30 Juni 2015

Sedang Shalat Tarawih

SEDANG SHALAT TARAWIH
Berkah Ramadhan begitu sering kita sering menyebutnya bila mendapatkan rejeki selama bulan ramadhan. Bukan masalah rejeki saja selama bulan Ramadhan, semua yang kita lakukan selama itu baik insha Allah termasuk ibadah yang akan mendapatkan pahala berlipat ganda begitu kata pak Ustad dalam setiap tausyiahnya setiap kali bulan Ramadhan tiba.

Tidak hanya masalah ibadah saja yang mendapatkan berkah berkali lipat selama Ramadhan, Dunia usaha juga ikut mendapatkan berkah dengan datangnya bulan suci ramadhan sampai lebaran nanti. Di bulan ini saatnya panen bagi para pedagang kaki lima sampai pelaku usaha dengan modal besar  di Indonesia. Omset bisa naik seratus persen di banding dengan hari-hari biasa. Pelaku usaha di bidang Pakaian, Makanan, minuman bahkan sampai sektor transportasi juga ikut panen dengan datangnya bulan ramadhan dan lebaran nanti. Bahkan banyak pelaku usaha yang mengeluarkan produk barunya di bulan ini. Karena di bulan ini perputaran uang sedang tinggi-tingginya, terutama setelah pembagian uang tunjangan hari raya, Uang mengalir trilyunan rupiah hampir ke semua pelosok negri, yang biasanya hanya di kota-kota besar saja.

Termasuk di tempat saya jaga barang dagangan, omset juga ikut naik di banding dengan hari-hari biasa bahkan bisa naik sampai seratus persen lebih.  Bahkan bisa di katakan kalau berhasil atau tidaknya target penjualan selama setahun di tentukan di bulan Ramadhan dan hari raya lebaran nanti. Kalau di bulan ini penjualan jeblok bisa di katakan target penjualan selama setahun juga tidak akan tercapai. Segala persiapan di lakukan untuk menjual barang sebanyak-banyaknya, seperti penambahan stok barang, sampai jumlah karyawan, diskon besar-besaran dan lain sebagainya. 

Untuk mencapai omset yang di targetkan selama bulan ramadhan segala macam cara dan strategi di lakukan, seperti outlet tutup lebih malam, buka saat waktu saur tiba, promosi besar-besaran item-item lebaran. Tidak mengherankan kalau para pelaku usaha terutama yang bermodal besar mengejar omset sebesar-besarnya mengingat biaya yang mereka keluarkan juga tidak sedikit selama bulan Ramadhan ini, antara lain untuk Tunjangan hari raya, Buka buasa bersama, Sumbangan ke yayasan sosial dan lain sebagainya.

Tapi yang menarik di bulan Ramadhan ini di tengah-tengah para pelaku usaha berlomba-lomba mengejar omset sebesar-besarnya, jual barang sebanyak mungkin. Ada juga beberapa pelaku usaha yang lebih mementingkan aspek spiritualitas karyawannya di banding dengan hanya sekedar mengejar omset. Di dekat saya jaga barang dagangan ada penjual Kebab Turki kalau saat waktu Tarawih tiba menutup outletnya sampai Shalat Tarawih selesai untuk memberi kesempatan bagi karyawannya ikut Shalat Tarawih. Di Gerobak dagangannya tertulis pengumuman kalau saat shalat arawih tiba outletnya tutup sementara sampai waktu Tarawih selesai.

Hebatnya pemilik waralaba kebab tersebut punya 20 outlet tersebar di wilayah Jogja. Dan semua outletnya tersebut tutup saat waktu Tarawih. Ketika saya tanya, mengapa tutup sementara para pedagang lain buka lebih awal dan tutup lebih malam selama ramadhan. Jawabnya : Bulan Ramadhan kan setahun sekali, Sementara jualan bisa kapan saja, Ngapain juga ngejar omset tinggi kalau gak berkah, rejeki sudah ada yang ngatur gak bakalan ketuker. Subhanallah...

Semoga semakin banyak para pelaku usaha macam pemilik waralaba kebab tadi di Indonesia, Jadi selain fokus bagaimana menjual dan mendapat omset sebanyak-banyaknya karyawannya juga masih bisa menjalankan ibadahnya di bulan Ramadhan ini. 

2 komentar:

  1. Semoga semakin berkah rejeki mereka ya mas, bisa menjadi pelaku ekonomi yang lebih besar lagi tidak hanya bermain di level ukm

    BalasHapus
  2. Amin..
    Semoga saja begitu, semakin banyak orang-orang saleh yang menguasai perekonomian di negri ini

    BalasHapus