Magelang berdoa bersama Caknun dan Kyai Kanjeng


Magelang berdoa bersama Caknun dan Kyai Kanjeng
Hari minggu kemaren (10/01/2015) di Alun-alun kota Magelang, ada acara Magelang berdoa bersama Caknun dan Kyai Kanjeng yang juga di hadiri oleh para pejabat teras kota Magelang seperti Walikota, Ketua DPRD, Ketua Kejaksaan, para petinggi Kepolisian dan TNI yang ada di kota Magelang,  selain itu juga hadir para pemimpin keagamaan dari umat Katholik, Kristen, Hindu, Budha dan Konghucu.

Malam itu masyarakat Magelang dan sekitarnya memenuhi alun-alun kota Magelang, bahkan sampai membludak kejalan raya, saking banyaknya jamaah yang menunggu tausyiah dari Caknun bersama dengan gamelan Kyai Kanjengnya. Caknun di kenal sebagai ulama yang sangat mendukung dan memperjuangkan toleransi beragama di Indonesia. selain itu beliau juga mempunyai jamaah loyal di tiap-tiap kota seperti jamaah Kenduri Cinta, Bangbang wetan, Macapat syafaat. yang menggelar pengajian rutin setiap bulannya. Saya sendiri pernah ikut pengajiannya Caknun terakhir kali sekitar lima tahun yang lalu di daerah Ciputat. Tentu dengan hadirnya Caknun di Alun-alun kota Magelang adalah kesempatan yang tidak boleh di sia-siakan.
Magelang berdoa bersama Caknun dan Kyai Kanjeng
Magelang berdoa merupakan bagian dari event yang diadakan oleh pemerintah kota Magelang yaitu 'Ayo ke Magelang 2015'. setelah agenda Magelang berdoa ini masih ada ratusan event lagi yang akan diadakan oleh pemerintah kota Magelang dalam rangka mendukung agenda Ayo ke Magelang 2015. Hal tersebut dikatakan oleh Walikota Magelang Sigit Widyonindito dalam sambutannya pada pembukaan Magelang Berdoa malam itu. Masyarakat Magelang terkenal dengan toleransinya yang tinggi sejak dulu, walau berbeda-beda agama dan kepercayaannya. Dengan adanya Magelang berdoa ini di harapkan toleransi beragama di Magelang akan terjalin lebih erat lagi, pesan Walikota.

Magelang adalah pusat peradaban paling tua di Jawa, sebelum hadirnya kerajaan Majapahit di Jawa timur dan Solo, Yogyakarta setelah era Mataram Islam, Di Magelang terdapat gunung Tidar yang merupakan pakunya tanah Jawa, bahkan di era penjajahan Magelag menjadi basis perjuangan melawan penjajah oleh pangeran Diponegoro. Begitu ujar Caknun dalam pembukaan tausyiahnya. Memang Caknun tidak lupa dalam setiap tausyiahnya selalu bercerita mengenai asal-usul daerah yang di hadiri dalam setiap pengajiannya.

Mengenai Agenda Ayo ke Magelang 2015, Caknun menambahkan supaya ada pengenalan ke tiap-tiap kampung mengenai sejarah cikal bakal sejarah kota Magelang, dan obyek-obyek wisata yang ada di Magelang. Jangan sampai orang luar dari Magelang tanya tentang Magelang tapi sebagai warga Magelang tidak tau asal-usul, tempat wisata, dan segala sesuatu tentang Magelang. Dan yang lebih penting lagi menurut Caknun, Magelang tidak perlu mencontoh meniru sesuatu dari luar Magelang, Cukup menggali, melestarikan kearifan lokal yang ada di Magelang.
Magelang berdoa bersama Caknun dan Kyai Kanjeng
Malam itu Caknun, juga mengajarkan mengenai filosofi Pacul, Pedang dan Keris. Pacul atau cangkul adalah simbol dari fungsi ekonomi, karena pacul biasa di pakai oleh petani untuk menggarap sawah. Sedangkan pedang biasa di pakai dalam peperangan, pedang merupakan simbol dari kekuasaan. Sementara Keris menurut Caknun merupakan fungsi dari simbol pusaka. Kalau manusia ingin mulia harus punya pusaka, dan pusaka itu tidak harus keris namun amalan-amalan ringan yang di lakukan secara istiqomah itu bisa menjadi pusaka dalam kehidupan sehari-hari.

Yang menarik di Magelang berdoa malem itu perwakilan dari pihak agama lain ikut memberikan sedikit sambutan mengenai kehidupan beragama di Magelang yang toleransinya sangat tinggi di tengah masyarakat yang beragam budaya dan agama, pihaknya meminta toleransi tersebut agar tetap di jaga bersama. Selain memberikan sambutan, Rohaniawan Kristen juga di minta oleh Caknun untuk menyanyikan lagu Natal, dan di teruskan oleh Caknun dan jamaah yang hadir dengan lantunan Shalawat nabi.

Setelah jam 12:00 acara selesai dengan di iringin lagu-lagu yang di bawakan oleh Kyain Kanjeng, Jamaah yang hadir bersalaman satu persatu dengan Caknun, Walikota, Rohaniawan dan pejabat penting lain yang berada di atas panggung. Semoga acara Magelang berdoa ini tidak hanya berhenti di malam itu saja, tapi juga berlanjut dengan Magelang berdoa berikujtnya dan yang lebih penting lagi menjalankan dan mengamalkan apa yang di peroleh di Magelang berdoa oleh semua yang hadir pada malam itu dan umumnya warga Magelang.


2 komentar:

  1. Caknun Guru bangsa penerus dan pengganti perjuangan Gusdur

    BalasHapus
  2. Betul sekali, Caknun Guru bangsa Indonesia

    BalasHapus