20 September 2016

Festik2016: Sistem informasi Desa dan keterbukaan Pemerintah

Festik2016: Sistem informasi Desa dan keterbukaan Pemerintah
 Masih dari Festik 2016 di Gedung Grahatama Pustaka DIY, Setelah mengikuti pembukaan Festik 2016, di lanjutkan dengan Seminar ke-2 dengan judul Internet cerdas, Kreatif dan Produktif  dengan pemateri dari Dirjen Pemberdayaan Informatika, Bareskrim Polri dan BNN. setelah sesi ke-2 ini selesai di lanjut dengan istirahat. Karena pas hari Jum'at, selepas selesai acara saya langsung menuju ke sebuah masjid yang tepat berada di Gedung Grahatama Pustaka DIY.

Setelah shalat Jum'at dan istirahat, saya langsung menuju ke Ruang B, lantai 2 gedung Grahatama Pustaka DIY untuk mengikuti sesi ke-3 seminar Sistem informasi Desa dan Keterbukaan Pemerintah dengan pemateri Bupati Pemalang H. Junaedi, Nana Sturada dari Pemkot Semarang, Andry Johandry dari Relawan TIK Pemalang dan Septriana Tangkary dari Dirjen Pemberdayaan Informatika.

Ini adalah seminar yang saya tunggu-tunggu, karena saya sangat tertarik dengan sesuatu yang membahas tentang informasi Desa. Karena saya sendiri orang desa, dan tau sendiri perkembangan sistem informasi di daerah saya. Masih tertinggal di banding dengan desa-desa di daerah lain.  Materi pertama di sampaikan oleh Andry Johandry dari Relawan TIK Pemalang. 

Mas Johandry berbagi pengalaman bagaimana memajukan desa-desa di Pemalang menjadi desa berbasis TIK. Hebatnya selain melakukan pendampingan ke perangkat desa supaya melek dengan TIK, Relawan TIK Pemalang juga membuat apilkasi sistem informasi desa sendiri dengan nama Sidekem. Sidekem sendiri adalah singkatan dari sistem informasi desa kawasan Pemalang. 

Selain di tingkat Kabupaten, di Pemalang di setiap Kecamatan terdapat Relawan TIK cabang yang tugasnya membimbing perangkat desa di wilayah kecamatan tersebut dalam menggunakan aplikasi Sidekem dan pemanfaatan TIK di masing-masing desa. Setelah Mas Johandry, di lanjutkan dengan pemaparan Bupati Pemalang H. Junaedi dalam memanfaatkan TIK bagi tata kelola informasi desa di Kabupaten Pemalang.
Bupati Pemalang H.Junaedi berbagi pengalaman pemanfaatan TIK bagi kemajuan desa. Foto oleh +Relawan TIK Magelang 
Bupati H. Junaedi menjelaskan dirinya yang tadinya tidak paham dengan dunia TIK sama sekali, menjadi paham dan mengaplikasikannya di 211 desa yang ada di Pemalang berkat kerja keras Relawan TIK Pemalang. Saat ini 211 desa dan 10 kelurahan di Pemalang sudah punya website desa dengan domain go.id. Semua potensi desa seperti tempat wisata, produk pertanian, UKM sampai jumlah KK bisa di lihat disana. 

Dalam aplikasi Sidekem yang di gunakan oleh desa- desa di Pemalang isinya menyangkut Administrasi, Keuangan, Komunikasi desa, Surat menyurat, Rekening desa, RPJM Desa, RKP Desa, APBD Desa, Penyusunan Perdes dan penyusunan LPJ Desa. Aplikasi Sidekem ini juga bisa di gunakan oleh daerah lain secara gratis. Menurut Bupati Junaedi di Pilkades Desember nanti Kabupaten Pemalang akan di laksanakan secara e-voting secara serentak. Keberpihakan adalah yang paling penting bagi seorang pemimpin kata Pak Bupati, makanya di Pemalang ada sekertariat gedung Puspindes yang di dalamya ada fasilitas lengkap seperti komputer dengan jaringan internet yang bisa di gunakan masyarakat luas secara gratis.

Setelah Andry Johandry dan H. Junaedi dari Kabupaten Pemalang menjelaskan pemanfaatan TIK bagi kemajuan desa, sesi selanjutnya di isi oleh Nana Sturada dari Pemkot Semarang yang menjelaskan tentang keterbukaan pemerintah. Pak Nana menjelaskan bahwa yang membutuhkan informasi tentang Semarang tidak hanya masyarakat Semarang saja tapi juga ada masyarakat di luar Semarang seperti wisatawan, pengusaha yang akan berinvestasi di Semarang, dan pihak-pihak lainnya.

Menurut beliau, sebuah kota di bisa di canggih kalau sudah terbebas dari banjir, macet dan ada keterbukaan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi secara terbuka. Untuk menjadikan kota Semarang sebagi sebuah kota yang maju, Pemkot Semarang sudah memulainya dengan membuat aplikasi yang mempermudah operasional sehari-hari bagi aparat di lingkup Pemerintah kota Semarang. Sekarang ini semua jajaran pemerintah baik di tingkat Pemkot sampai RT/RW datanya bisa di lihat secara online di www.semarangkota.go.id 

Semua SKPD dan kurang lebih 14.000 pegawai di pemerintahan kota semarang dan anggota DPRD sudah menggunakan email dengan domain ... @semarangkota.go.id. Semua instruksi bisa di lakukan dalam hitungan menit dan sudah sampai ke level terendah sistem birokrasi dari Pemkot sampai ke kelurahan. 
Ibu Septriana Tangkary Dirjen Pemberdayaan Industri Informatika, menjelaskan dukungan pemerintah untuk sistem informasi desa dan keterbukaan pemerintah. Foto oleh +Relawan TIK Magelang 
Tidak hanya itu saja, sekarang sudah ada ratusan titik wifi gratis di kota Semarang dan akan di tambah lagi setiap tahunnya. Selain wifi gratis di komplek Pemkot semarang juga sudah di sediakan gedung dengan fasilitas lengkap seperti Komputer, Internet, alat musik, dan sarana lain yang bisa digunakan oleh masyarakat semarang secara gratis. 

4 komentar:

  1. Pemalang dan KOta Semarang, top sudah mengaplikasikan TI di lingkungan birokrasi, Kabupaten Magelang masih nganu je

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menunggu Mas Hanafi jadi Bupati dulu biar Magelang bisa seperti Pemalang dan Semarang :)

      Hapus
  2. Keren banget ya mas? Kapan Magelang bisa seperti Pemalang dan Semarang ya? Hmm.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menunggu Mas Hanafi jadi Bupati Magelang dulu mas hehe..

      Hapus