Serikat pekerja

selama menjadi karyawan di perusahaan ritail terkemuka di indonesia yang bergerak di segmen minimarket nggak pernah sekalipun aku mendengar adanya serikat pekerja yang menaungi setiap keluhan karyawannya

yang ada hanya indusrtial departement yang notabene bentukan perusahaan itu sendiri untuk mewadahi aspirasi karyawan dan itupun di tinjau ke management sekitar setahun sekali dan kemungkinan untuk di tindak lanjutinya aspirasi kita itu sangatlah kecil, apalagi kalau sudah bebrbenturan dengan kepentingan pengusahaa dan aspirasi kita tersebut hanyalah tinggal di angan-angan semata

dan baru-baru ini muncul suatu gerakan dari oknum-oknum yang bernyali gede untuk menyerukan di adakannya serikat pekerja di perusahaan yang sudah delapan tahun berdiri dan mempunyai sekitar delapan belas ribu karyawan
oknum-oknum tersebut yang selama ini tertindas dengan sistem yang ada baik dari peraturan perusahaan langsung atau
sistem yang di buat oleh segelintir orang yang mempunyai pengaruh dan jabatan penting di perusahaan dan level managerial

dengan beraninya ia mengirimkan email kesemua cabang dan departemen yang isinya menyerukan kepada sesama karyawan
senasinb dan sepenanggungan untuk bergabung dengan serikat pekerja yang telah ia bentuk untuk wadah bagi karyawan yang selama ini sulit sekali aspirasinya tersalurkan
dan yang lebih menghebohkan ternyata email tersebut mendapatkan respons yang banyak dari berbagai cabang yang ada, dan mungkin karena di anggap provokator maka semua email hari itu tidak berfungsi sebagaimana mestinya baik untuk tarik maupun kirim data, dan sebagaian oarang berpendapat bahwa email-email tersebut sengaja di blokir untuk meredam gejolak
yang ada

memang email tersebut cukup berpengaruh di tempat kerja dan banyak diskusi yang di adakan perseorangan ataupun beberapa orang yang mempunyai visi yang sama untuk sebuah serikat pekerja yang independen yang bisa menjadi penyambung lidah terhadap management yang selama ini terkesan nggak mau peduli dengan yang terjadi di level bawah karyawan nya yang setiap hari bekerja dalam ketidak pastian dan rasa peseimistis akibat selalu di omelin dan hak-haknya
tak di penuhi sebagai salah satu contoh tanggungan karyawan seperti kalau ada barang rusak karyawan harus menanggung sebagian atau keseluruhan kerugian tersebut padahal kalau perusahaan mendapatka untunng yang di dapatkan karyawan tak seberapa dengan pengorbanannya selama ini

secara privadi kau merasa simpati dan salut terhadap orang atau indi vidu yang berani meyerukan adanya serikat pekerja yang selama ini tak seorangpun menyerukannya karena bisa di anggap makar terhadap perusahaan, tapi lagi lagi karena masih membutuhkan pekerjaan untuk sekedar bertahan di perantauan keinginan bergaung hanya terlintas dalam angan -angan saja

semoga dengan adanya orang -orang yang barani jadi martir dalam memperjuangkan hak-haknya yang selama ini terdzalimi
maka terciptanya sebuah serikat pekerja yang independen di perusahaan ini akan segera terwujud dengan segera

Tidak ada komentar:

Posting Komentar