Nyadran, bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dan Bakti kepada leluhur


Nyadran, tradisi turun temurun sebagai bentuk rasa  syukur kepada Allah SWT dan bakti kepada leluhur yang telah berpulang ke Rahmatullah. Dengan memanjatkan doa-doa, Surat Al Ikhlas, Tahlil mengharapkan ampunan dan rahmat Allah SWT terhadap beliau- beliau yang telah mendahului kita

Setelah pembacaan doa oleh Pak Kyai di lanjutkan dengan makan bersama di rumah sesepuh dusun,  acara makan bareng ini juga sebagai ajang temu kangen antara penduduk dusun gejiwan dengan sanak keluarga yang masih mempunyai leluhur yang di makamkan di pemakaman umum dusun Gejiwan.

Setelah acara makan bersama selesai di lanjutkan dengan tausiyah yang di sampaikan oleh kyai dari daerah. Tausiyahnya tidak jauh-jauh dari hukum berbakti kepada kedua orangtuanya.  Acara selesai dengan pulang ke rumah masing-masing dengan membawa berkat yang telah di sediakan.

Alhamdulillah, Nyadran tahun ini di Dusun kami berjalan dengan lancar. Ahad 30 April 2017.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar