Pentingnya pemeriksaan Kesehatan bagi Perokok Aktif maupun Pasif

Beberapa hari yang lalu saya mendapat undangan dari Puskesmas Magelang Tengah, Undangan untuk menghadiri penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan bagi perokok aktif maupun perokok pasif. Saya bukan perokok, tapi mengingat pentingnya penyuluhan bagi para perokok baik yang aktif maupun perokok pasif seperti saya, saya pun  hadir memenuhi undangan tersebut. Pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan bagi perokok berlangsung cukup menarik, acaranya diadakan di Aula kelurahan Gelangan. tapi sangat di sayangkan kurangnya partisipasi warga dalam penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan tersebut, kebanyakan yang datang adalah para lansia, ibu-ibu yang sehari-harinya bukan perokok aktif. hanya sebagian kecil saja para perokok aktif yang ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. dari ribuan undangan hanya segelintir warga saja yang datang. mungkin karena pemberitahuan penyuluhan tersebut sangat mendadak dan di laksanakan di hari kerja bukan di hari libur. Saya yakin kalau acaranya diadakan di hari minggu misalnya dan pemberitahuannya tidak mendadak partisipasi warga akan lebih banyak lagi.

Setelah mengikuti penyuluhan tentang bahaya rokok bagi kesehatan yang di sampaikan oleh Kepala Puskesmas Magelang Tengah, dr Majid Rohmawanto, para peserta satu persatu di periksa kesehatannya oleh tim medis Puskesmas Magelang Tengah, dan Alhamdulillah hasil tes kesehatan saya termasuk bagus, karena usia saya masih muda dan juga tidak merokok. Dari penyulihan kesehatan yang diadakan oleh Puskesmas Magelang Tengah tersebut banyak hal baru yang saya ketahui tentang bahanya rokok bagi kesehatan, tidak hanya berpotensi terkena penyakit jantung dan paru-paru saja.

Selain pemicu sakit jantung dan paru-paru, Rokok adalah pintu gerbang narkoba. Rokok dapat di masukan kedalam kategori narkoba. di dalam pengertian narkoba, terdapat 3 kelompok zat adiktif yaitu; Narkotika, Psikotropika dan bahan adiktif lainnya. Rokok termasuk di dalam bahan adiktif. Nikotin yang merupakan salah satu komponen rokok merupakan zat psikotropika stimulan. jadi  rokok bisa di golongkan kedalam narkoba juga. Bedanya rokok di legalkan secara hukum dan narkoba di haramkan.

Kesamaan sifat utama rokok dan narkoba yaitu Habituasi atau perasaan rindu untuk selalu menggunakan rokok. yang kedua adalah Adiksi atau dorongan yang sangat kuat untuk merokok yang pada akhirnya menimbulkan ketergantungan, baik ketergantungan psikis maupun psikologis seperti merokok untuk mengilangkan stres. yang ketiga persamaan rokok dan narkoba adalah Toleransi contohnya ketergantungan fisik, yaitu dengan bertambahnya waktu penggunaan rokok maka pemakaian rokok di perlukan dosis yang lebih besar dari sebelumnya untuk mencapai efek kenikmatan yang sama.

Ketergantungan dengan rokok bisa di mulai dengan coba-coba, merokok untuk mencari ketenangan, pelarian dari stress. setelah coba-coba tahap berikutnya adalah penggunaan rokok secara rutin, dan dalam tahap ini perokok sudah dalam belenggu ketergantungan nikotin,  dan tahap selanjutnya rokok sudah menjadi sahabat setiap hari setiap waktu yang kan sulit untuk berhenti merokok. karena merokok dari coba-coba, rasa ingin tahu maupun rasa setia kawan. secara tidak langsung para perokok rentan juga terhadap narkoba. maka tidak salah bila rokok adalah salah satu pintu gerbang narkoba.

Rokok adalah satu-satunya narkoba yang dapat menyerang orang yang tidak ikut menggunakannya. penelitian menyebutkan bahwa perokok pasif memiliki resiko yang sama dengan dengan perokok aktif yang berpotensi menderita jantung koroner, saluran napas, katarak, bahkan kanker paru-paru. oleh karena itu rokok lebih berbahaya dari narkoba jenis apapun. Dampak konsumsi rokok di antaranya yang paling pasti adalah menimbulkan penyakit, konsumsi rokok untuk rumah tangga miskin menempati prioritas kedua setelah konsumsi beras, bahkan 70 % perokok di Indonesia berasal dari keluarga miskin, setiap hari ada 1.172 orang meninggal di karenakan rokok, pengeluaran untuk konsumsi rokok 6 X lebih penting dari pendidikan dan kesehatan, biaya kesehatan akibat rokok yang di tanggung pemerintah dan masyarakat 3 kali lipat dari pendapatan cukai tembakau, usia mulai merokok di Indonesia adalah 5-9 tahun, rokok membunuh separuh dari masa hidup perokok, 43 juta anak hidup dengan perokok.

