09 Juni 2011

Merti Jiwo dari Lereng Gunung Merapi

Naik ke Gunung Merapi dan hanya dalam jangkauan 500 meter saja dari puncaknya, membayangkannya saja saya belum pernah.tapi beberapa hari yang lalu tepatnya 5 Juni jam 05.00 saya berada hanya dalan hitungan meter saja dari puncaknya.sungguh suatu pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan


Saya bisa mengikuti acara Merti jiwo,naik ke Merapi dan hanya berjarak beberapa meter saja  dari puncaknya berkat undangan dari pak Gunawan Julianto sesepuh dan pegiat rumah pelangi yang menggagas festival seni anak-anak Merapi Tlatah Bocah. Tlatah Bocah merupakan festival seni anak-anak lereng Merapi yang setiap tahunnya di langsungkan setiap bulan Juni sampai Juli dan tahun ini merupakan tahun kelima


Salah satu dari agenda Tlatah Bocah adalah Merto jiwo  yang merupakan  pembersihan hati para penggiatnya melalui doa antar iman, ritual perjalanan naik ke sebuah situs Merapi, dan ekplorasi tari di atas. Para penggiat dan simpatisan yang terlibat diajak memahami tujuan hajat budaya bukanlah sebuah pesta melainkan menyuarakan eksistensi anak.
Merto Jiwo ini merupakan pembukaan dari acara-acara Tlatah Bocah di seputaran lereng Merapi.Merto Jiwo di laksanakan di dusun Stabelan, desa Tlogolele Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali.dusun Stabelan ini merupakan  dusun terdekat dari puncak Merapi yang hanya berjarak 3.5 kilometer.Suasana kampung dan warganya yang masih alami menambah sakralnya pelaksanaan Merti Jiwo


Acara Merti Jiwo di awali dengan Ziarah ke makam Sunan Bagor.Sunan Bagor merupakan sesepuh warga Stabelan dan sekitarnya.setelah agak malam di lanjutkan dengan Tirakatan yang juga di hadiri oleh warga Stabelan, acara di mulai dengan sambutan dari pak Bayan. dalam sambutannya pak Bayan yang ramah ini menyampaikan terima kasihnya karena dusunnya di jadikan tempat acara pembukaan Festifal seni anak-anak Merapi Tlatah Bocah.setelah acara tirakatan selesai di lanjutkan dengan diskusi tentang Merapi dan keragaman oleh Mbah Waldji dari Forum persatuan umat beriman dan pak Ribut dari Boyolali.acara tirakatan di akhiri dengan doa oleh sesepuh dusun Stabelan untuk keselamatan pelaksanaan Festival Tlatah Bocah dan para pegiatnya selama di dusun Stabelan.


Kesokan harinya sekitar jam 02:00 para simpatisan dan pegiat Tlatah Bocah meneruskan prosesi dengan melakukan perjalanan ke situs Pucung Malang di puncak Merapi. kawasan Pucung Malang nerupakan kawasan yang paling di sakralkan oleh warga di sekitar Stabelan dan sekitarnya.hnaya berbekal senter dan obor dari bambu kami menyusuri jalan setapak menuju puncak Merapi,menempuh jarak sekitar 3 kilomater dari dusun Stabelan melewati semak belukar,tebing terjal,kanan kiri jurang dan rintangan pepohonan yang yang ambruk karena erupsi Merapi beberapa bulan yang lalu.

Tepat jam 05:00 kami sampai di puncak Merapi dekat dengan situs Pucung Malang.setelah melepas acara sejenak kami melanjutkan prosesi selanjutnya yaitu penanaman pohon yang selanjutnya di lanjutkan dengan perform dari teman-teman Tltalah Bocah dengan tari-tarian penghormatan terhadap alam raya, gunung Merapi,Merbabu,Sumbing dan juga Sindoro
Semuanya selesai dan kami pun pulang meninggalkan Merapi dengan segala penuh kenangan yang tak terlupakan dan juga oleh-oleh berupa pohon yang saya sendiri tidak tahu apa namanya :)

6 komentar:

  1. suatu pengalaman yg luar biasa dimana bisa mengenal lebih dekat alam dengan segala keindahan dan eksotisnya

    BalasHapus
  2. alam adalah bagian tak terpisahkan dari manusia, seringlah nenepi menghayati keberadaan alam...

    BalasHapus
  3. Gunung Merapi, karnia Tuhan yang tiada tara untuk masyarakat Magelang dan sekitarnya #fb

    BalasHapus
  4. Selamat tahun baru 1427 H dan 1 Syuro

    BalasHapus