Jalan-jalan ke candi Sambisari Kalasan, Sleman, Yogyakarta

Jalan-jalan ke candi Sambisari Kalasan, Sleman, Yogyakarta
Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan mengunjungi candi Sambisari di Desa Sambisari, Kelurahan Purwomartani,  Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa Sambisari terletak kira-kira 2,5 Km dari Jalan Raya Yogyakarta-Solo, dari Desa Sorogenen. Tepatnya setelah Alfamart Kalasan 2(ada penunjuk arah ke Candi Sambisari) belok ke utara memasuki jalan desa terus menuju komplek candi. Candi Sambisari di ketemukan secara kebetulan oleh seorang petani  yang sedang mengolah sawah  membentur batu berukir, yang setelah di lihat secara seksama ternyata batu tersebut merupakan bekas reruntuhan Candi. 
Penemuan bebatuan bekas reruntuhan candi tersebut akhirnya sampai  ke Kantor Cabang Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional di Prambanan. Sekarang lembaga tersebut berubah menjadi Kantor Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala. Setelah diadakan penelitian dan peninjauan lebih lanjut dan di dapat kepastian bahwa penemuan tersebut merupakan sebuah candi yang masih terpendam di dalam tanah, maka tahun itu juga di lakukan penyelamatan dengan mengadakan penggalian. Setelah bebatuan terselamatkan, bebatuan tersebut di kelompokan menurut jenisnya, dan di lakukan penyusunan percobaan, kemudian di lakukan pemugaran. Hasil pemugaran Candi Sambisari tersebut yang bisa kita saksikan 
sekarang.
                        Jalan-jalan ke candi Sambisari Kalasan, Sleman, Yogyakarta
Candi Sambisari merupakan kelompok candi yang terdiri dari sebuah candi Induk dan tiga buah candi perwara di depannya.  Candi Induk menghadap kebarat, denahnya bujur sangkar berukuran 13,65 m X 13,65 m dan tinggi keseluruhan 7,5 m. yang menarik dari Candi ini tidak adanya kaki Candi yang sebenarnya. Alas candi sekaligus menjadi kaki candi. Oleh karena itu relung-relung di tubuh Candi menjadi terletak hampir rata dengan selasar. Tangga naik ke selasar di apit oleh sayap tangga yang pada ujung bawahnya di hias dengan Makara yang di sangga oleh orang cebol dengan kedua tangannya.
Di sekitar lantai selasar terdapat beberapa   batu pipih yang di bagian atasnya ada semacam tonjolan sebanyak 12 buah, berbentuk bulat 8 buah, dan berbentuk persegi 4 buah.
Tubuh candi berukuran 5 x 5 m. Tangga naik ke selasar terdapat sisi barat, lebarnya 2,5 m mengelilingi tubuh candi dan sisi-sisinya di tutup dengan pagar. Pada sisi luar tubuh candi terdapat relung-relung yang di atasnya di hias dengan kepala Kala. Relung-relung tersebut masing-masing di tempati  oleh Dewi Durga, Ganeca, dan Agastya. Sedangkan di kanan dan kiri pintu masuk ke bilik Candi di tempati Arca Mahakala dan Nandiswara. Tapi yang mengecewakan sekarang arca-arca tersebut sudah tidak ada kemungkinan hilang di curi orang yang tidak bertanggung jawab.
Di dalam induk candi terdapat sebuah Yoni besar yang berukuran 1,34 m X 1,34 m X 1,18 m. Cerat Yoni menghadap ke arah utara. di bawah cerat ada hiasan seekor naga. Di bagian depan candi induk terdapat 3 buah candi perwara. ketiga candi perwara tersebut tidak memiliki tubuh dan atap, hanya kaki yang atasnya terdapat pagar langkan. 

Komplek candi Sambisari secara keseluruhan di kelilingi oleh pagar tembok dari batu putih berukuran 50 m X 48 m. Pada masing-masing sisi pagar terdapat pintu masuk, akan tetapi di sisi utara di tutup. Pada halaman pertama terdapat 8 buah lingga semu yang terletak di delapan arah mata angin. Di sisi luar pagar keliling terdapat teras selebar 8 m dengan tangga naik di kempat sisinya. Selain itu juga terdapat pagar yang di perkirakan pagar kedua yang sekarang baru di tampakan sebagian di sisi timur. Titik pusat candi terletak di sebelah selatan tangga masuk.
Jalan-jalan ke candi Sambisari Kalasan, Sleman, Yogyakarta

Tidak ada yang tahu pasti kapan dan oleh siapa candi Sambisari di dirikan, karena tidak ada data sejarah pasti yang menjelaskannya, baik berupa Prasasti atau lainnya. tapi para ahli Purbakala menyatakan bahwa candi Sambisari di bangun sekitar abad ke 8 M. Sedangkan berdasarkan batu isian yang di gunakan yaitu batu padas, di perkirakan pendiriannya di perkirakan sezaman dengan candi Prambanan, Plaosan, dan Sojiwan yaitu sekitar abada ke-9 sampai abad ke-10 M. Batu padas ini terdapat di bukit Kraton ratu Boko di Prambanan. Di tempat tersebut terdapat bekas-bekas pengambilan batu padas pada masa lalu.
Jalan-jalan ke candi Sambisari Kalasan, Sleman, Yogyakarta

Kalo anda sedang dan akan berlibur ke Jogja tidak ada salahnya candi Sambisari jadi salah satu tujuan liburan anda, karena candi Sambisari berbeda dengan candi-candi lain, letaknya berada di dalam permukaan tanah. Untuk masuk ke Komplek candi juga tergolong murah, cukup membayar karcis 2 ribu rupiah. Kalau kita pengen tahu sejarah lengkap tentang sejarah candi  kita bisa bertanya sama Bapak petani yang dulu menemukan candi Sambisari saat menggarap sawah Pak Karyoinangun yang sekarang usianya sudah 72 tahun, dulu saat menemukan candi beliau masih berusia 30 tahun.

Sumber: Candi Samisari Selayang pandang yang di terbitkan oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Daerah Istimewa Yogyakarta

7 komentar:

  1. Candi yang eksotis, selain karena belum terlalu lama di temukan setelah terkubur ratusan tahun, tempatnya juga penuh mistis

    BalasHapus
  2. wajib di kunjungi setelah Candi Borobudur dan Prambanan

    BalasHapus
  3. mudah-mudahan bisa dolan ke sana ya sambil menikmati cagar budaya

    BalasHapus
  4. pemandangan nya..nice dah..keren abis candi na

    BalasHapus
  5. Datanglah ke sambisari pagi hari, tempatnya blm terlalu ramai

    BalasHapus
  6. Bagi yang sedang berada di Jogja dan sekitarnya, Candi Sambisari bisa menjadi salah satu tujuan bersama keluarga anda dalam menghabiskan liburan di akhir pekan :)

    BalasHapus