15 Oktober 2013

Salat Idul Adha 1434 H di Lapangan Rindam IV Diponegoro Magelang

Salat Idul Adha 1434 H di Lapangan Rindam IV Diponegoro Magelang
Hari ini (15/10/2013) kita kembali bisa merayakan hari Raya Idul Adha atau yang sering kita sebut juga dengan hari Idul Qurban, sementara saudara-saudara kita yang lain sedang menjalankan panggilan Allah SWT dengan menjalankan Ibadah Haji.
Hari ini saya dan keluarga melaksanakan Salat Idul Adha di Lapangan Tentara 1 RindamIV Dionegoro Magelang. Dek Disa Putri saya yang masih berusia sebelas bulan tidak lupa juga ikut  bersama kami Seperti hari Raya Idul Fitri yang lalu. Putri kami yang masih kecil  tentunya belum tau apa maknanya Salat Idul Adha sebagaimana orang yang sudah dewasa, tapi dengan selalu mengajaknya ikut Salat Idul Adha dan Salad Id, kami berharap Dek Disa kelak akan mengerti apa hakekatnya Idul Fitri dan Idul Qurban dan kalau sudah dewasa nanti menjadi anak yang Saleha.
Dalam salat Idul Adha di Lapangan tentara Rindam IV Diponegoro ini bertindak selaku Imam dan Khatib adalah H. Kosim Ali Mustofa dari Temanggung. Dalam khutbahnya  Pak Mustofa mengatakan bahwa rangkaian ibadah Haji dan Idul Qurban tidak bisa di lepaskan dari peristiwa sejarah yang di alami oleh Nabi Ibrohim As, beserta keluarganya. Beliau seorang nabi yang ujian dan cobaannya silih berganti, bahkan sejak lahir beliau telah mengalami berbagai macam ujian di antaranya ancaman pedangnya Raja Namrud yang mengaku dirinya sebagai tuhan, oleh karenanya beliau di sembunyikan oleh kedua orang tuanya dalam sebuah gua di tengah-tengah hutan
Kemudian ketika beliau telah dewasa dan ingin bertemu dengan kedua orang tuanya sendiri, ternyata beliau di usir oleh kedua orang tuanya karena keistiqomahan dalam mempertahankan akidah yang bertentangan dengan kepercayaan nenek moyang mereka.
Ketika remaja beliau di bakar hidup-hidup karena memerangi kemusyrikan dengan memenggal berhala-berhala yang menjadi sesembahan Raja Namrud dan rakyatnya. Semangat menegakan kebenaran melahirkan keberanian yang luar biasa.
Berkat kebesaran dan keMaha Kuasan Allah SWT, api yang membakar Nabi Ibrohim di rubah menjadi sifat dingin, sehingga nabi Ibrohim terselamatkan dari kejahatan Raja Namrud Laknatulloh.
Ketika beliau sudah berumur 80 tahun di perintahkan oleh Allah SWT untuk berkhitan, bahkan ketika beliau di karunia seorang putra Ismail tiba-tiba beliau di perintahkan untuk menyembelih putra kesayangannya.  Yang karena keimanan yang sangat kepada Allah di turutinya mnyembelih Ismail, tapi sebelum pedang menyentuh leher Ismail, Ismail di ganti oleh Allah dengan seokor kambing.
Dalam akhir khutbahnya Pak Kosim Mustofa menjelaskan mengenai manfaat dari Syariat Qurban. yang mengandung pelajaran sangat berharga bagi kita antara lain:
      Sebagai Barometer seberapa jauh kita bersedia dan ikhlas dalam berqurban demi pengabdian kita kepada Allah SWT
      Sebagai bukti kepedulian kita kepada sesama, agar kita tidak menutup mata terhadap kaum miskin, sekaligus sebagai bukti sejauh mana tingkat kesalehan kita
      Syariat Qurban yang di lakukan satu kali dalam satu tahun sebagai i'ktibar agar kita mau berqurban di hari-hari yang lain.
      Dengan berqurban, kita akan terlepas dari Sabda Nabi yang mengatakan bahwa bagi yang mampu untuk berqurban tapi tidak berqurban, kata Nabi jangan dekat-dekat dengan tempat salat beliau
Peristiwa sejarah yang tertulis dalam Alquran ini, hendaknya tidak hanya untu di kenang begitu saja, hendaknya kita bisa mengambil pelajaran, bahwa ternyata hidup butuh perjuangan, dan perjuangan butuh pengorbanan, sementara pengorbanan memerlukan keikhlasan. Perjuangan, pengorbanan dan keikhlasan yang telah di contohkan oleh Nabi Ibrohim hendaknya mampu mengatasi rintangan dan tantangan. Dan ini tentu tidak lepas dari Hidayah dan Inayah Allah SWT. Oleh karena itu Allah memerintahkan kepada kita untuk mengikuti jejak Nabi Ibrohim AS.
Salat Idul Adha 1434 H di lapanagan Rindam IV Diponegoro di ikuti tidak hanya di ikuti oleh personil Rindam IV Diponegoro tapi juga di ikuti oleh para pejabat teras Pemerintah Kota Magelang dan masyarakat di sekitar Komplek Rindam IV Diponegoro.

Selamat Hari Raya Idul Adha 1434 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

0 komentar:

Poskan Komentar