Festik2016: Internet Cerdas, Kreatif dan Produktif

Festik2016: Internet Cerdas, Kreatif dan Produktif
Hari Jumat (17/09/2016) yang lalu saya di beri kesempatan untuk bisa hadir sebagai peserta Festival TIK 2016 yang berlangsung dari tanggal 16-18 September 2016 di Gedung Grahatama Pustaka DIY, Jalan Raya Janti No 344 Gedong Kuning, Bantul, Yogyakarta. Festival TIK (Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi) adalah Festival tahunan yang di selenggarakan oleh Relawan TIK Indonesia bekerja sama dengan Kominfo dan pihak-pihak lain yang bergerak dalam dunia IT.

Festik di Yogyakarta kali ini adalah Festik yang ke-5, setelah satu tahun sebelumnya diadakan di kota Bandung, Jawa Barat. Festival TIK diadakan karena semakin berkembangnya dunia teknologi informasi komunikasi (TIK) berkembang sangat pesat, termasuk Indonesia. Terlihat dari banyaknya konten yang ada dan tersedia di lingkungan masyarakat, baik untuk kegiatan sosial maupun bisnis. Yang berimbas pada tumbuh dan berkembangnya para pelaku profesional di bidang TIK. Pemahaman TIK secara umum di gunakan untuk mendukung kegiatan akademis, bisnis, media dan pemerintahan. Namun dalam perkembangannya, pemanfaatan TIK di sekitar kemasyarakatan justru sangat menunjukkan peningkatan yang sangat tajam, karena dengan adanya teknologi informatika tersebut, menjadikan perubahan dalam kehidupan masyarakat yang berdampak pada gaya hidup mereka.  Begitu yang di sampaikan oleh ketua panitia Festik 2016 Muhammad Said Hasibuan dalam kata sambutan bagi undangan peserta Festival TIK via email beberapa hari sebelum Festik di gelar.

Setelah mengikuti pembukaan Festik 2016 yang di hadiri oleh perwakilan dari Kementrian Kominfo, Sultan Jogja, Kemenko PMK dan Direktorat Pemberdayaan Informatika ibu Septi. Berikutya saya mengikuti seminar Internet Cerdas, Kreatif dan Produktif  dengan Pemateri Direktorat Pemberdayaan Industri Informatika.

Sesi pertama di isi oleh Kepala BNN  Yogyakarta, beliau mengungkapkan seluk beluk sindikat narkoba di Yogyakarta. Jogja merupakan sasaran empuk bagi sindikat narkoba, karena Jogja sebagai kota pelajar, banyak mahasiswanya menjadi pasar empuk bagi mereka. Seperti beberapa waktu yang lalu di tangkapnya gembong narkoba asal Nigeria di daerah Taman siswa.
Peserta Seminar Internet Cerdas, Kreatif dan produktif di ruang B, Lantai 2 Gedung Grahatama Pustaka DIY
Sesuai dengan perkembangan jaman yang semakin maju, BNN pun juga menggunakan IT untuk menelusuri jaringan narkoba. Tidak heran apabila akhir-akhir ini banyak sindikat dan pemakai narkoba yang tertangkap lewat penelusuran media sosial seperti Facebook, Twitter dan lainnya.
Pemakai narkoba berawal dari persoalan keluarga yang menjadi masalah suatu wilayah. Dalam kesempatan tersebut Kepala BNN Yogyakarta berharap agar masyarakat aktif terlibat dalam pemberantasan narkoba, apabila mengetahui ada transaksi narkoba bisa menghubungi BNN Yogyakarta.

Sesi berikutnya di isi oleh Direktur pemberdayaan Informatika Ibu Septi Tangkary. Beliau mejelaskan mengenai banyaknya transformasi terjadi dengan adanya internet seperti dunia pendidikan, Budaya dan Sosial di tengah masyarakat. Sekarang ini sedang terjadi kecenderungan di masyarakat membeli gadget mahal, tapi hanya di gunakan untuk hal yang remeh temeh seperti up date status di media sosial. Seharusnya kita bertransormasi dengan gadget yang kita punya. Misalkan gadget yang kita beli 3 juta rupiah. Bagaimana caranya uang  3 juta itu balik lagi dalam waktu singkat. syukur-syukur bisa menghasilkan pendapatan sehari-hari. Misalnya dengan berjualan di marketplace yang lagi marak sekarang ini.

Menurut hasil survey terbaru, Populasi penduduk Indonesia sekarang ini adalah 259 juta jiwa. Dari jumlah tersebut 88, 1 juta adalah pengguna internet aktif. Sungguh suatu yang sangat luar biasa apabila bisa memperdayakannya. Tapi dari jumlah tersebut mayoritasnya atau sekitar 79,1 juta hanya aktif di media sosial. Up date status, up load foto dll.

Istilah yang mengatakan gadget mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat adalah benar adanya. Oleh karena itu beliau mengajak, teruama bagi orang tua agar mengurangi penggunaan gadget ketika bersama keluarga, karena banyaknya gejala penyakit masyarakat seperti LGBT, Fedofil, Radikalisme, Narkoba dan lainnya karena kurang perhatian dan kasih sayang orang tua. Selalu luangkan waktu untuk ngobrol dengan anak, minimal 10 menit.

Selain itu, orang tua juga harus paham bahaya tersembunyi cyber bulying, Cyber Fraud, Porn, Cyber Gambling, Cyber Stalking. Dampingi anak saat berselancar di dunia maya, minimal kontrol dengan sesekali lihat gadgetnya. Karena banyak kode-kode rahasia yang perlu di ketahui orang tua seperti kode sex dll. Kita sebagai orang tua juga harus paham tanda-tanda anak kecanduan pornografi seperti: Di tegur marah, mulai impulsif, sulit konsentrasi, bila di ajak bicara menghindari kontak mata, menyalahkan orang lain, menutup diri, prestasi akademis menurun, hilang empati dan apapun yang di minta harus di turuti.
kode-kode internet yang perlu di ketahui orang tua
Kode-kode di Internet yang sebaiknya di ketahui Orang tua Foto oleh +Relawan TIK Magelang 
Sesi terakhir di seminar Internet cerdas, kreatif dan produktif di isi oleh Bapak Bambang Tjahyono dari Keminfo yang menjelaskan tentang whitelist nusantara. DNS Whitelist nusantara merupakan program untuk mendukung internet sehat yang dapat di akses oleh seluruh kalangan pelajar mulai dari SD, SMP maupun SMA. Saat ini terdapat sekitar 90 ribu lebih konten yang di masukan dalam daftar putih yang dapat di akses masyarakat. Konten-konten ersebut telah di kaji dan di verifikasi oleh tim yang memastikan tidak ada hal-hal negatif yang bebahaya di dalamnya.


1 komentar: