05 September 2016

Hidup berkah tanpa riba, kembali ke titik nol bersama Saptuari Sugiharto

Hidup berkah tanpa riba, kembali ke titik nol bersama Saptuari Sugiharto
kemaren siang ( Ahad, 04/09/2016) di masjid Asy Syifa' rumah sakit islam kota Magelang, tepatnya sehabis dzuhur, saya bersama ratusan jamaah dari Magelang dan sekitarnya menghadiri seminar Hidup berkah tanpa riba, kembali ke titik nol dengan pembicara Founder Komunitas Sedekah Rombongan Mas Saptuari Sugiharto. Acara ini di selenggarakan oleh Komunitas pengusaha tanpa riba (PTR) Jogja-Jateng. Seminar ini pertama kali diadakan di Magelang oleh komunitas pengusaha tanpa riba setelah beberapa kali menyelenggarakan acara yang sama di kota-kota lain.

Ustad Wawan, selaku ketua komunitas pengusaha tanpa riba Jogja-Jateng dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini di selenggarakan karena semakin maraknya riba di tengah masyarakat, bahkan sudah wajar dan di anggap sebagai sebuah kebutuhan, seperti hutang mobil, hutang motor lewat leasing, cicil rumah lewat KPR dan lain sebagainya. Padahal dalam Al-quran sudah di jelaskan mengenai bahaya dan dosanya riba, bahkan dosa teringan akibat riba seperti menzinai ibu kandung sendiri. Dengan diadakannya acara semacam ini kata Ustad Wawan, akan semakin banyak masyarakat yang meninggalkan riba.

Setelah sambutan dari Ustad Wawan, di lanjutkan dengan Mas Saptuari dengan materi Hidup berkah tanpa riba, kembali ke titik Nol. Mas Saptuari mengatakan banyak dari kita di kepung oleh riba tapi tidak menyadarinya, tawaran penuh jebakan. bukan kebutuhan nekad hutang, hidup menumpuk utang. Ngomong-ngomong tentang riba banyak dari kita yang belum tau apa itu yang di maksud dengan riba? Riba adalah semua utang yang memberikan manfaat. Sudah jelas-jelas di terangkan dalam Al-quran, banyak hadist yang membahas tentang riba. MUI sebagai salah satu lembaga yang menaungi umat islam di Indonesia juga telah mengeluarkan fatwa tentang haramnya riba. yaitu fatwa No. 1 tahun 2004. Akan tetapi entah kenapa banyak yang tidak tau tentang fatwa MUI tersebut.

Sebagaimana kita ketahui selama ini tidak ada tempat di Televisi bagi Ustad-ustad Fiqih Muamalah yang membahas tentang riba. Tapi setelah meledaknya internet dan adanya sosial media seperti Facebook, Twitter, You tube dan lain sebagainya banyak bermunculan ustad-ustad ahli fiqih muamalah yang membahas tentang riba di chanel-chanel mereka. Dan disinilah mulai awalnya banyak masyarakat yang faham tentang hukum riba, sehingga banyak bermunculan di tengah masyarakat komunitas-komunitas anti Riba, salah satunya adalah komunitas pengusaha tanpa riba.

Kita selama ini mungkin sangat antipati dengan alkohol dan daging babi yang di haramkan, akan tetapi sangat toleran dengan riba dan sama haramnya dengan babi dan alkohol. Padahal sudah jelas-jelas dalam Al-quran ancaman bagi para pelaku riba seperti pemakan, nasabah, penyetor, saksi, pencatat dan penyetor riba. Bahkan dalam sebuah hadist shahih, Nabi Muhammad SAW bersabda dosa riba paling ringan adalah seperti berzina 36 kali walau harta riba yang kita makan hanya 1 dirham saja. Banyak jamaah yang hadir termasuk saya di buat terkesima dengan pemaparan mas Saptuari tentang riba ini, karena hampir dari semua yang hadir pernah bersentuhan dengan yang namanya riba. Mas Saptu mengatakan bahwa bisnis bukan hanya soal rugi atau untung tapi juga soal surga atau neraka, maka jangan sampai hanya untuk kesenangan sesaat kita mengorbankan kepentingan yang abadi di akhirat kelak. 

