Berkunjung Ke Kampung Ramadhan Jogokariyan Yogyakarta


Salah satu keberuntungan tinggal di kota-kota besar seperti Yogyakarta adalah saat bulan Ramadhan tiba, dan itu yang selalu saya syukuri selama ini. Tinggal di Yogyakarta memungkinkan kita untuk bisa mendapatkan ilmu dan pencerahan dari para ulama terkenal di berbagai masjid yang ada di Yogyakarta. Beda jauh kalau selama Ramadhan hanya berdiam diri di kampung halaman, setiap hari Ustadnya pasti itu-itu saja, dan cermahanya sudah dapat kita tebak seperti apa. Bukannya ustad di kampung halaman kita tidak bagus, tetapi dengan mengikuti ceramah ustad yang belum pernah kita kenal sebelumnya ataupun yang sering muncul di televisi akan berbeda apabila kita sudah kenal penceramahnya setiap hari.

Salah satu masjid di Yogyakarta yang mempunyai manajemen bagus adalah masjid jogokariyan Yogyakarta. Di hari- hari biasa saja syiar agama berjalan dengan baik, terbukti dengan jamaah yang selalu penuh saat waktu shalat tiba, termasuk shalat subuh dimana di tempat lain jamaahnya hanya bisa di hitung dengan jari.

Sebenarnya sudah dari beberapa Ramadhan tahun lalu saya ingin mengunjungi masjid jogokariyan, akan tetapi karena ada beberapa hal yang tidak bisa di tinggalkan niat tersebut belum terlaksana. Dan akhirnya keinginan saya untuk mengunjungi masjid jogokariyan terlaksana di bulan Ramadhan tahun ini, saya berkunjung bersama teman dari Magelang yang juga tertarik untuk ke jogokariyan setelah melihat profil masjid jogokariyan di sosmed. Masjid Jogokariyan memang rajin membagikan segala kegiatannya di sosmed seperti Facebook, Twitter, Instagram, Telegram dan lain sebagainya.

Salah satu yang menarik dari masjid Jogokariyan adalah namanya, umumnya nama- nama masjid sangat kental dengan nuansa Islam seperti Attaqwa, Al Muhajirin, Al Muttaqin dan lain sebaginya, tetapi Masjid Jogokariyan ini tetap memakai nama Jogokariyan seperti nama daerah di mana masjid ini berada. Selain keunikan namanya masjid Jogokariyan juga memiliki sederet program untuk pemberdayaan umat di lingkungan Jogokariyan, misalnya apabila ada jamaah yang sedang kesulitan keuangan bisa meminjam dana khas masjid untuk keperluan sehari-hari, saat masjid ada tamu dari luar daerah yang studi banding, untuk urusan konsumsi pihak masjid memilih warung-warung yang ada di sekitar masjid secara bergiliran, sehingga semua dapat kebagian jatah.

Dakwah pegiat masjid Jogokariyan tidak hanya di kampung Jogokariyan saja, tetapi juga daerah-daerah lain di sekitar Yogyakarta seperti Magelang, Gunung Kidul, Bantul dll. Pegiat dakwah Masjid Jogokariyan mendampingi pegiat masjid atau musholla di daerah-daerah tadi  dengan manajemen seperti yang ada di Jogokariyan sesuai dengan Visi kampung Ramadhan Jogokariyan membangun Indonesia dari kampung.
 Dan masih banyak sederet program dakwah masjid Jogokariyan yang benar-benar bisa membawa keberkahan bagi masyarakat Jogokariyan dan sekitarnya.

Kampung Ramadhan Jogokariyan adalah salah satu program dari masjid Jogokariyan untuk menyemarakan bulan suci Ramadhan, dan program kampung Ramadhan ini sudah berjalan 12 tahun lamanya setiap bulan Ramadhan tiba. Salah satu kegiatan kampung Ramadhan di masjid Jogokariyan ini seperti sore berkisah, Nasyid asyik, workshop remaja kreatif, nobar dan talkshow, bedah buku, angkringan Ramadhan, talkshow parenthing, buka bersama anak yatim ( buryam) , ngobrol perkara iman (ngopi), Jogokariyan got talent, dan tarawih ala Madinah yang di imami langsung oleh syeikh dari Gaza Palestina di awal Ramadhan.

