Ikhsan.web.id

semangat berbagi manfaat

14 Mei, 2018

Cara mencari modal usaha tanpa riba bersama Ustadz Ami Nur Baits dan Saptuari Sugiharto di Teras Dakwah Yogyakarta

Cara mencari modal usaha tanpa riba bersama Ustadz Ami Nur Baits dan Saptuari Sugiharto di Teras Dakwah Yogyakarta
Dalam Mukadimah traning dan workshop Cara mencari modal usaha tanpa riba yang di selenggarakan oleh KPMI (Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia) di Teras Dakwah sore tadi Ustadz Ami Nur Baits menyampaikan bahwasanya Rasulullah shalallahu alaihi wassalam pernah bersabda bahwa jika kita mempunyai tiga nikmat ini, sama halnya kita sudah memiliki dunia beserta seisinya.

Ketiga nikmat tersebut adalah Aman, Mempunyai tempat tinggal dan mempunyai makanan untuk di makan di hari tersebut. Kalau mau mempunyai usaha modal adalah nomer dua, yang pertama adalah niat. Kalau yang di pikir hanya masalah permodalan kita sudah salah di awal mempunyai usaha.

Modal utama untuk mempunyai usaha adalah kemauan dan bertindak, masalah modal dan lainnya adalah nomer sekian. Sahabat Abdurrahman Bin Auf salah satu sahabat terbaik Rasulullah shalallahu alaihi wassalam ketika akan di beri modal oleh sahabat Anshar di Madinah, beliau menolak dan minta di tujukan dimana pasar. Dan tidak perlu begitu lama beliau bisa memiliki kekayaan sama saat masih di Makah, bahkan lebih kaya dari sebelumnya.

Cara mencari modal usaha tanpa riba bersama Ustadz Ami Nur Baits dan Saptuari Sugiharto di Teras Dakwah Yogyakarta
Konsekuensi hijrah di jaman nabi adalah miskin, kalau hijrah di jaman sekarang hanya kehilangan salah satu hal saja yang kita miliki seperti pekerjaan. Jadi jangan berkecil hati

Andaikan kita hidup di jaman  Nabi Shalallahu alaihi wasallam, ada di posisi manakah kita? Penentang atau pembela dakwah beliau?
Jawabannya gampang, tolak ukurnya adalah dari sikap dan semangat kita meninggalkan dari hal yang di haramkan.  Sejauh mana semangat kita meninggalkan hal yang di larang, meninggalkan apa yang di larang oleh Allah dan rasulnya.

Muslim Indonesia punya banyak potensi tetapi potensi tersebut banyak dimanfaatkan oleh orang lain, potensi tersebut salah satunya seperti E-money, Gopay, Rekening di Bank dan masih banyak yang lainnya.

Cara mencari modal usaha tanpa riba bersama Ustadz Ami Nur Baits dan Saptuari Sugiharto di Teras Dakwah Yogyakarta
Potensi tersebut kalau di kumpulkan bisa di manfaatkan untuk kemaslahatan umat. Hukum menyimpan harta adalah boleh, dalilnya adalah dalam Al-Qur'an tentang menerima warisan.

Potensi umat  tersebut tidak boleh nganggur, Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda kalau punya tanah menganggur, serahkanlah ke orang lain untuk mengelolanya. Sebisa mungkin potensi apapun yang kita miliki agar dimanfaatkan, jangan di buat nganggur.
Bagaimana bisa menyatukan potensi tersebut?
Ini yang sampai saat ini belum terbentuk, sebagai solusinya  potensi tersebut bisa di manfaatkan untuk orang per orang ataupun badan usaha.

Cara mencari modal usaha tanpa riba bersama Ustadz Ami Nur Baits dan Saptuari Sugiharto di Teras Dakwah Yogyakarta
Alhamdulillah, sekarang sudah banyak komunitas anti Riba di Indonesia, tinggal pilih komunitas yang ada, sebagai penyemangat dalam menimba ilmu, terutama ilmu tentang Riba.

Orang munafik dan sesama munafik akan bekerja sama dalam pembelaan diri. Dan sekarang sudah banyak komunitas-komunitas maupun pribadi yang menentang hukum-hukum Allah, salah satunya adalah masalah riba.

Nasehat Ustadz Ami Nur Baits untuk yang sedang berhijrah adalah bergabung dengan komunitas yang bisa menyemangati untuk Istiqomah di jalan hijrahnya. Akan sulit untuk meninggikan sesuatu yang haram  tanpa ada penyemangat dari luar.

Cara mencari modal usaha tanpa riba bersama Ustadz Ami Nur Baits dan Saptuari Sugiharto di Teras Dakwah Yogyakarta
Dari Mas Saptuari Sugiharto
Cara mengambil modal tanpa riba atau bisnis tanpa modal seperti
1.  Makelar
Ambil barang dari orang lain, jual ke orang lain.
2.  Jasa
Seperti jasa pembuatan STNK dll
3.  Sistem Sirkah

Bisnis yang di cari keberkahannya bukan banyaknya. Duit berkah tenang menerimanya dan menyimpannya. Kalau hidup menggerutu terus yang ada adalah hal yang negatif melulu.
Kalau kamu rugi, bisnis bangkrut jangan menyalakan bank, kata para penentang gerakan anti riba dalam setiap pembelaannya mengenai riba.

Cara mencari modal usaha tanpa riba bersama Ustadz Ami Nur Baits dan Saptuari Sugiharto di Teras Dakwah Yogyakarta
Perbedaan antara Mudhoribah dan hutang
1.Modal tidak boleh di jamin
2. Bagi hasil adalah fluktuatif tidak menentu.
3. Dalam bagi hasil dilakukan setelah modal kembali. Bagi hasil seyogyanya tidak di bagi apabila ada hal yang mengancam, misalnya dagangan tidak laku karena basi dll

Kajian KPMI bersama Ustadz Ami Nur Baits di masjid Al-Hidayah Purwosari Yogyakarta setiap Selasa jam 09:00

Pesan dari Mas Fery Atmaja owner Geprek Prekju adalah setelah belajar muamalah syar'i perdalam juga ilmu kita tentang tauhid, karena inilah landasan utama dalam menjalani kehidupan, apabila tauhid kita sudah kuat insya Allah setiap apapun yang kita hadapi akan ringan.

Acara talk show cara mencari modal usaha tanpa riba di Teras Dakwah bersama Ustadz Ami Nur Baits dan Saptuari Sugiharto yang di selenggarakan oleh Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) selesai saat adzan Maghrib. Dalam acara ini juga di launching buku tentang Permodalan yang di tulis oleh Ustadz Ami Nur Baits.

Cara mencari modal usaha tanpa riba bersama Ustadz Ami Nur Baits dan Saptuari Sugiharto di Teras Dakwah Yogyakarta
Teras Dakwah salah satu tempat kajian yang terkenal di Yogyakarta, hampir setiap ustadz terkenal hadir di Jogja bisa di pastikan mengisi kajian di Teras Dakwah. Teras Dakwah ini unik, dari yang dahulunya hanya kajian di teras rumah dengan jumlah jamaah terbatas, bisa berkembang menjadi barometer kajian dakwah di Yogyakarta dan sekitarnya.

Selain tempatnya yang nyaman, Sambil mendengarkan kajian kita juga di suguhkan secangkir kopi dan roti kering , kadang selain kopi dan roti juga di bagikan Sego macan untuk jamaah yang hadir. Teras Dakwah, salah satu tujuan wisata religi yang wajib anda kunjungi saat berada di Yogyakarta.