Nobar film G30S PKI di halaman Masjid Pogung Dalangan Yogyakarta

Masih ingat degan film G30S PKI?
Kapan terakhir kali nonton film yang dahulu merupakan tontonan wajib setiap tanggal 30 September tersebut? Kalau saya terus terang sudah lama sekali tidak menonton film tersebut, terakhir kali nonton film tersebut sekitar 10 tahun yang lalu, ketika masih duduk di bangku sekolah.

Akhir- akhir ini film G30S PKI kembali mencuat ke permukaan, heboh dimana-mana setelah pihak TNI kembali menggalakkan nonton film G30S yang sudah beberapa tahun menghilang sejak era reformasi. Berbagai institusi TNI dari pusat sampai kecamatan kembali menggelar nonton bareng film G30S PKI ini, tidak hanya dari kalangan TNI, beberapa kelompok masyarakat seperti pondok pesantren, masjid, sekolah, partai politik rame- rame mengadakan nonton bareng film G30S PKI pada malam Ahad tanggal 30 September ini.

Salah satu lembaga dakwah yang mengadakan nonton bareng film G30S PKI malam ini adalah Masjid Pogung Dalangan (MPD) yang berada di kampung Pogung, Desa Sinduadi, Kecamatan Melati, Kabupaten Sleman Yogyakarta. Masjid Pogung Dalangan yang letaknya tidak jauh dari komplek Fakultas Teknik Universitas Gajahmada tersebut merupakan Masjid yang aktif dengan kajian dakwah setiap harinya. Hampir setiap pagi dan sore selalu ada kajian sunnah yang di ampu oleh Ustad dengan berbagai disiplin ilmu agama seperti Ustad Muhammad Abduh tuasikal, Ustad Afifi Abdul wadud, Ustad Aris Munandar, Ustad Amrullah Akadinta dan masih banyak yang lainnya.

Sore tadi di Masjid Pogung Dalangan,  Dalam kajian buka puasa bersama puasa Sunnah Assyura yang di isi oleh Ustad Afifi Abdul Wadud, beliau banyak membahas tentang bahayanya paham menyimpang seperti komunisme, Syiah dan semisalnya. Islam dengan ulamanya adalah musuh besar komunisme, tidak heran jika dalam sejarah pemberontakan​ komunis di Indonesia, ulama dan umat Islam yang paling banyak menjadi korban kekejaman PKI. Karena Islam dan komunisme selamanya merupakan paham yang tidak akan bersatu.

Ustad Afifi Abdul wadud menambahkan kebodohan tentang agama, terlalu cinta dengan dunia adalah penyebab dari maraknya paham komunisme dan paham menyimpang berkembang dalam masyarakat. Salah satu cara menyelamatkan masyarakat dari paham menyimpang seperti komunisme adalah dengan kembali ke majelis ilmu, belajar ilmu akidah islam, belajar ilmu tauhid dan kemuliaan islam.

Nonton bareng film G30S PKI di Masjid Pogung Dalangan malem ini diadakan setelah ba'da Isyak. Diadakan di halaman Masjid dengan menggelar tikar, penonton putra dan putri di pisahkan dengan kelambu dengan dua layar lebar. Dalam nonton bareng film G30S PKI di Masjid Pogung Dalangan ini di sediakan teh anget, kacang godok, Ketela Godok, roti kering.

Jamaah Masjid dan warga kampung Pogung Dalangan sangat menikmati pemutaran​ film G30S PKI ini, nonton bareng film G30S PKI ini selain menjadi sarana ngumpul bersama tetangga sekaligus mengenang kembali masa kecil nonton film ini yang merupakan tontonan wajib setiap tanggal 30 September.

Film G30S PKI di mulai dengan memperlihatkan keadaan negri ini saat peristiwa  pemberontakan G30S PKI, seorang istri mengeluhkan tentang mahalnya harga beras kepada suaminya. Dengan tegas sang suami menyatakan tidak akan mempertaruhkan harga dirinya dengan hanya seliter beras walaupun kehidupan mereka sangat susah, harga kebutuhan hidup sehari- hari mahal.

Dalam adegan selanjutnya tampak suatu kelompok dengan bersenjata lengkap sedang mengadakan latihan baris berbaris. Penasaran dengan film G30S PKI selanjutnya?
Silahkan nonton di YouTube atau  nonton bareng di sekitar rumah anda. Tidak ada salahnya kita belajar sejarah kelam perjalanan negri ini, banyak hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil supaya kita, keluarga kita, bisa terhindar dari paham menyimpang seperti komunisme dan semisalnya.

2 komentar:

  1. Insya Allah, komunis tidak akan berkembang menjadi besar selama ulama, Umara dan masyarakat bersatu padu.

    BalasHapus