Masjid Jogokariyan tidak jauh berbeda dengan masjid-masjid lainnya, bangunan masjid juga biasa saja seperti masjid-masjid lain di Yogyakarta, memiliki 2 lantai dan halaman yang luas, di halaman yang sering di sebut dengan plaza Jogokariyan inilah talkshow dan kegiatan lainnya berlangsung sebelum waktu Buka puasa tiba.

Yang membedakan masjid Jogokariyan dengan masjid lainnya adalah jamaahnya, jamaah masjid Jogokariyan selalu penuh setiap waktu shalat tiba. Seperti beberapa waktu yang lalu saat saya berkunjung kesana, walau Ramadhan sudah berlangsung beberapa hari, tetapi jamaah shalat tarawih masih penuh. Jamaah datang ke masjid lebih awal, membaca Alqur'an sambil menunggu waktu shalat Isyak dan Tarawih.

Sehabis shalat Tarawih di depan masjid Jogokariyan setiap harinya masih ada kegiatan tentang dunia dakwah. Saat kemaren saya berkunjung kesana acaranya adalah nonton bareng Serangan- serangan maut Al-Qassam di kota jalur Gaza Palestina. Acara nonton bareng ini diadakan oleh yayasan sahabat Al-aqsa yang ketuanya juga merupakan takmir masjid Jogokariyan.

Nonton bareng Serangan-serangan maut Al-Qassam ini juga menghadirkan Ustad dzikrullah yang dulunya seorang wartawan dan pernah tinggal lama di Gaza dan Suriah. Ustad dzikrullah berharap dengan nonton bareng ini jamaah yang hadir akan semakin semangat dalam beribadah dan berdakwah. Karena banyak pelajaran positif dari para pejuang Al-Qassam ini yang patut kita teladani dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah semangat beribadah dalam keadaan perang jihad membela agama Allah SWT, tetapi semangat mereka dalam beribadah seperti shalat qiyamullail, Tahajud, baca Al-Quran selalu mereka laksanakan setiap malamnya, sambil berdoa meminta pertolongan Allah SWT.

Para pejuang Al-Qassam ini berjuang tidak di bayar, malah sebagian besar dari mereka mengeluarkan harta bendanya dalam jihad ini. Mereka berjuang di malam hari secara bergantian sedangkan siangnya menjadi menjadi guru ngaji, relawan, pelajar dan lain sebagainya. Hanya satu niat mereka berjuang membela agama Allah SWT, dan berharap menjadi Sahid. Keluarga yang di tinggalkan juga hanya punya dua pilihan, pulang dengan selamat atau Sahid dan berharap bertemu kembali di surga salah satu rahasia keberhasilan dan keramaian pejuang- pejuang Al-Qassam di Gaza Palestina adalah mereka selalu menjaga Shalat berjamaah, shalat qiyamullail, Tahajud, Dhuha, membaca Al-Quran dan setiap saat berdzikir kepada Allah SWT. Di akhir nonton bareng Serangan-serangan Al-Qassam, jamaah yang hadir berdonasi untuk penduduk di Gaza Palestina, donasi terkumpul 2 juta lebih, nantinya akan di belikan obat-obatan untuk warga Gaza. Puasa tinggal beberapa hari lagi, tapi masih ada kesempatan untuk menimba ilmu di kampung Ramadhan Jogokariyan, ngabuburit sambil belajar menimba ilmu dari setiap acara yang di selenggarakan oleh Masjid Jogokariyan Yogyakarta.

1 komentar:

  1. Sudah lama denger info ttg masjid Jogokariyan, tapi belum sempat safar dan sholat di sana, kemarin ke Jogja cuma 3 hari jd gk sempat ke Jogokariyan, InsyaAllah Next time

    BalasHapus