Peringatan HUT RI ke 67 dan Syawalan Seribu Balon di Payaman Magelang

Peringatan HUT RI ke 67 dan Syawalan Seribu Balon di Payaman Magelang
Kemaren (26/08/2012) saya bersama teman-teman Pendekar Tidar Magelang ( Mas NanangMas Nahdi dan Siponang) berkunjung ke Dusun Kauman, Payaman, Secang, Magelang melihat prosesi Syawalan Seribu Balon yang juga berbarengan dengan perayaan peringatan HUT RI ke 67.  sebelum ke Payaman kami menyempatkan diri Kopdar kecil-kecilan di Alun-alun Magelang yang juga sedang berlangsung acara penyerahan hadiah Gerak Jalan Santai dan memperingati HUR RI.

Tradisi Syawalan di Dusun Kauman, Payaman, Secang, Magelang ini sudah berlangsung bertahun-tahun, di laksanakan di hari ke delapan Lebaran sebagai ungkapan kegembiraan dan rasa syukur kepada Allah SWT karena masih di beri kesehatan sampai di hari raya lebaran. Syawalan di Payaman untuk tahun ini lebih meriah karena sekaligus berbarengan dengan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 67.
Makam Romo Agung Payaman Magelang

Selain menerbangkan berbagai balon berbagai ukuran, masyarakat juga membunyikan petasan secara beruntun untuk memeriahkan acara Syawalan. Syawalan dan Peringatan HUT RI ini di hadiri ribuan masyarakat Payaman dan sekitarnya. Seperti tempat lain di Magelang Syawalan di Payaman ini  di rayakan dengan berziarah ke Makam para Alim Ulama Payaman salah satunya KH. Siraj atau yang di kenal oleh masyarakat sekitar dengan sebutan Romo Agung. Kyai Siraj merupakan salah satu ulama kharismatik yang menyebarkan agama Islam di Payaman, Magelang sampai wilayah Kedu.

Payaman sendiri merupkan wilayah di Kabupaten Magelang yang sangat kental akan nilai-nilai keislamannya, Sejak dahulu sudah menjadi pusat syiar agama Islam di Magelang dan sekitarnya. salah satu bukti Payaman sebagai pusat syiar Islam sejak dahulu adalah peninggalan Kyai Siraj yaitu Masjid Agung Payaman yang sangat terkenal hingga saat ini. tidak ada yang tau persis kapan Masjid Agung Payaman di dirikan, Masjid ini pertama kali di renovasi pada masa Bupati R. Danuningrat pada tahun 1930. di lanjutkan dengan renovasi kedua tahun 1970 oleh masyarakat. walau telah mengalami beberapa kali renovasi tapi kondisi bangunannya masih seperti yang dulu pertama kali di dirikan. menariknya konon Masjid Agung Payaman ini selalu ramai di datangi para peziarah dari luar kota yang melaksanakan Shalat berjamaah selam 40 hari
Masjid Agung Payaman Secang Magelang

10 komentar:

  1. seharusnya acara 2 seperti ini mendapatkan dukungan dari pemerintah, dan sebagai aset wisata..

    saya sendiri baru tahu kalau di Payaman ada tradisi seperti ini
    semoga tahun depan bisa ikut, dan tentunya acaranya lebih meriah lagi

    Untuk Masjid Agung Payaman memang unik, kapan2 rencana mau ke sana :)

    BalasHapus
  2. sebuah momentum yang teramat sayang untuk ditinggalkan ya Kang?

    BalasHapus
  3. @ Asep Saefudin; bener sekali mas Asep,
    kapan ke Payamannya :)
    @ Sang Nanang: bener sekali mas, sayang kalo di lewatkan

    BalasHapus
  4. Menarik sekali mas Ikhsan acaranya,... Lain kali semoga bisa ikut lihat...

    BalasHapus
  5. di kampunge sampeyan juga gak kalah menarik mas :)

    BalasHapus
  6. Meriah sekali ya mas acaranya, kemaren juga ikut
    aku nyari di google eh ketemu blog ini

    BalasHapus
  7. konotasiku ngeres... balone koyok kondom

    BalasHapus
  8. wah asik tenan, sayang waktunya tidak bersahabat :( waktu 2 minggu mudik tetep terasa kurang waktunya :|

    BalasHapus
  9. @ Anonim: terima kasih
    @ Soewoeng: dasar mas suwung :D
    @ dobelden; belum sempet ke Magelang yo :)

    BalasHapus
  10. Inikah Masjid Agung Payaman yang terkenal itu?

    BalasHapus