Berkunjung ke Komplek Candi Arjuna di pegunungan Dieng

Berkunjung ke Komplek Candi Arjuna di pegunungan Dieng
Beberapa waktu yang lalu telah saya posting di blog ini cerita jalan-jalan kami ke Obyek wisata di pegunungan Dieng, yaitu Telaga Warna, Telaga Pengilon di Wonosobo dan Kawah Sikidang Banjarnegara. Salah satu obyek wisata yang wajib di kunjungi di Dieng selain Telaga Warna Pengilon dan Kawah Sikidang adalah Komplek Candi Arjuna, yang lokasinya masuk dalam wilayah kabupaten Banjarnegara, Jawa tengah.

Orang bilang, belum ke Dieng kalau belum berkunjung ke Candi Arjuna. Karena Dieng identik dengan Candi Arjuna, berbagai festival dan upacara adat oleh masyarakat Dieng di laksanakan di areal komplek Candi Arjuna ini, Seperti Dieng Culture Festival. Dalam festival yang diadakan setiap tahunnya ini anak-anak berambut gimbal di sekitar Dieng di cukur rambutnya setelah sebalumnya di lakukan bebarapa upacara adat dan ritual khusus.

Komplek Candi Arjuna terdiri dari beberapa candi yang semua namanya sama dengan nama-nama tokoh di dunia pewayangan, yaitu candi Arjuna sendiri, Candi Srikandi, Candi Sembadra, Candi Puntadewa dan Candi Semar. Sekilas komplek candi Arjuna mirip dengan candi Gedung songo, selain letaknya di daerah dataran tinggi, dan terdapat beberapa candi yang letaknya berdekatan. Belum tahu pasti kapan candi Arjuna dan kawan-kawannya ini di bangun, tapi menurut para arkeolog dan ali sejarah, Komplek candi Arjuna di bangun pada masa Dinasti Sanjaya yang berkuasa di tanah Jawa pada abad ke-7 Masehi.
Berkunjung ke Komplek Candi Arjuna di pegunungan Dieng
Candi Arjuna merupakan candi utama di komplek candi Arjuna, berdenah persegi, dengan luas tidak lenih dari 6 meter. atapnya berbentuk kerucut. di dalam Candi terdapat yoni berbentuk meja yang ada lubangnya sebagai tempat menampung tetesan air dari atap candi. Sementara candi Semar letaknya berhadapan dengan candi Arjuna, bentuknya berupa limasan dan lebih pendek dari candi Arjuna. Candi Sembadra, Candi Srikandi dan Candi Puntadewa bentuk dasarnya seperti kubus dan satu dengan lainnya memiliki ukuran yang berbeda-beda. Selain Candi Arjuna, Srikandi, Sembadra, Puntadewa dan Candi Semar. Di deket kelima candi tersebut juga terdapat beberapa candi lagi yang letaknya tidak terlalu jauh, yaitu candi Gatotkaca, Candi Gareng, Candi Petruk, Candi Sadewa, Candi Nakula dan Candi Setyaki.

Semua candi-candi tersebut dulunya tenggelam di telaga selama ratusan tahun yang menggenangi kawasan tersebut. Sampai akhirnya pada tahun 1814, seorang tentara Inggris yang sedang berlibur di kawasan Dieng melihat sekelompok candi yang terendam dalam telaga. Penemuan oleh tentara Inggris tadi di tindak lanjuti oleh pemerintah Hindia Belanda pada waktu itu dengan pengringan telaga yang di pimpin oleh Van Kinsbergen.
Berkunjung ke Komplek Candi Arjuna di pegunungan Dieng
Saat saya berkunjung ke komplek Candi Arjuna, Kondisi candi-candi tersebut sedang dalam renovasi, terlihat beberapa tiang penyangga berada di sekeliling candi. Walaupun sedang dalam tahap renovasi, para pengunjung masih di perbolehkan melihat candi lebih dekat. Dinginnya pegunungan Dieng dengan pemandangan hijau membentang di sekitar komplek Candi Arjuna menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, Selain melihat-lihat bangunan dan bentuk Candi tak ketinggalan dari mereka juga selfie dengan latar belakang komplek Candi Arjuna. Kalau yang ini kayaknya adalah hal wajib pagi para pelancong :)

2 komentar:

  1. Moshi Moshi,
    Hal ini untuk memberitahukan kepada masyarakat umum bahwa Mr, Larry coklat pemberi pinjaman kredit pribadi memiliki membuka peluang keuangan untuk semua orang yang membutuhkan bantuan keuangan. Kami memberikan pinjaman dengan bunga 2% untuk individu, perusahaan dan perusahaan di bawah syarat dan kondisi yang jelas dan mudah dipahami. hubungi kami hari ini melalui e-mail di: larrybrowninvestment@gmail.com

    BalasHapus