Bukan hanya para jamaah saja yang pernah bersentuhan dengan riba, Mas Saptuari sendiri adalah salah seorang yang pernah terpuruk hidupnya karena riba ini. Kehidupan beliau yang tadinya ayem tentrem mendadak banyak masalah bermunculan setelah tanda tangan riba. Masalah pertama muncul yaitu di tipu karyawannya sendiri senilai 33 juta dan usahanya mulai bankrut, mesin percetakan yang di beli dengan uang riba seharga 80 juta bukannya menambah penghasilan tapi malah merugi 100 juta karena mengalami kersakan di sana sini, duit tabungannya senilai 350 juta juga ludes hanya dalam tiga bulan karena salah perhitungan dalam jual beli forex. Tidak hanya sampai di situ saja, ruko yang selama ini menjadi kantornya sehari-hari di bobol maling, kerugian yang dia derita mencapai ratusan juta belum lagi komplian dari pelanggannya yang orderannya belum di kerjakan karena tidak ada alat produksi. Selang tidak begitu lama beliau mengalami kecelakaan di daerah Purwokerto, Mobilnya masuk jurang. Istrinya juga ikut-ikutan kecelakaan saat mengendarai motor. 

Selain mengisahkan dirinya sendiri yang terpuruk, masalah demi masalah mendatanginya tanpa henti setelah bersentuhan dengan riba. Mas Saptuari juga bercerita banyak orang dari yang hanya sopir  angkot sampai Vice Presiden di salah satu bank nasional dengan gaji puluhan juta perbulan yang akhirnya memutuskan resign hanya karena bersentuhan dengan riba setiap harinya. Salah seorang jamaah bertanya Di jaman yang serba kapitalis seperti sekarang ini apakah kita bisa hidup tanpa riba? Mas menjawab dengan menyampaikan sabda Nabi Muhammad SAW, Bahwasanya akan hadir di suatu masa semua orang akan memakan riba, sampai-sampai yang tidak makan riba akan kena debunya. 

Ada jamaah lain yang bertanya bagaimana hukumnya dengan berhutang ke bank syariah? apakah tergolong riba juga sementara bank tersebut sudah menerapkan prinsp-prinsip syariah? Mas Saptuari mengatakan bahwa bank Syariah di Indonesia belum murni syariah, karena terpentok dengan aturan Bank Indonesia. Jadi walaupun namanya syariah, masih ada riba di dalamnya. Seperti bagi hasil  yang telah di tetapkan keuntungannya di depan, sementara dalam prisip syariah dalam bagi hasil harus siap untung dan juga harus siap rugi. Mas Saptuari mengajak kepada jamaah yang hadir untuk meninggalkan hal-hal yang berbau riba karena dosanya ngeri banget.

Di akhir acara Mas Saptuari berbagi tips agar terbebas dari riba
1.Taubat
2.Berazam/ bercita-cita sampai mentok meninggalkan riba
3.Perbaiki ibadah secara total. baik ibadah wajib maupun yang sunah terutama shalat, karena sabar dan shalat sebagai penolong
4.Perbanyak doa dan dzikir 
5.Minta doa kepada kedua orang tua terutama ibu, apabila sudah meninggal bisa beramal dengan di niatkan pahala buat mereka
6.Naikan pendapatan
7. Tunda kesenangan 
8.Perbanyak sedekah, dalam sebuah hadist Nabi Muhammad SAW bersabda kalau doa kita penge di kabulkan bantulah orang lain. 

Sebelum mengakhiri tausyiahnya Mas saptuari mengajak jamaah agar semakin mendekat ke Allah SWT, Ikuti aturannya jangan ngeyel. Insya Allah keberkahan akan menghampiri kita. 

11 komentar:

  1. Kemarin bareng sama Arif juga, mas. Aku malah baru tahu siangnya. Ternyata ngeri banget riba itu baik di dunia mau pun akhirat kelak. Semoga kita semua bisa terhindar dan jauh-jauh dari riba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. AKu yo ndak tahu kalau mas ikhsan ke Masjid RSI, hihi.. tahu tahu ada postingan ini.. hehe..

      Hapus
  2. Riba itu kan Haram, Kita Masyarakat Indonesia mayoritas Islam,lalu kenapa Bank yang sangat kental dengan akad riba berkembang menjamur ya. Katanya sih MUI menyatakan bunga bank itu haram, tapi nggak punya wewenang untuk bertindak. Ya gimana lagi, agar perekonomian negara dapat berkembang salah satunya juga adanya persatuan bank seluruh dunia, dan tentunya asas di didalamnya tidak jauh beda.
    Bagaimana kalau dibentuk sebuah bank syariah indonesia, soalnya bank syariah indonesia juga nggak ngejamin akad didalamnya itu syariah.
    Semoga kita selalau dalam lindungannya, menjadi golongan orang yang terkena debu riba. amin.

    BalasHapus
  3. Hihi harus bersyukur dengan rejeki yang barokah, jauhi riba kalau bisa hehe

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Assalamualaikum. Salam sejahtera semuanya.
    “Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya.”
    “Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.”
    Ya benar Hutang wajib dibayar, lalu bagaimana dengan kondisi seseorang yang lagi berhutang tapi sangat sulit untuk membayar. Ikhtiar sudah, naik gunung turun gunung, Doa sudah, puasa sudah, tahajud sudah, dhuha sudah, tapi kok seolah olah tidak ada jawaban dari sang maha pencipta. Inget, JANJI ALLAH ITU PASTI!!!!.. Sangking mumetnya nyoba masang togel bermimpi dapat ratusan juta sampai milyaran rupiah. Tapi yakin lah di setiap perjuangan dan doa ada waktu yang dijanjikan Oleh ALLAH , nah ini tergantung manusianya, sabar atau tidak, iklas atau tidak, tawaqqal atau tidak. Dalam perjalanan menuju usaha tersebut banyak sekali cobaan, halangan, rintangan. Satu kata Berpikir jernih, Istiqomah! Coba anda renungkan kenapa ya kok gagal melulu, kok apes terus.. ? ada “something’’ yang terlewatkan. Coba disimak ulasan dibawah ini, semoga menjadi hidayah dan tips untuk berpikir maju.!


    Orang yg paling buruk untuk dilayani adalah POOR PEOPLE". Dikasih gratis, dipikir mau nipu. Dikasih tau ttg investasi nya kecil, bilangnya hasilnya kecil. Dikasih yg invest nya besar, eh bilangnya ga ada uang.. Dikasih tau untuk coba hal baru, bilang nya tdk punya pengalaman. Dikasih tau bisnis tradisional, dibilang susah. Dikasih tau model bisnis baru, dibilang MLM. Dikasi tau buka toko, dibilang ga bebas. Dikasih tau buka bisnis, bilangnya ga ada pengalaman Poor people punya kesamaan.. Mereka suka bertanya ke google. Mendengarkan teman yg sama susahnya dgn mereka. Mereka berpikir lebih banyak dari profesor dan bertindak lebih sedikit dari orang buta. Coba tanya mereka, "apa yg bisa mereka lakukan" Mereka tidak akan bisa menjawab..
    Curhat melegakan hati dan pikiran
    Sharing menambah wawasan
    By.suryapratama099@gmail.com

    BalasHapus
  6. Assalamualaikum wr. Wb
    Salam sahabat, perkenalkan nama saya tomy admajaya, niat saya hanya ingin berbagi kebaikan khusus kepada orang yang mengalami kesusahan,
    Bismillahirrahmanirrahim
    Percaya tidak percaya semua kembali pada pembaca postingan saya, 6 thn yang lalu. awalnya sy seorang pengusaha yang bisa dibilang sukses,tapi banyak yang tidak suka kalau saya sukses, Bisnis saya bangkrut. saya punya anak dua dan mash kecil2, saya sempat putus asa dan tidak tau mau berbuat apa2,.hutang di bank hampir 2m , diperongan jg yang kian menempuk + bunga, Bahkan rumah saya serta pabrik pun disita oleh bank. pada saat itu saya sempat putus asa dan saya sempat mau mengakhiri hidup,tapi setiap saya melihat anak semua putus asa saya hilang.
    Iktiar demi iktiar saya lakukan, tapi mengalami jalan buntu. Teman dan saudara semua menghindar, ya begitulah……dikala senang banyak uang bak gula dikerumini semut. Tersirat dalam hati, tersengkur didepan sajadah, dosa apa yang saya lakukan ya tuhan, padahal dikala sukses saya termasuk orang yg dermawan, suka membantu teman, tetangga dan keluarga. Larut dalam kesedihan, kesusahan dan penderitaan ….. Ya tuhan, saya baru sadar bahwa selama ini usaha dan bisnis saya didapati dari hasil uang riba yang saya putarkan.
    Bulan terus berganti tidak terasa sudah hampir 2 thn sy berusaha untuk bangkit, apapun pekerjaannya saya lakukan bahkan jadi kuli bangunan, istri jualan sayur dpasar yang penting halal Puasa senin kamis pun sy lakukan agar dimudah doa dan keinginan. Alhamdulillah, ujian itu berakhir, Tuhan memberikan hidayahnya kepada saya meski pun lewat bantuan seorang teman yang membantu saya untuk memberikan modaldan juga Beliau membimbing ke jalan yang lurus, membenarkan langkah kaki saya yg selama ini salah arah dalam bisnis. Alhamdulillah juga beliau menyarankan saya untuk merintis usaha (Usaha yg beliau sarankan), usaha baru mulai dari nol walaupun harus sakit sakit dahulu. ALLAHUAKABAR, 7bln usaha br yg saya rintis maju pesat. doa saya di ijabah, berkat bimbingan beliau serta arahannya usaha saya sangat pesat berkembang, Alhamdulillah ya ALLAH. Saat menulis kisah ini saya sudah bangkit kembali dan bisa untuk membayar hutang hutang, rasa kepercayaan orang lain timbul kembali. Dan Alhamdulillah saya sekeluarga sudah bberangkat umrah . Hanya ALLAH yang bisa membalas budi baik teman saya tersebut, beliau membantu tanpa Pamrih.
    Doa tanpa usaha, adalah suatu kebodohan. Usaha tanpa doa adalah suatu KESOMBONGAN. Yakinlah saudara2ku tiada satu manusia yang lolos dari cobaan , godaan dan ujian. Allah menguji sesuai kadar manusia masing2.
    Yuk banyak dhuha, banyak tahajud banyak berbagi dan bersedekahlah karena dengan sedekah suatu saat sedekah itu akan menolong diri sendiri.
    Hutang tetaplah Hutang yang harus dilunasi, karena hutang akan dibawa sampai mati dan harus dipertanggungjawabkan kepada Allah swt.
    Wassalam, semoga menjadi inspirasi dan yang ingin konsultasi untuk permasalahan seperti yang pernah saya hadapi silahkan email : tomyadmajaya21@gmail.com

    BalasHapus
  7. Bismillah semoga mulai saat ini kita terhindar dari riba.... Niat tekad sudah bulat... Semoga diridhoiNya dan selalu diberi petunjukNya...

    BalasHapus