui :)

    BalasHapus
  16. jadi tahu riwayat pantai Apra :)

    BalasHapus
  17. Namanya aneh, seaneh sejarah tempatnya

    BalasHapus