23 Februari 2013

Tukang Sampah yang Jujur

Ini kisah nyata yang saya alami di tempat kerjaan beberapa hari yang lalu, Saya bekerja di salah satu Mini market di daerah Kalasan Jogja. dalam tugas kesehariannya selalu berhubungan dengan uang cash yang jumlahnya tidak sedikit. Menerima setoran dari kasir baik itu uang penjualan barang dagangan, ataupun transaksi lainnya seperti pembayaran PLN, Telpon, Pembayaran Kredit Motor dan lain-lainnya yang kesemuanya butuh ketelitian.

Sementara saya termasuk orang yang ceroboh dalam masalah uang, Uang dari setoran transaki-transaksi tadi kadang-kadang tidak langsung saya masukan dalam brankas akan tapi hanya saya taruh dalam laci meja, atau kadang-kadang saya kantongin di saku celana saja. seperti beberapa hari yang lalu uang setoran kasir hasil dari pembayaran Kredit Motor yang jumlahnya lebih dari 1 juta yang masih dalam amplop tidak langsung saya masukan dalam Brankas, tapi saya taruh di atas meja kantor. karena masih banyak kerjaan saya lupa memasukan uang dalam amplop tadi ke brankas lebih dulu.

Ketika kerjaan saya sudah kelar, saya kembali masuk ke ruang brankas, karena agak berantakan, banyak bekas-bekas kertas di sana-sini. saya pun merapikan kertas-kertas tadi dan memasukkannya kedalam tempat sampah. yang lebih konyolnya lagi saya juga membuang amplop berisi uang yang di atas meja ke tempat sampah juga.

Sesaat setelah saya membuang kertas-kertas dan amplop berisi uang tadi, Pak Gendut Tukang sampah yang biasanya mengambil sampah datang, membawaa semua sampah yang ada. Tanpa saya menyadari kalau di sampah-sampah tadi ada uang yang kebuang juga. Saya menyadari kalau uang saya ikut terbuang setelah menghitung semua uang setoran dan melihat hasil rekaman CCTV ketika saya memasukan kertas-kertas dan juga amplop berisi uang ke tempat sampah.

Bingung, menyesal, membayangkan kejadian yang barusan saya alami, membuang uang yang jumlahnya lumayan ke dalam tempat sampah. sangat kecil harapan untuk bisa mendapatkan uang itu kembali setelah terbuang ke tempat sampah. Sementara saya juga tidak tahu alamat rumah Pak Gendut, atau nomer telponnya untuk bisa di hubungi. Hanya pasrah dan berdoa yang bisa saya lakukan supaya ada keajaiban dan uang yang terbuang tadi bisa di ketemukan kembali.

Keesokan harinya Pak Gendut datang lagi ke tempat kerjaan untuk mengambil sampah, saya pun menceritakan kejadian uang yang terbuang ke tempat sampah beberapa hari sebelumnya ke Pak Gendut, Harapan untuk menemukan uang tersebut kembali ada setelah Pak Gendut bilang kalau sampah-sampah yang beliau ambil tidak langsung di buang, tapi di simpan dahulu sebelum di buang, termasuk sampah yang kemaren malem beliau ambil. karena sampah-sampah tadi akan di pilah-pilah terlebih dahulu, sampah-sampah yang masih bisa di manfaatkan di kumpulkan untuk kemudian di jual.

Alhamdulillah.., setelah was-was menunggu kabar dari Pak Gendut, Akhirnya kabar menggembirakan yang saya tunggu-tunggupun datang juga, Uang yang kemaren terbuang di dalam tempat sampah bisa di ketemukan kembali, masih utuh tidak kurang satu peserpun. sebagai bentuk ucapan terima kasih saya berikan sedikit uang tadi ke Pak Gendut walaupun sebenarnya beliau enggan menerimanya.

Hari itu saya benar-benar merasa mendapatkan keajaiban, uang yang terbuang ke sampah, sudah di ambil oleh tukang sampah masih bisa di ketemukan. Untunglah masih ada orang-orang yang jujur seperti Pak Gendut, yang dalam kesederhanaannya sebagai tukang sampah tapi masih menjaga nilai-nilai kejujuran dalam kesehariannya.

Kejadian yang saya alami di atas, semakin menguatkan keyakinan saya kalau setiap masalah pasti ada jalan keluar, kalau kita selalu berdoa dan berusaha. Setiap kesulitan pasti ada kemudahan. seperti kata-kata yang sering keluar dari mulut istri saya kalau saya sedang mengalami kesulitan. 

9 komentar:

  1. Subhanallah, Semoga kita ϐïśªªª senantiasa menegakkan integritas yg tinggi...

    BalasHapus
  2. makane uang jangan dbuang-buang Kang!
    tetapi ada catatan penting Kang bahwa justru di hati orang kecillah kejujuran itu masih tersisa.......

    BalasHapus
  3. Hikmahnya, jadi menghargai orang kecil. karena disanalah justru kejujuran itu ada.

    BalasHapus
  4. Semoga Allah melipat gandakan rejekinya Pak Gendut

    BalasHapus
  5. Wah. Semoga beliaunya diberi rizki yang banyak. Aminn

    BalasHapus
  6. Orang baik, ketemunya juga dengan orang baik2...

    BalasHapus