Kenapa kita harus waspada dengan rokok? karena 100 % pecandu narkoba adalah perokok, rokok adalah pembunuh nomer 3 setelah jantung koroner dan kanker, satu batang rokok memperpendek umur 12 menit, rokok termasuk dalam zat adiktif dan racun yang menular, setiap hari 10.000 orang di dunia mati karena mereka merokok, perubahan perilaku merokok di ikuti oleh laju kenaikan konsumsi narkoba.

Untuk yang sudah kecanduan sama rokok, dan sulit berhenti untuk merokok, berikut ada beberapa cara yang dapat meningkatkan peluang untuk berhasil berhenti merokok:

  1. Kurangi jumlah batang rokok yang di hisap perharinya, kurangi secara bertahap. misalnya mengurangi jumlah batang mulai dari 2 batang perhari selama seminggu kemudian mengurangi jumlah batang rokok pada minggu berikutnya
  2. Kurangi kadar Nikotin perbatang rokoknya yang di hisap setiap hari. setelah mengurangi batang rokok, pada minggu berikutnya usahakan pindah dengan menghisap rokok dengan kadar nikotin yang lebih rendah
  3. Jauhkan dari atribut rokok dari rumah dan sekitar kita seperti poster, asbak, korek api, puntung rokok, bungkus rokok dll
  4. Kenali keadaan yang berkaitan dengan kebiasaan merokok. misalnya setelah makan, waktu stress, sibuk kerja, saat santai dll
  5. Jauhi tempat dimana banyak perokok. godaan terbesar untuk merokok lagi adalah ketika pergi ke tempat dimana orang atau teman kita biasa merokok. jauhi kira-kira 2 minggu pertama setelah berhenti meroko
  6. Gantilah kebiasaan pegang rokok. dengan memegang benda lain seperti ballpoint, pensil, hape di jari kita untuk mengalihkan perhatian dari rokok
  7. Catat kemajuan anda. yang penting di lakukan adalah menetakan kapan kita akan benar-benar berhenti merokok. sementara itu catat setiap batang rokok yang akan kita hisap, dimana dan dalam kondisi apa, ini akan memudahkan kita mengidentifikasi  situasi-situasi yang menyebabkan kita merokok, lalu menentukan alternatif sebagai pengganti.
  8. Giat berolah raga. untuk menyeimbangkan metablisme tubuh, olah raga merupakan cara yang paling efektif untuk mengurangi ketergantungan terhadap rokok
  9. Kurangi tidur larut malam. tidur larut malam enaknya sambil merokok
  10. Minum sari Jeruk. bagian paling sulit adalah ketika kita harus mengatasi reaksi-reaksi akibat hilangnya asupan nikotin, ini bisa berlangsung sampai satu samai dua pekan. tetapi kita akan lebih mudah mengatasi reaksi-reaksi seperti tersinggung, cemas, bingung, sulit konstentrasi dan sulit tidur.  akan lebih baik di masa-masa ini kita lebih banyak minum sari jeruk untuk membuat urine lebih asam, jadi lebih cepat mengusir nikotin dari dalam tubuh. dengan minum sari jeruk membuat merokok merasa tidak enak
  11. Kuatkan niat untuk berhenti merokok dan tetapkan tanggal kapan akan berhenti . setelah itu berkunjunglah ke dokter untuk meminta jalan keluar dari ketergantungan rokok
  12. Minta orang terdekat seperti suami, adik, kakak, orang tua untuk mendukung usaha kita berhenti merokok. ini kiat sangat ampuh karena bagaimanapun orang dekat adalah bagian dari hidup kita. tentu saja kita tidak ingin orang yang kita sayangi jatuh sakit karena rokok
  13. Semua upaya tersebut harus di lakukan secara bersama- sama
*** Sumber: Brosur "Rokok jembatan menuju Narkoba" yang di terbitkan oleh Dinas Kesehatan Kota Magelang Bidang Pemberdayaan, Kemitraan, dan Promosi Kesehatan.

4 komentar:

  1. Rokok jembatan menuju Narkoba?
    maksudnya?

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah saya tidak merokok

    BalasHapus
  3. belum di sebut lelaki bila belum merokok

    BalasHapus