Email dari Sejarawan Belanda Fredrik Willems

Dear Ikhsan,

My name is Fredrik Willems. I'm a historian from the Netherlands. Currently I'm writing a biography about Raymond Westerling, the leader of the Dutch Special Forces during the Indonesian Revolution.

I just read your post about the APRA beach on your weblog. I'm surprised by it. Is the history of the APRA coup still alive in Cinajur?

Kind regards,

Fredrik Willems
.
.
.


Dear Mr. Ikhsan,

Thank you for your reply. I plan to visit Indonesia in 2012 to conduct research for my biography about Raymond Westerling.

Do you think members of the Indonesian police and army that arrested Juul van der Meulen and other APRA members at Cianjur are still alive?

I would like to interview them for my book.

Kind regards,

Fredrik Willems
.
.
Email dari Fredrik Willems. 
Mr. Fredrik ini adalah seorang sejarawan Belanda yang sedang menulis sebuah Biografi tentang Raymond Westerling, pemimpin khusus pasukan Belanda Selama Revolusi di Indonesia.


Nah Mister Fredrik ini baca postingan blog saya tentang pantai APRA di Cianjur,pantai Apra sendiri berasal dari Angkatan Perang Rakyat Semesta (APRA). Sebuah Laskar perang di zaman kemerdekaan dulu.di tempat ini dulunya menjadi sejarah terjadinya pertempuran antara tentara APRA dan Belanda.


Mister Fredrik rencananya di tahun 2012 akan mengunjungi Indonesia untuk melakukan penelitian untuk Biografinya tentang Raymond Westerling.dia juga sedang mencari nara sumber untuk bukunya tersebut dia ingin mewawancarai  anggota polisi Indonesia dan tentara yang ditangkap Juul van der Meulen dan anggota APRA di Cianjur yang masih hidup.ada yang bisa bantu terutama yang tinggal di Cianjur?

4 komentar:

  1. hm.... coba nanti saya kontak2 rekan2 yg ada akses ke budayawan dan sejarawan cianjur ya kang, coba saya cari aksesnya ke Pemda Cianjur dulu.

    Keren tuh dapat berdiskusi dgn beliau, kalau pas datang ke sini, kancani wae kang ;)

    BalasHapus
  2. seneng ya bisa kontekan sama sejarawan luar,

    saya coba tanyain dulu deh mas sama temen saya yg ada di sana,siapa tau aja kakeknya tau ,,

    BalasHapus
  3. moga bisa menguak sejarah dalam ranah yang berbeda...

    BalasHapus
  4. @ dobelden : di tunggu lho
    @ kanker serviks : terima kasih mbak
    @ sang nanang : semoga mas

    BalasHapus