Dari Peluncuran Buku Cakap Bermedia Sosial Di Hotel Melia Purosani Yogyakarta


Hari Jum'at ( 27/05/2016) saya salah satu peserta yang beruntung dari sekian banyak peserta yang bisa hadir dalam peluncuran buku Cakap bermedia sosial yang di selenggarakan oleh kementrian Komunikasi dan Informasi di hotel Melia Purosani Yogyakarta. Saya tahu informasi tentang peluncuran buku ini lewat informasi di grup WA yang di bagikan teman.

Latar belakang di terbitannya buku Cakap bermedia sosial ini di karenakan semakin banyaknya dampak negatif dari media sosial di tengah masyarakat. Media sosial bagaikan pisau bermata dua, bisa berdampak positif maupun sebaliknya bisa berdampak negatif tergantung tergantung kita dalam memanfaatkannya. Sedikit sekali yang tahu dampak negatif dari aktifitas kita bermedia sosial.

Acara peluncuran buku Cakap bermedia sosial ini di hadiri oleh Kepala Humas Kominfo Yogyakarta yang mewakili Walikota Yogyakarta yang berhalangan hadir, Ibu Rosmiati dari jajaran Kominfo, Bapak Ismail Cawidu Kepala Humas Kominfo, Bapak Sudaryono dari kepala biro Indosiar Yogyakarta, Bapak Prof, Dr, Henry Subiakto Guru besar Komunikasi dari Universitas Erlangga Surabaya yang juga sekaligus staf ahli Kominfo. Selain blogger dan Nitizen hadir juga hadir siswa dan pendidik dari salah satu sekolahan di Klaten.

Sekarang ini, menurut hasil survey masyarakat Yogyakarta memiliki setidaknya lebih dari satu smartphone untuk menunjang aktifitasnya sehari-hari, selain untuk berinteraksi dengan rekan kerja dan teman-temannya, media sosial di Yogyakarta banyak di gunakan oleh warganya untuk mempromosikan potensi daerah dan wisata yang ada, salah satunya dengan mempromosikan kampung-kampung wisata yang ada di Yogyakarta, kata Kepala Humas Kominfo Yogyakarta.

Dalam sambutannya ibu Rismiati, dari Kominfo mengatakan bahwa Pemerintah dalam hal ini Kominfo lewat dirjen Informasi publik adalah penyedia informasi, negara hadir dalam kehidupan masyarakat. Dan di harapkan masyarakat dapat ikut ambil bagian dalam penyebaran informasi positif tentang daerah dan tempatnya tinggal. Dan nantinya di harapkan informasi positif tersebut akan menyebar dan di tiru di daerah lain. Dengan aktifnya masyarakat aktif menyebarkan informasi positif ini di harapkan akan semakin mempercepat laju pembangunan sampai ke daerah-daerah yang terpencil.


Sementara itu Bapak Ismail Cawidu selaku kepala Humas Kominfo mengatak, Untuk mengantisipasi kejahatan yang di timbulkan oleh media sosial, pemerintah telah mempersiapkan undang-undang cyber crime, yang sudah di siapkan sejak tahun 2000. Salah satu kasus mencolok yang berhubungan dengan media sosial adalah kasus Prita Mulyasari, komplain beliau tentang pelayanan sebuah Rumah sakit di Tangerang berujung dengan jeruji penjara, karena pihak rumah sakit merasa di permalukan. Kasus berikutnya yang sedang hangat adalah kasus Flowrence Sihombing, mahasiswi di Yogyakarta yang berkata kasar di media sosial tentang kota Yogyakarta. Yang berujung dengan banyak protes dan tuntutan dari masyarakat Yogyakarta terhadap Flowrence Sihombing. Agar kasus- kasus serupa tidak terulang lagi, makanya buku Cakap bermedia sosial ini di terbitkan.

Yang aktif di Facebook pasti paham, sekarang ini mulai banyak feed Facebook yang berisi Contoh video dan gambar senonoh di banding dengan kabar yang positif dan membangun. Tidak hanya di Facebook, di media lain seperti Twitter juga marak tweet yang isinya menebarkan kebencian, apalagi sejak pilpres beberapa tahun yang lalu, Twitter seperti menjadi ajang propaganda untuk saling menjatuhkan antar kandidat presiden. Walaupun pilpres sudah lewat dan presiden sudah terpilih, dengan pak Jokowi sebagai presiden terpilih. Akan tetapi benih-benih kebencian belum bisa hilang begitu saja dari timeline. Hal tersebut di paparkan oleh pak Henry menanggapi hiruk-pikuk media sosial sekarang ini.

Tapi beliau mengajak masyarakat untuk memilih informasi yang positif dan membangun, meninggalkan informasi yang berbau fitnah, adu domba, kebencian dan lain sebagainya. Karena informasi positif di sosial media tak kalah banyaknya. Tinggal kita memilahnya. Jadikan media sosial untuk komunikasi, interaksi sosial, informasi dan pengetahuan, komunitas, hiburan, sampai marketing dan bisnis.


Buku Cakap bermedia sosial ini layak di baca untuk panduan aktif sosial media anda, tulisannya enak di baca dan di mengerti oleh semua kalangan, baik anak muda maupun orang tua. Di sajikan dalam bentuk komik di serati dengan tips bermedia sosial dan contoh kasus yang boleh dan tidak boleh kita lakukan dalam bermedia sosial. Buku ini tidak di jual bebas, tetapi bagi komunitas dan masyarakat yang pengen memilikinya bisa kirim email ke Kominfo terlebih dahulu atau mention @kesrakominfo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar