Jalan-jalan ke Telaga Warna dan Telaga Pengilon di Dieng Wonosobo

Telaga Warna dan Telaga Pengilon di Dieng Wonosobo
Beberapa waktu yang lalu, saya dan teman-teman satu kerjaan di Jalan Kaliurang Jogja mengadakan liburan bareng setelah sebulan lamanya berkutat dengan target penjualan yang tentunya banyak menyita pikiran tenaga yang cukup membuat stress. Atas ide mereka, kami sepakat untuk pergi liburan bareng, menghilangkan stress dan penat selama sebulan lebih bekerja.

Setelah voting, sebagian besar dari kami pingin liburan kali ini ke Kawasan obyek wisata Dieng di Kabupaten Wonosobo. Alasannya kalau tujuan liburannya hanya di sekiar Jogja saja seperti Pantai Parangtritis, Indrayanti, Kuwaru dan sekitarnya, sebagian dari kami pernah mengunjunginya bahkan ada yang lebih dari tiga kali. Selain itu, dari kami sebagian belum pernah ke Dieng, karena selain tempatnya yang jauh.
Telaga Warna dan Telaga Pengilon di Dieng Wonosobo
Dari Jogja kami berangkat sore hari, dan baru sampai di Wonosobo sehabis Isyak. Untuk menghemat biaya, kami menginap di rumah teman yang kebetulan rumahnya Wonosobo. Setelah Istirahat pagi harinya kami berangkat ke Kawasan Obyek Wisata Dieng Plateu. Obyek wisata yang pertama kami kunjungi adalah Telaga Warna dan telaga Pengilon. Untuk bisa masuk ke kawasan Obyek wisata Telaga Warna dan Pengilon kita cukup bayar karcis retribusi sebesar Rp.2000,- saja. Tergolong murah untuk kawasan wisata terkenal di kawasan Dieng. Setelah masuk ke kawasan Telaga yang kebetulan waktu itu airnya sedang surut karena musim kemarau, Kami segera menyibukan diri dengan foto-foto dengan latar Telaga Warna, berjalan menyusuri pinggiran telaga, dan ada yang sekedar kongkow-kongkow menikmati suasana Telaga Warna sambil sesekali mengabadikan pemandangan telaga dengan handphone dan kameranya.
Alfamart Jogja Goes to Telaga Warna dan Telaga Pengilon di Dieng Wonosobo
Telaga warna dan telaga Pengilon adalah dua tempat dari puluhan obyek wisata di Dieng yang banyak di kunjungi wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara karena keindahannya. Telaga Warna dan telaga Pengilon termasuk dalam wilayah Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa tengah. Telaga Warna dan Pengilon berada di ketinggia 2000 meter di atas permukaan laut, menjadikan daerah di sekitar Telaga Warna dan Pengilon masih dingin saat di siang hari sekalipun.

Sesuai dengan namanya Telaga Warna, Air di Telaga ini warnanya bermacam-macam ada warna hijau, putih ke kuning-kuningan, serta biru laut seperti pelangi. Menurut para ahli warna-warni permukaan Telaga Warna di sebabkan karena adanya pembiasan cahaya pada endapan belerang di dasar telaga. Di dekat Telaga Warna juga terdapat satu telaga lagi yaitu Telaga Pengilon. Telaga Pengilon letaknya di sebelah Telaga Warna, hanya saja warna air di Telaga Pengilon keliahatan  bening dan jernih, saking jernihnya bisa untuk bercermin, sehingga di namakan dengan Telaga Pengilon, Pengilon dalam bahasa Jawa artinya cermin.
Berkunjung ke Telaga Warna dan Telaga Pengilon di Dieng Wonosobo
Seperti umumnya tempat-tempat wisata alam di Indonesia yang banyak menyimpan cerita dan mitos mengenai terjadinya tempat tersebut. Telaga Warna dan Pengilon juga mempunyai mitos dan  legenda yang berkembang di tengah masyarakat sekitar dataran tinggi Dieng. Konon dahalu kala ada seorang bangsawan yang mampir ke Telaga dan tanpa sengaja cincinnya jatuh ke telaga, dan sejak itu telaga menjadi bermacam-macam warnanya. 

Menurut cerita yang satunya lagi, Dahulu ada seorang Ratu di tanah jawa yang mempunyai seorang putri yang cantik jelita, saking cantiknya banyak raja-raja yang ingin meminangnya. Karena kesulitan memilih siapa yang akan di pilih jadi menantunya, sang Ratu membuat sayembara. Barang siapa yang berhasil membuat telaga dengan cepat maka dia yang akan di pilih menjadi menantunya. Sayembara tersebut di ikuti oleh dua orang ksatria yang kedua-duanya sama-sama sakti mandraguna. Salah satu kstaria tadi berhasil membuat telaga jadi lebih dahulu, yaitu telaga Warna. Ksatria yang satunya lagi membuat telaga yang jadinya lebih lama, Telaga tersebut adalah Telaga Pengilon.

 Akhirnya sayembara di menangkan oleh Ksatria yang membuat Telaga Warna. Saat sang ratu dan putrinya melihat kedua telaga tersebut, Sang ratu lebih tertarik dengan Telaga pengilon yang airnya tenang, tidak seperti Telaga Warna yang airnya beriak. Pertanda ksatria yang membuat Telaga Pengilon hatinya baik, tidak serakah. Akhirnya sang ratu memilih Ksatria yang membangun Telaga Pengilon sebagai pemenangnya menggantikan Ksatria yang membangun Telaga Warna. Karena marah, Ksatria yang membuat Telaga Warna mengeluarkan kesaktiannya sehingga selendang yang di kenakan sang ratu dan putrinya terlempar jatuh ke Telaga Warna, dan sejak itu Telaga Warna airnya keliahatan berwarna-warni seperti selendang yang di kenakan sang ratu dan putrinya.
 obyek wisata yang wajib di kunjungi, antara lain Goa Semar, Goa Sumur, Goa Jaran, Serta Batu tulis. Di Goa-goa tadi menurut masyarakat sekitar sering di jadikan buat ritual tertentu. Bahkan konon katanya Almarhum Presiden Soeharto sebelum menjadi Presiden juga sering melakukan tirakat di Goa Semar.
Selain Telaga Warna dan Telaga Pengilon, Di sekitar Telaga juga masih banyak obyek wisata yang wajib di kunjungi, antara lain Goa Semar, Goa Sumur, Goa Jaran, Serta Batu tulis. Di Goa-goa tadi menurut masyarakat sekitar sering di jadikan buat ritual tertentu. Bahkan konon katanya Almarhum Presiden Soeharto sebelum menjadi Presiden juga sering melakukan tirakat di Goa Semar. 

Berkunjung ke Dieng khususnya Telaga Warna dan Pengilon rasanya kita tidak akan pernah menyesal, bahkan pengen balik lagi kesana suatu hari nanti. Sejuk dan dinginnnya udara di dataran tinggi Dieng, Rimbunnnya pepohonan dan air warna telaga yang berwarna-warni membuat kita betah berlama-lama di sana. Akan lebih menyenangkan lagi kalau kesananya bareng keluarga. 

9 komentar:

  1. Dieng, negri di atas awan

    BalasHapus
  2. Mari, ke Dieng..

    BalasHapus
  3. Dieng negri di atas awan pulau Jawa

    BalasHapus
  4. Ternyata Pak Harto pernah tirakat di Gua semar ini ya

    BalasHapus
  5. Nang Ngunung Prahune njo mas kapan-kapan...ajak Bala Tidar sekalian kopdaran...Sip wis, mangkat sabtu sore insyaAlloh balek minggu siang

    BalasHapus