29 September 2011

Belajar dari mbah Kasturi

Namanya mbah Kasturi, usianya sudah tak muda lagi bahkan boleh di bilang sudah sangat sepuh ,83 tahun.namun semangatnya tidak kalah sama anak muda.saya mengenalnya beberapa waktu yang lalu di Masjid Agung Kauman Magelang,salah satu masjid yang punya nilai sejarah tinggi di Magelang.yang juga punya nilai sejarah tersendiri bagi mbah Kasturi karena di Masjid ini dulu beliau selalu menyempatkan untuk berdoa

Beliau selalu menyempatkan setidaknya seminggu sekali shalat di Masjid Agung Kauman ini padahal jarak dari rumahnya di Tidar Krajan lumayan jauh,biasanya mbah Kasturi naik becak untuk bisa sampai ke Kauman,kadangkala ada tukang becak yang tidak mau di bayar,dan mereka minta di doain supaya rejekinya lancar,wajar saja dengan penampilan mbah Kasturi yang memakai sorban dan baju serba putih dan jenggot putihnya yang panjang kita bisa menyamakan beliau dengan para Wali Sanga jaman dahulu di film.yang mana doa-doa mereka yang mustajab.tapi ada juga yang tidak mau mengantarnya dengan alasan takut tidak di bayar.

Mbah Kasturi bukan asli Magelang,beliau berasal dari Solo,sekitar tahun 1953 dia pindah dari Solo ke Magelang ikut istrinya yang sekarang sudah almarhum,semasa muda waktunya banyak di gunakan untuk berjuang berperang melawan Belanda dan Jepang.mbah Kasturi bercerita pahit getirnya kondisi zaman penjajahan dahulu untuk punya sandang dan pangan yang layak saja susah berbeda dengan sekarang, sesulit-sulitnya zaman sekarang kita masih bisa pakai baju.

Kata mbah Kasturi hidup itu adalah ANUGRAH yang sudah sepantasnya kita SYUKURI dengan berbuat baik buat sesama,kalau kita berbuat baik sama orang jangan berharap mendapatkan balasan karena suatu saat kalau kita sedang kesulitan akan ada orang yang menolong yang tidak kita sangka-sangka sebelumnya.selain mensykuri dengan berbuat baik dengan sesama kita juga harus mensykuri yang Allah berikan dengan memakmurkan rumah Allah yaitu Masjid

Sungguh saya sangat beruntung bisa berkenalan dan mendapat wejangan dari mbah Kasturi,kadang saya merasa malu, saya yang masih muda mau ke Masjid aja susahnya bukan main padahal Masjidnya hanya beberapa meter saja dari rumah,tapi mbah Kasturi yang sudah sesepuh itu di bela-belain susah payah hanya untuk bisa Shalat di Masjid.

7 komentar:

  1. sosok yang semakin langka! sepantasnya menjadi panutan!

    BalasHapus
  2. bener sekali mas, terkadang merasa malu kenapa kita yang masih muda-muda kalah semangatnya sama mbah Kasturi

    BalasHapus
  3. Dulu, entah dimana dan dari siapa, saya ernah mendengar ada kata bijak sepert ini "Orang tua unggul karena pengalamanya, Anak muda unggul karena semangatnya", Tapi kalo lihat mbah Kasturi ini, asanya baik pengalaman dan semangat, sama-sama ajib

    BalasHapus
  4. setuju dengan apa kata mbah Kasturi hidup itu adalah ANUGRAH yang sudah sepantasnya kita SYUKURI dengan berbuat baik buat sesama

    BalasHapus