Jalan-Jalan ke Candi Kalasan di Kabupaten Sleman, Yogyakarta

 Salah satu yang menarik dari Yogyakarta selain wisata budaya adalah wisata sejarah, Yogyakarta khususnya Sleman sejak jaman dahulu di percaya sebagai pusat pemerintahan kerajaan Mataram Hindu yang menguasai wilayah Jawa  tengah bagian selatan  hingga Jawa Timur, Karena termasuk daerah kota raja, maka dapat kita saksikan hingga hari ini berbagai peninggalan kerajaan Mataram Hindu tersebut di Sleman, baik itu berupa prasasti maupun Candi.

Salah satu peninggalan Candi Kerajaan Mataram Hindu adalah Candi Prambanan, Candi Sambisari, Candi Gebang, Candi Kadisoka, Candi Morangan dan Candi Kalasan yang letaknya tidak jauh dari Candi Prambanan, Candi yang paling banyak di kunjungi wisatawan setelah Candi Borobudur di Magelang Jawa Tengah.

Sebenarnya saya pernah tinggal di daerah Kalasan dekat dengan Candi Kalasan, Tapi entah kenapa waktu itu belum sempat berkunjung ke Candi yang di bangun sekitar tahun 778 Masehi tersebut, Baru beberapa hari yang lalu saya berkesempatan mengunjungi Candi Kalasan setelah satu tahun lebih tinggal kembali di daerah Sleman.
Menurut Prasasti Kalasan, Candi ini di buat sekitar tahun 778 Masehi oleh Maharaja Teja Purnama Panangkarana atau yang lebih di kenal dengan Rakai Panangkaran Putera Raja Sanjaya dari kerajaan Mataram Hindu. Candi tersebut di bangun oleh Rakai Panangkaran di bangun atas nasehat keagamaan Wangsa Syailendra untuk memuja Dewi  Tara, Patung Dewi Tara dahulunya berada di dalam Candi Kalasan, tapi seiring dengan berjalannya waktu Patung tersebut lenyap dari tempatnya. Sampai saat ini tidak di ketahui keberadaan Patung tersebut.

Selain membangun Candi Kalasan sebagai tempat ibadah pada waktu itu, Rakai Panangkaran juga membangun sebuah Biara untuk tempat tinggal para biarawan saat itu, menurut ahli sejarah Biara tersebut adalah Candi Sari yang letaknya tidak terlalu jauh dari Candi Kalasan. Walaupun Candi Kalasan merupakan Candi Hindu tetapi saat ini ada aliran penganut Budha yang melakukan pemujaan di tempat ini.

Candi Kalasan ini telah mengalami tiga kali pemugaran, Terlihat ada beberapa bagian di sudut candi yang agak menonjol di bandingkan dengan batu lainnya. Candi ini berbentuk bujur sangkar yang membentuk selasar di sekelilingnya. Di setiap sisi terdapat tangga naik yang di hiasi dengan kepala naga. Di bawahnya terdapat hamparan lantai terbuat dari batu. 
Candi ini memiliki empat pintu, namun hanya pintu sebelah timur dan barat yang mempunyai tangga untuk naik ke atas candi, tapi hanya pintu sebelah timur yang merupakan pintu masuk ke ruangan utama candi. Di sepanjang candi terdapat beberapa cekungan yang merupakan tempat menyimpan arca, dari arca-arca tersebut banyak yang hilang. Di setiap pintu dan cekungan selalu di hiasi dengan pahatan bermotif Kala. 

Sisi atas candi berbentuk kubus yang melambangkan puncak Meru, Di kelilingi oleh 52 stupa dengan tinggi rata-rata 4,60 meter. Antara atap dan tubuh candi di hiasi dengan deretan mahluk kerdil bernama Gana. Ruang utama candi berbentuk bujur sangkar dan mempunyai pintu masuk dari sisi timur. Bekas tempat meletakan patung dewi Tara masih terlihat berupa batu bertingkat.
 Untuk menuju ke Candi Kalasan tidak terlalu sulit, karena letaknya persis di jalan raya Jogja-Solo. Letak candi  agak masuk ke dalam, sehibngga kalau kita tidak jeli, pasti tidak akan terlihat candinya karena tertutup dengan rumah warga, Candi Kalasan terletak di Desa Kalibening, Tirtamani, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sumber candi.perpusnas.go.id

1 komentar: