24 Agustus, 2018

Shalat Iedul Adha 1439 H di Lapangan Rindam IV Diponegoro Magelang


Alhamdulillah, untuk kesekian kalinya kami masyarakat muslim di kota Magelang masih bisa kembali merayakan hari Raya Iedul Adha 1439 H dalam keadaan nyaman dan aman. Tentunya ini adalah salah satu nikmat Allah Subhanhu Wa Ta'ala yang sangat besar mengingat sebagian saudara kita merayakan hari raya Iedul Adha di tengah-tengah musibah gempa yang memporak-porandakan harta benda serta tempat tinggalnya.

Salah satu tempat favorit pelaksanaan shalat Iedul Adha bagi masyarakat kota Magelang adalah Lapangan Rindam IV Diponegoro, selain Masjid Agung Kauman kota Magelang yang letaknya persis di tengah-tengah jantung kota Magelang. Shalat Iedul Fitri dan Idul Adha di Masjid Agung Kauman kota Magelang dan Lapangan Rindam IV Diponegoro selalu penuh dengan jamaah setiap tahunnya.


Seperti Selasa kemarin (22/08/2018) Lapangan Rindam IV Diponegoro sudah penuh di padati jamaah yang akan melaksanakan shalat Iedul Adha 1439 H. Shalat Iedul Fitri dan Idul Adha di Lapangan Rindam IV Diponegoro kota Magelang selain di hadiri oleh jajaran dan anggota Rindam IV Diponegoro juga di hadiri oleh pejabat teras Kota Magelang.

Shalat Iedul Adha 1439 H kali ini mengambil tema Ibadah Kurban dan Kesalehan Sosial, selaku imam dan khatib adalah Bapak Drs. Mujadin MM, dari Desa Kaliabu, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang. Sekian aktif di salah satu ormas keagamaan dan Partai Politik di Kabupaten Magelang, Drs. Mujadin juga pernah maju sebagai salah satu Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Magelang beberapa tahun yang lalu.

Dalam Khutbah Idul Adhanya, Beliau mengajak jamaah untuk meneladani kehidupan Nabi Ibrahim Alaihi Salam dan Puteranya Ismail Alaihi Salam. Karena di dalam kehidupan Nabi Ibrahim dan Ismail terdapat suri tauladan sebagi orang tua dan anak yang saleh, selalu tunduk dan patuh dengan apa yang menjadi perintah dan larangan Allah Subhanhu Wa Ta'ala.

Di akhir Khutbah, beliau mengajak jamaah berdoa bagi keamanan dan persatuan negara Republik Indonesia. Serta tak lupa juga mendoakan saudara-saudara kita di Lombok dan sekitarnya yang sedang menghadapi ujian berupa musibah gempa bumi. Karena sejatinya seorang muslim yang satu dengan yang lainnya bersaudara layaknya ibu jari dengan telunjuk sebagaimana yang Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam Sabdakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman